Jorge Martin: Dulu Saya Numpang Tidur dan Makan di Rumah Aleix Espargaro

RiderTua.com – Jorge Martin berujar, “Ketika saya masih muda, dulu saya numpang tidur dan makan di rumah Aleix Espargaro. Dia juga memimjamkan motornya pada saya. Dia membantu saya sepanjang karier saya,” katanya.. Untuk tiga perempat balapan, pembalap Pramac Ducati itu berhasil memimpin balapan MotoGP di Argentina setelah mengungguli pole setter pembalap Aprilia itu di beberapa ratus meter pertama di tikungan 1 dari posisi ke-2 di grid. Tetapi dia tak bisa mempertahankan keunggukannya dan tidak bisa mencegah kemenangan MotoGP pertama bagi Aprilia dan Aleix Espargaro. Duo itu melesat kedepan dan menjauh dari pembalap yang ada di belakang mereka. Dan di sepertiga terakhir balapan, Aleix dua kali menyalip rekan senegaranya dari Spanyol itu, tetapi dia terlambat menginjak rem (late braking) dan harus kembali kehilangan keunggulan. Pada lap 21 dari 25, Espargaro berhasil merebut posisi pertama dan tidak pernah melepaskannya hingga garis finis.

Jorge Martin: Dulu Saya Numpang Tidur dan Makan di Rumah Aleix Espargaro

Untuk Martin yang belum satu pun mencetak poin di dua balapan pertama tahun ini, finis di tempat kedua adalah sukses besar. Pembalap berusia 24 tahun itu berkata, “Saya sangat senang dengan penampilan saya. Saya tidak pernah begitu konsisten pada akhir pekan lainnya dalam karir MotoGP saya. Dalam balapan, hampir mudah untuk menjaga kecepatan, tidak terlalu tinggi.”

“Usai balapan Moto2, cengkeraman trek jauh lebih sedikit ketimbang saat balapan akhir pekan. Saya tahu Aleix akan menyalipku, saya melihatnya di layar lebar. Jadi saya mencoba mengatur catatan waktu yang konsisten dan tidak membuat kesalahan. Di tikungan 3 dan 4 saya mengalami kesulitan akselerasi dan top speed kami juga tidak bagus. Tapi rem saya sangat bagus, Aleix punya masalah untuk menyalip saya.”

Pembalap berjuluk Martinator itu menambahkan, “Saya gas pol sampai akhir dan ingin membuat Aleix melakukan kesalahan. Ban belakang saya lebih baik ketimbang dia di akhir, tetapi saya tersandung masalah dengan ban depan karena saya selalu late braking sepanjang waktu.”

“Tapi tempat kedua tidak apa-apa, saya bisa mencetak poin setelah dua kali nirpoin. Saya cepat, termotivasi dan percaya diri untuk masa depan. Saya ikut merasa senang dengan kemenangan Aleix, setelah bertahun-tahun bekerja keras. Ketika saya masih muda, dulu saya numpang tidur dan makan di rumahnya. Dia juga memimjamkan motornya pada saya. Dia membantu saya sepanjang karier saya,” pungkas Martin tak melupakan jasa Aleix Espargaro dalam karir balapnya.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives