Kenapa GASGAS Tak Bisa Turun di MotoGP Gantikan Suzuki?

RiderTua.com – Pierer Mobility AG mempunyai pembalap berbakat yang cukup handal untuk membentuk tim MotoGP ketiga, lihat saja Pedro Acosta dan Sergio Garcia. Tetapi saratnya, GASGAS harus mengembangkan motornya sendiri. Berimbas dari mundurnya Suzuki, tahun depan lintasan MotoGP akan menyusut dari 24 menjadi 22 pembalap. Sebelumnya hanya 22 pembalap yang ambil bagian pada 2019, 2020 dan 2021, setelah Marc VDS Honda mengundurkan diri dari MotoGP karena skandal Michael Bartholemy dan tim Petronas SIC Yamaha mengambil alih dua tempat dari Aspar Martinez. Untuk saat ini, dua slot Suzuki tetap disediakan untuk tim pabrikan, karena tim seperti Leopard tidak dapat membiayai anggaran 10 juta euro (Rp 155 miliar) untuk kelas utama secara permanen.

FYI: CEO Stefan Pierer (KTM) tidak hanya membeli Husqvarna tetapi juga GASGAS. Jadi kalau GASGAS turun pakai motor KTM RC16 meskipun mesin dimodifikasi sudut kemiringanya (misalnya) tetap tidak dianggap setara dengan Suzuki sebagai pabrikan..

GASGAS Tak Bisa Terjun di MotoGP

Sejak lama, CEO Dorna Carmelo Ezpeleta berharap Kawasaki Heavy Industries kembali ke MotoGP. ‘The Greens’ mundur pada akhir 2008 dan kemudian mendominasi Kejuaraan Dunia Superbike selama bertahun-tahun bersama Jonathan Rea. Tapi sejauh ini Kawasaki tidak menunjukkan minat di MotoGP, dan BMW juga menghindari konfrontasi di kelas utama sejak Dr. Herbert Diess mengumumkan masuknya Bayern ke kelas 800cc baru untuk tahun 2007 tetapi tidak pernah melakukannya.

Sementara pabrikan Mahindra (India) dan Caterham (Malaysia) berharap masuk MotoGP, begitu juga Norton dan MV Agusta. Namun dua pabrikan ini tidak bertahan lama di Kejuaraan Dunia Moto3 dan Moto2.

Untuk tujuan ini, pada tahun 2021 Stefan Pierer selaku CEO Pierer Mobility AG dengan merek KTM, Husqvarna dan GASGAS telah membahas kemungkinan mewujudkan slogan ‘Ready to Race’ di ketiga kelas balap dengan merek asli Spanyol GASGAS dan dalam proses ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia MotoGP di masa mendatang.

Tapi Pierer Mobility Group harus membangun motor balap satelit baru untuk Kejuaraan Dunia MotoGP. Dengan KTM yang dicat ulang (sebagaimana diperbolehkan di Moto3 untuk Husky dan GASGAS) GASGAS tidak akan diterima sebagai Tim Pabrikan MotoGP.

“Dengan Sergio Garcia dan Pedro Acosta, kami memiliki dua talenta asal Spanyol yang pada akhirnya akan terjun ke MotoGP,” kata Pit Beirer selaku Direktur Motorsport KTM, Husky dan GASGAS, yang mengagumi bagaimana Ducati memiliki 4 tim dan 6 pembalap yang menimbulkan sensasional di antara pembalap pemenang di kelas MotoGP.

Ducati telah lama bekerja sama dengan tim pabrikan kedua dengan pembalap top di Pramac dan bertarung untuk memperebutkan gelar dunia dengan pembalap Gresini Enea Bastianini. Sementara Gresini masih memiliki tempat untuk pendatang baru Fabio di Giannantonio dan Mooney VR46-Ducati punya pembalap berbakat lainnya seperti Marini dan Bezzecchi.

Ada 2 Rookie Dalam 1 Tim adalah Kesalahan

Direktur Motorsport KTM Pit Beirer mengatakan, “Saat ini kami melihat bahwa, terlepas dari semua motivasi untuk Akademi MotoGP kami dengan tim junior di Aki Ajo, Tech3 dan lainnya, mempromosikan bakat muda adalah proyek yang sangat mahal. Dan ketika kita berada di Tech3 dengan dua rookie seperti Remy dan Raul kemudian sesuatu tidak berjalan terlalu baik, kita merasa sulit bagi pembalap mana pun di tim untuk mulai menentukan arah. Punya dua rookie MotoGP dalam satu tim adalah pekerjaan besar yang jujur sempat kami remehkan. Dan hal itu telah ditunjukkan musim ini. Oleh karena itu, tim KTM MotoGP dengan dua rookie tidak lagi menjadi solusi nyata ke depan.”

Jadi di beberapa poin, tim MotoGP ketiga akan menarik bagi perusahaan asal Austria itu? Beirer menjawab, “Dorna telah mengomunikasikan bahwa dua tempat kosong tidak akan ditempati oleh tim satelit mana pun mulai tahun 2023. Hanya tim pabrikan yang memungkinkan. Di MotoGP, itu berarti kita harus melakukan pengembangan lengkap milik kita sendiri. Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk menyiapkan kapasitas untuk pengembangan motor MotoGP tambahan. Jadi sekarang saya tidak akan menempatkan perusahaan kami di barisan depan, ketika mengambil alih dua tempat dari Suzuki. Dorna sedang mencari dan sedang bernegosiasi dengan pabrikan lain.”

“Tapi tidak akan mudah untuk menutup celah itu. Karena sebagai pabrikan MotoGP baru, kita membutuhkan persiapan setidaknya 2 hingga 3 tahun sebelum rencana seperti itu terwujud,” tegas Pit Beirer yakin

Ini artinya, pabrikan baru seperti Kawasaki atau BMW bisa mulai paling cepat 2025, tapi regulasi teknologi saat ini hanya diperbaiki hingga akhir 2026. Setelah itu, pengembangan baru mungkin diperlukan, tentu untuk ‘bahan bakar ramah lingkungan’ akan ditetapkan untuk tahun 2027.

“Saat ini saya tidak melihat kemungkinan kedua tempat MotoGP ini bisa diganti dengan cepat,” tambah Beirer.

Seberapa jauh MotoGP GASGAS berbeda dari KTM RC16? Tidakkah cukup dengan mengubah sedikit sudut silinder atau rasio bore-stroke? “Kami belum berurusan dengan detail seperti itu, dalam peraturan mana kami akan dianggap sebagai pabrikan kami sendiri,” ujar Pit Beirer meyakinkan.

Dalam sebuah wawancara Pit mengatakan, “Untuk saat ini, kami benar-benar sibuk dengan proyek MotoGP dengan 4 pembalap dalam dua tim. Kami bekerja sama erat dengan pemilik tim Tech3 Herve Poncharal. Saat ini kami belum mencapai target yang kami tetapkan di MotoGP. Itu sebabnya kami tidak membutuhkan tim MotoGP ketiga saat ini.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page