Pecco Bagnaia: Karir Seorang Pembalap Tidak Bertahan Lama

Lenovo Ducati RiderTua.com – Pecco Bagnaia berhasil memenangkan 3 balapan dalam 11 seri MotoGP di paruh pertama musim 2022. Kini rider pabrikan Ducati itu menempati peringkat 4 dalam klasemen, terpaut 66 poin dari pemimpin klasemen Fabio Quartararo. Akhir pekan lalu, Pecco berhasil menjadi pemenang Race of Champions dalam event World Ducati Week yang digelar di Misano. Rider berusia 25 tahun itu sukses memukau penonton, setelah berhasil mengalahkan semua pembalap Ducati dari berbagai seri balap yang turut ambil bagian dalam event spesial yang digelar pabrikan asal Borgo Panigale itu. Pecco berharap dia bisa balapan setidaknya 10 tahun lagi, “Katakanlah sampai saya berusia 35 tahun, maka saya tidak berpikir saya ingin balapan setelah itu (mempunyai pekerjaan yang lebih tenang),” tegas Juara Dunia Moto2 2018 itu.

Pecco Bagnaia: Karir Seorang Pembalap Tidak Bertahan Lama

Ketika berbicara mengenai minimnya peluang menyalip di kelas MotoGP saat ini, Pecco menegaskan, “Saya pikir tidak ada masalah dan Fabio Quartararo setuju dengan pendapat saya. Dalam balapan di mana saya harus kembali kesulitan, saya berhasil melakukannya. Saya bisa menyalip.”

“Aerodinamika membawa lebih banyak turbulensi, tetapi juga jelas bahwa kami selalu nge-push hingga limit, jadi selalu sangat mudah untuk membuat kesalahan atau melebar,” kata Bagnaia.

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Tetapi jika kita lebih cepat dan kita tidak punya masalah, seperti yang ditunjukkan oleh Rins di Portimao ketika dia melesat dari belakang ke posisi ke-4. Atau saya ketika saya start terakhir dan finis ke-8. Atau di Mugello, ketika saya start di urutan ke-9 dan masih bisa menang di akhir balapan. Singkatnya, jika kita punya potensi, kita dapat mengatasinya.”

Pembalap asal Italia itu juga berbicara tentang jalannya musim. “Di awal musim kami berharap lebih sedikit, tapi itu tidak mudah karena ada berbagai masalah teknis. Tapi kami berhasil memperbaiki masalah itu. Dalam beberapa balapan terakhir, sejak kembali balapan ke Eropa, kami menjadi jauh lebih cepat. Kami selalu di depan,” ujar kakak Carola Bagnaia itu.

“Ada pasang surut, saya mengalami beberapa nasib buruk dan melakukan kesalahan. Saya memenangkan beberapa balapan terakhir atau crash. Tentu saja, itu bukan yang terbaik. Tetapi yang paling penting adalah kami tahu bahwa kami secepat itu. Di paruh kedua musim, penting untuk menemukan kontinuitas,” lanjut Pecco.

Bagnaia mengantongi kontrak dengan Tim Lenovo Ducati hingga akhir 2024. Namun dia belum tahu seperti apa masa depannya. Tapi dia tidak ingin terus terusan berkeliling dunia sebagai pembalap selamanya.

“Jika karir saya berjalan dengan baik dan saya akan balapan setidaknya 10 tahun lagi, katakanlah sampai saya berusia 35 tahun, maka saya tidak berpikir saya ingin balapan setelah itu,” tegas Juara Dunia Moto2 2018 itu.

“Saya benar-benar beruntung karena gairah saya telah menjadi pekerjaan saya, tetapi semakin sulit dan stres. Ada banyak balapan dan komitmen, jadi saya pikir karir seorang pembalap tidak akan bertahan lama. Singkatnya, saya ingin mempunyai pekerjaan yang lebih tenang suatu hari nanti,” pungkas rekan setim Jack Miller itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page