Brad Binder: Hanya Bisa Melakukan Satu Lap Cepat di FP2

RiderTua.com – Setelah finis ke-6 di TT Assen dan terpaut 2,7 detik dari pemenang (Pecco Bagnaia), Brad Binder terlihat murung setelah FP2 di GP Inggris hari Jumat. Tidak heran karena pembalap pabrikan KTM Red Bull itu hanya menyelesaikan empat lap dalam waktu 45 menit di FP1 hari Jumat, sehingga menjatuhkannya ke posisi 21. Kalah 1.198 detik di belakang waktu terbaik yang dibukukan oleh pemimpin klasemen sekaligus juara dunia Fabio Quartararo (Yamaha). Rider asal Afrika Selatan itu hanya mampu melakukan satu lap cepat di FP2 karena masalah teknis pada kedua motornya. Tapi di FP1 dia berada di posisi 10, jadi dia percaya diri.

Brad Binder: Hanya Bisa Melakukan Satu Lap Cepat di FP2

Tapi Brad Binder berada di tempat ke-10 di FP1, hanya 1,101 detik di depan rekan setimnya Miguel Oliveira (ke-14 FP1). Tetapi pada Jumat sore semuanya tampak tidak beres. “Di pagi hari saya bekerja dengan ban yang sama sampai akhir dan merasa baik sejak awal. Menyenangkan untuk melanjutkan balapan lagi setelah liburan musim panas,” ujar pembalap berusia 26 tahun itu.

Brad Binder start dari posisi ke-15 di grid dan menyelesaikan balapan 30 lap di posisi ke-7, dan menjadikannya pembalap KTM terbaik. Sementara itu rekan setimnya Oliveira juga berhasil masuk 10 besar finis di tempat ke-9 dari posisi 14 di grid.

“Tapi di FP2 saya hanya bisa menyelesaikan lap pertama. Lalu saya kembali ke pit. Pada lap kedua kami mengalami masalah teknis. Saya kemudian pergi keluar untuk melihat apakah masalahnya akan teratasi dengan sendirinya. Tapi bukan itu masalahnya, jadi saya kembali ke dalam pit. Sayangnya saya tidak bisa keluar trek lagi, karena kami juga punya masalah dengan motor pengganti, kopling selip. Jadi saya hanya bisa melakukan satu lap cepat di FP2,” ungkap Brad.

Sama seperti Oliveira, Binder juga menggunakan knalpot baru. “Ini update, saya langsung mengunakannya di FP1. Suaranya berbeda, tapi rasanya cukup oke. Tapi besok kami harus melakukan lebih banyak tes. Saya tidak melakukan perbandingan dengan knalpot lama, sehingga sulit untuk menilai di mana letak manfaatnya. Saya perlu melahap lebih banyak lap dengan knalpot ini. Sistem baru terdengar lebih senyap, yang agak aneh karena saat itu saya terkadang ragu apakah saya berada di gigi yang tepat. Saya pikir saya melakukan kesalahan. Saya masih harus terbiasa dengan itu,” imbuh kakak Darryn Binder itu.

Brad Binder dan Miguel Oliveira masuk ke Q2 di Assen dan finis di 10 besar dalam balapan. Keduanya juga finis di 10 besar dalam latihan bebas hari Jumat di Silverstone. Apakah itu menunjukkan kemajuan di KTM? “Kami hanya punya satu hari di sini, mari kita tunggu. Saya pikir kami telah membuat langkah maju. Saya merasa sedikit lebih baik di atas motor. Tapi sayangnya FP2 gagal untuk saya hari ini. Saya hanya duduk di dalam garasi,” jelas Brad.

Kini Dorna sesekali melengkapi pembalap dengan kamera bahu. Tetapi Brad Binder tidak tahu, apakah dan kapan dia akan menjadikan dirinya sebagai camera rider. “Karena saya berada di wind tunnel (terowongan angin) dengan KTM dan pabrikan baju balap Ixon. Kami memastikan bahwa punuk untuk airbag di belakang helm didesain se-aerodinamis mungkin. Akibatnya, ruang interior menjadi jauh lebih kecil. Saya tidak tahu betapa membosankannya memasang perangkat keras untuk kamera di sana sekarang,” pungkas Brad Binder sambil tersenyum.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page