Fabio Quartararo: Saya Masih Bisa Punya Anak

RiderTua.com – Fabio Quartararo crash di tikungan 13 di FP1 pada latihan MotoGP hari Jumat di Jerez. Kemudian mengerang kesakitan setelah menerima benturan keras di antara kedua kakinya. “5 menit usai crash, sangat sakit. Tapi semuanya baik-baik saja, aku masih bisa punya anak,” ujar pembalap Yamaha itu sambil tertawa ngakak. Tetapi pada sore hari, pembalap asal Prancis itu menggarisbawahi perannya sebagai favorit di Jerez dengan catatan waktu tercepat di FP2.

Fabio Quartararo: Saya Masih Bisa Punya Anak

El Diablo menghindari benturan keras ketika dia dengan cepat melepaskan diri dari motor saat roda belakang selip (ngesot). “Saya tidak tahu kenapa, tapi saya selalu crash seperti ini termasuk di Silverstone. Jujur, itu merupakan reaksi karena roda belakang menyentak. Kita sudah bisa merasakan apakah kita bisa mengatasinya atau tidak, dan di spot basah itu pada dasarnya tidak mungkin untuk dikendalikan,” ungkap Quartararo.

Crash itu terjadi ketika dia kembali ke M1-nya. “Kami punya sesuatu yang baru di tangki dan ketika saya melompat kembali ke motor, itu terjadi. Saya merasa agak konyol karena saya crash dan tidak ada yang terjadi pada saya. Mungkin akan lebih baik jika saya berbohong dan mengatakan saya sedang melepas ban. Tetapi saya harus mengatakan bahwa saya bodoh,” aku Quartararo sambil tertawa saat konferensi pers.

Crah itu bukan satu-satunya momen kejutan bagi rider Monster Energy Yamaha itu pada Jumat pagi. Tapi dia meyakinkan bahwa dia tidak punya masalah khusus. “Saya hanya nge-push dan kemudian crash di tempat yang basah. Suatu kali saya late braking, dan dengan ban depan medium feeling saya sangat buruk karena saya tidak merasakan dukungan apa pun. Ban banyak bergerak dan saya tidak mau mengambil risiko crash lagi, jadi saya langsung jalan. Lain kali saya bisa membuat kesalahan, itu hanya kesalahan,” imbuh rekan setim Franco Morbidelli itu.

Quartararo mengatakan dia balapan dengan agresif. Apakah dia sudah mencapai limit pada hari Jumat? “Kita harus selalu berada pada limitnya. Dengan motor kami, kita berada di luar 10 besar, jika kita tidak memaksakan diri hingga limitnya setiap saat. Saya melibas trek seperti membawa ‘pisau di antara gigi saya’ setiap saat. Saya pikir itu yang harus kita lakukan juga. Ketika kita mulai berpikir bahwa kita harus memulai dengan lambat pada hari Jumat dan membangun pada hari Sabtu, feeling itu juga berubah. Di sisi lain, jika kita langsung gas pol, kita tahu apa yang diperkirakan setiap kali kita mencapai lintasan,” jawab Quartararo.

Terlepas dari insiden yang menyakitkan, Quartararo sangat senang dengan pencapaiannya di hari Jumat setelah membukukan waktu terbaik di FP2. “Saya terkejut karena kami biasanya tidak melakukannya dengan baik pada hari Jumat. Hari ini kami membuat langkah yang bagus. Bahkan tidak melihat posisinya, itu masalah kecil, tapi feelingnya bagus,” ujarnya.

Menurut Quartararo, lawan mana yang dinilai sebagai yang terkuat? “Saya tidak tahu, saya masih harus melihat kecepatan pembalap lain. Saya juga berpikir, bahwa trek akan banyak berubah dari Jumat hingga Sabtu. Setelah kualifikasi kita akan melihat, siapa yang berada di tiga baris pertama dan siapa yang meraih pole position,” jawab El Diablo.

“Pace terbaik. Tidak mungkin untuk mengatakan hari ini. Saya bisa melihat, bahwa Bagnaia, Mir dan Aleix (Espargaro) punya pace yang kuat. Tapi kita juga harus tahu, berapa banyak bahan bakar yang ada di dalam tangki pembalap lain,” pungkas rider asal Nice-Prancis itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: