Johann Zarco: Saya Sudah Cukup Tua untuk Bernegosiasi Sendiri dengan Ducati

RiderTua.com – Johann Zarco berada di peringkat 3 dalam klasemen dan menjadi pembalap Ducati terbaik menjelang seri ke-11 MotoGP di Assen. Setelah finis ke-5 di Le Mans, ke-4 di Mugello, ke-3 di Barcelona dan ke-2 di Sachsenring, akankah pembalap asal Prancis itu membuat langkah besar berikutnya di Assen sehingga akan memberinya kemenangan MotoGP pertamanya? “Lebih mudah diucapkan ketimbang dilakoni. Namun mengapa tidak? Akan luar biasa untuk mengikuti ritme ini. Bagi saya, cuaca yang sulit akhir pekan ini bisa membantu. Saya bisa menghemat energi. Dengan ban hujan, saya lebih menikmati di atas motor, karena hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk membawa motor ke tikungan,” jawab Zarco.

Johann Zarco: Saya Sudah Cukup Tua untuk Bernegosiasi Sendiri dengan Ducati

“Ini akan menjadi akhir pekan yang strategis. Karena bisa saja hujan di FP2 dan FP3, jadi kami harus memberikan tekanan di sesi latihan bebas pertama untuk masuk ke Q2. Karena dengan masuk langsung ke Q2 dan berada di barisan depan grid untuk balapan, itu memberi kita peluang besar untuk finis di podium,” kata Zarco dalam konferensi pers pada hari Kamis tentang rencananya.

Zarco kemudian menambahkan, “Motor baru kami dapat membantu kami di Assen, terutama di chicane (tikungan S) cepat. Dengan perasaan yang lebih baik ini, saya pasti bisa bersaing.”

Pada wet race di Mandalika, Zarco berhasil finis ke-3. Apakah dia membayangkan hasil yang sama kuatnya dengan kemungkinan balapan hujan di Assen? “Kalau akhir pekan di Assen hujan, akan lebih dingin dari balapan di Mandalika, misalnya. Kami juga mengalami banyak balapan hujan di Portugal, dan saya merasa sangat senang dengan hal itu. Saya suka kondisi ini karena saya bisa merasakan motornya dengan sangat baik tanpa banyak menguras fisik,” jelas pembalap Pramac Prima Ducati itu.

Bagaimana masa depan Zarco? Apakah kontrak barunya dengan Ducati sudah ditandatangani? “Kami punya kemitraan yang sangat baik. Saya berbicara dengan mereka secara langsung, tanpa seorang manajer. Saya punya cerita, sekarang saya sudah cukup tua untuk langsung bernegosiasi dengan mereka. Saya pikir mereka tahu bahwa bertahan dengan Ducati adalah hal terbaik untuk saya. Kami ingin menjadi pemenang. Sangat bagus saya bisa mengendarai motor pabrikan di tim Pramac. Saya akan melanjutkan dengan Ducati bahkan jika belum ada yang ditandatangani,” jawab pembalap berusia 32 tahun itu.

“Ducati punya banyak pembalap di tim satelit. Mereka tidak tahu siapa yang harus diletakkan di sebelah Pecco. Saya berbicara kepada mereka. Jika mereka tidak bisa memutuskan antara Enea dari Italia atau Jorge dari Spanyol, maka mereka harus mengambil orang Prancis dari tengah,” pungkas Zarco sambil tertawa dengan sedikit ‘menyinggung’ Ducati.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page