Johann Zarco: Maafkan Aku!

RiderTua.com – Apes benar nasib Johann Zarco. Pembalap Pramac MotoGP itu harus turun 3 tempat di grid start dari posisi ke-6 ke posisi ke-9 di balapan rumahnya GP Le Mans. Ini adalah imbas dari insiden dengan Pol Espargaro di akhir Q2, dimana rider asal Prancis itu menghalangi pembalap Honda itu di ujung tikungan 4 dan bahkan mereka sempat ‘bersentuhan’. Apa yang sebenarnya terjadi? “Memang benar, saya menghalangi Pol di chicane. Saya baru saja melakukan dua flying lap dan kemudian sedikit melebar saat masuk ke chicane. Saya tahu, waktu saya tidak bisa meningkat lagi dan ingin berbelok ke kanan. Saya benar-benar tidak tahu Pol benar-benar sudah dekat. Maaf aku mengganggu lapnya. Tapi saya tidak menunggu siapa pun, saya ingin memberi ruang tapi sayangnya saya tidak menduga dia terlalu dekat,” jawab pembalap berusia 31 tahun itu.

Johann Zarco: Saya Menghalangi Pol Espargaro di Chicane

Johann Zarco mengawali hari Sabtu dengan baik di balapan kandangnya di Le Mans. Tapi tidak cukup cepat di sore hari dan kemudian diberi penalti. Sebelumnya dia sempat memimpin lintasan setelah FP3 dengan 1’30.537 menit. Namun, rekor lap sepanjang masa yang ditorehkannya hanya bertahan sebentar. Di kualifikasi, pembalap pabrikan Ducati Pecco Bagnaia bahkan lebih cepat dari dia.

Zarco sendiri tak mampu lagi menyamai catatan waktu terbaiknya di FP3 pada sore hari, dia hanya finis keenam di Q2 dengan catatan waktu 1:30,863 menit. “Di FP3 saya benar-benar melakukan lap yang bagus, dan saya tahu itu akan sulit untuk ditingkatkan. Membalap di waktu yang menyenangkan itu luar biasa. Mengalahkan rekor lap sepanjang masa selalu bersejarah, bahkan jika itu tidak berlangsung lama dalam kasus ini. Pecco sangat kuat, dia berhasil selangkah lebih cepat setelah FP3 dan sayangnya saya tidak melakukannya. 1:30,8 menit tetap menjadi waktu yang baik,” lanjut rekan setim Jorge Martin itu.

Mengomentari race pacenya dan posisi ke-15 di FP4, Zarco mengatakan, “FP4 tidak bagus dalam hal hasil, tetapi kami terus bekerja untuk menemukan sesuatu yang membuat saya merasa lebih nyaman. Kami belum cukup berhasil, tetapi kami membuat kemajuan. Saya merasa bisa terlibat dan itu penting.”

“Akan sangat penting untuk tetap dekat dengan grup terdepan, untuk membawa pulang hasil yang baik,” kata juara dunia Moto2 dua kali itu setelah kualifikasi. Namun, sekarang rencana ini menjadi lebih sulit dengan penalti grid. Zarco tidak start dari posisi 6 atau dari baris kedua di grid tetapi diturunkan oleh Panel Stewards FIM MotoGP tiga tempat yakni ke-9 di grid start.

Zarco akan start tepat di belakang rekan setimnya Jorge Martin (ke-8). Pembalap berusia 24 tahun itu harus mengambil jalan memutar melalui Q1 dan kemudian mengalami masalah teknis di Q2. Meski demikian, dia tetap percaya diri untuk balapan. “Saya tidak beruntung di kualifikasi, tetapi saya masih senang dengan hasil hari Sabtu. Kecepatannya bagus, saya kembali menemukan feeling yang tepat dan pada sore hari saya memiliki segalanya untuk berada di barisan depan. Seperti biasa, saat race kami akan memberikan segalanya. Target saya adalah finis di 5 besar,” ujar pembalap berjuluk Martinator itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: