Alvaro Bautista Lebih Nyaman Ducati, Ingin Balik ke MotoGP?

RiderTua.com – Setelah 2 tahun mengalami masa-masa suram di Honda, Alvaro Bautista menunjukkan kekuatannya. Usai merayakan kemenangan di Aragon, rider berusia 37 tahun itu mengatakan, “Jika ada tim bagus di MotoGP yang menginginkan saya, saya akan pertimbangkan. Saya beberapa kali meraih hasil bagus dengan Honda, tapi saya tidak pernah senyaman dengan Ducati,” katanya.. Pembalap asal Spanyol itu hengkang dari Honda dan pindah ke Ducati. Di seri perdana superbike 2022 di Motorland akhir pekan lalu, dia meraup kesuksesan. Tapi di MotoGP tim mana? karena sekarang cenderung melirik pembalap muda, sementara Bautista kini berusia 37 tahun..

Alvaro Bautista Kembali ke MotoGP?

Musim baru dimulai dengan sangat baik untuk Alvaro Bautista. Balapan akhir pekan di Aragon berakhir dengan 2 kemenangan dan satu kali finis di tempat ke-2. “Mereka mengira setelah bertahun-tahun akan memikirkan hal lain, tapi tidak. Saya benar-benar menantikannya. Saya mengalami 2 tahun yang berat. Saya beberapa kali meraih hasil bagus dengan Honda, tapi saya tidak pernah senyaman dengan Ducati,” ujar pembalap asal Spanyol itu.

“Dalam 3 tahun ini saya banyak belajar dan saya banyak berkembang sebagai pembalap. Penderitaan di Honda telah membuat saya menjadi pembalap yang lebih baik. Dan Ducati, sebelum saya bergabung, berhasil membuat motor yang lebih seimbang. Saya telah menemukan motor yang lebih cepat dan lebih aman.”

Peningkatan motor Ducati sangat dihargai Bautista. Pembalap putra Javier Bautista itu menjelaskan, “Secara elektronik motornya jauh lebih mudah. Sejak pertama saya menyadari, bahwa motor ini lebih dapat ditoleransi berkat elektronik. Mereka telah mengambil langkah maju. Lebih mudah untuk dikendalikan.”

“Di Superbike tidak seperti di MotoGP, motornya adalah motor jalanan yang kita adaptasi. Namun, ini adalah motor yang juga dibuat oleh Gigi Dall’Igna. Orang yang sama yang ada di MotoGP, insinyur yang sama. Saya berbicara dengan Gigi setelah setiap tes dan saya menjelaskan bagaimana hasilnya dan apa yang saya inginkan.”

Menjadi pemenang di Superbike biasanya membuka pintu ke MotoGP. Bautista sangat meragukan apakah dia akan kembali ke paddock MotoGP. “Setelah 2 tahun yang sulit, sekarang saya menikmati diri sendiri. Saya bersenang-senang, ini bukan hanya tentang menang atau kalah,” ujar Bautista.

“Secara fisik dan mental saya merasa sangat kuat. Sejujurnya, saya ingin mencobanya ke MotoGP, tetapi sekarang saya ingin menang dan menunjukkan potensi saya. Jika di MotoGP saya memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi saya di tim yang bagus, saya akan mempertimbangkannya. Saya ingin jaminan karena saya merasa mampu melakukannya.”

Bautista sempat balapan untuk Suzuki dan Aprilia di MotoGP. “Sekarang, saya ibarat sudah makan cokelat yang enak. Saya bekerja dan berusaha melakukan yang terbaik. Saya pikir, saya tidak memiliki tim yang bagus juga motor yang bagus untuk dapat menunjukkan semua yang saya miliki di MotoGP. Dengan Aspar saya menggantikan Lorenzo di Phillip Island, dan bertarung untuk meraih podium hingga lap terakhir. Di sana saya menunjukkan bahwa saya bisa menunjukkan segalanya pada waktu yang tepat,” imbuhnya.

Di Spanyol, Superbike dipandang sebagai kelas sekunder. Kalah populer dengan MotoGP. Bautista berharap persepsi para penggemar ini bisa berubah. “Orang-orang mengira, superbike seperti divisi dua, padahal tidak. Ada level tinggi, ini bukan kejuaraan yang mudah. ​​Di Spanyol nilainya tidak setinggi di Italia, Inggris atau Belanda. Sekarang ada 3 pembalap Spanyol kuat yang dapat mencapai hasil yang baik,” tegas Bautista.

Bicara tentang Rival

Rival di Superbike ada Toprak Razgatlioglu, Jonathan Rea dan Iker Lecuona. “Toprak adalah juara bertahan dan dia ingin mendapatkan gelar lagi tahun ini. Rea adalah pembalap terbaik di superbike dan dia ingin mendapatkan kembali #1. Dalam perebutan gelar mereka adalah dua yang terkuat. Yang penting jangan membuat kesalahan, saya akan lebih fokus dan belajar dari kesalahan masa lalu,” lanjut suami Grace Barroso yang dinikahinya pada tahun 2017 lalu.

“Tentang Iker, saya belum mengenalnya sampai saya bertemu di Aragon beberapa hari yang lalu. Dan dia seperti anak laki-laki berusia 10 tahun. Saya pikir MotoGP tidak memperlakukannya dengan baik. Adalah kesalahan untuk memperlakukannya seperti itu, di tim yang tidak begitu bagus. Pada akhirnya saya pikir dia memiliki peluang besar di sini. Dia tidak berada di tim terbaik dan juga tidak memiliki motor terbaik, tetapi jika dia bekerja dan sabar, saya yakin dia akan memiliki kesempatan untuk memiliki motor yang bagus. Dia memiliki banyak potensi,” pungkas Bautista.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives