Akankah Cedera Memaksa Marc Marquez Pensiun?

RiderTua.com – Akankah cedera memaksa Marc Marquez untuk pensiun, seperti seniornya.? Semoga tidak, seperti beberapa pendahulunya Freddie Spencer, Mick Doohan, Kevin Schwantz, Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Pembalap MotoGP berusia 29 tahun itu melakoni musim 2019 dengan sangat fantastis. Marc menorehkan 12 kemenangan dan 6 kali finis di tempat ke-2 dalam 19 balapan. Apakah ini merupakan musim luar biasa terakhir bagi pembalap asal Cervera-Spanyol itu? Saat itu, Repsol-Honda sangat yakin bahwa Marquez yang tak terkalahkan selama bertahun-tahun dan berhasil memenangkan 6 gelar dunia dalam 7 musim, akan tampil hebat di musim berikutnya (2020). Tapi fakta berkata lain. Sejak crash di Jerez pada 19 Juli 2021, Marc seperti bernasib apes. Cedera tangan yang membutuhkan waktu lama untuk pemulihan kemudian kembali menderita diplopia berulang. Harapan semua penggemar agar dia segera pulih dan mampu melaju di trek lagi, tanpamu MotoGP kurang greget..

Akankah Cedera Memaksa Marc Marquez untuk Pensiun?

Tapi kemudian, Honda 2020 terbukti tidak kompetitif di tes Qatar pada Februari. Gara-gara krisis kesehatan, musim baru dimulai 19 Juli di Jerez. Juga berakibat pada terbatasnya aktivitas perjalanan para insinyur Jepang dan ‘frozen engine development’, Honda RC213V tak menjadi motor juara sepanjang musim.

Marquez tidak mau menerima kenyataan yang tidak menguntungkan ini. Dan mengalami cedera parah saat comeback di race pembuka musim di Jerez, ketika rider Yamaha Fabio Quartararo dan Maverick Vinales sangat jelas mendominasi balapan. Lengan yang patah membuatnya absen selama 9 bulan.

Pemenang MotoGP 59 kali itu telah menjalani 2 kali operasi bahu, 3 kali operasi lengan atas, 2 kali transplantasi tulang dan juga menderita infeksi sumsum tulang serta 3 fase penglihatan ganda (diplopia) sejak 2011, karena mengalami banyak crash dalam 3,5 tahun terakhir. Dua di antaranya sejak akhir Oktober 2021.

Tidak heran jika sekarang ada spekulasi, apakah Marc Marquez akan menunggangi motor MotoGP lagi tahun ini atau tidak sama sekali?

Tetapi tidak ada yang bisa membayangkan bahwa setelah 3 tahun yang gatot alias gagal total di Honda Racing Corporation, pemikiran ulang akhirnya terjadi dan kesehatan masa depan Marc Marquez yang baru-baru ini menderita cedera permanen, dibawa ke permukaan.

Siapapun yang telah mengikuti olahraga balap motor selama 30 tahun terakhir, akan menghargai bahwa beberapa pendahulu Marc Marquez harus mengakhiri karir gemilang mereka, sebagian karena lebih banyak menderita cedera ringan.

Freddie Spencer
Freddie Spencer

Yang pertama adalah Freddie Spencer. Juara Dunia 500cc di Honda pada tahun 1983 dan 1985 dan juga Juara Dunia 250cc pada tahun 1985, tidak mencetak satu poin pun di Kejuaraan Dunia 500cc 1986 karena cedera tendonitis. Saat itu dia baru berusia 24 tahun dan tidak pernah memenangkan balapan setelah itu. Pada tahun 1987 (dengan Honda), 1989 dan 1993 (masing-masing dengan Yamaha) dia hanya berada di peringkat 20, 16 dan 17 di kejuaraan dunia setelah upaya comeback yang gagal.

Kedua, Kevin Schwantz Juara Dunia 500cc 1993 di Suzuki, pensiun selamanya dari balap saat di GP Mugello 1995. Setelah beberapa kali cedera tangan, di usianya yang ke-31 tahun dia merasa tidak mampu lagi untuk memperebutkan gelar juara dunia.

Pembalap pabrikan Rothmans-Honda, Mick Doohan khawatir kaki kanan bawahnya harus diamputasi setelah crash di Assen pada tahun 1992. Pergelangan kakinya rusak permanen, tetapi dia masih mampu memenangkan Kejuaraan Dunia 500cc 5 kali berturut-turut mulai dari 1994 hingga 1998. Tapi setelah dia mengalami crash serius lainnya di Jerez pada tahun 1999, pembalap berjuluk Quick Mick itu langsung memutuskan pensiun dari balap pada usia 34 tahun.

Casey Stoner

Casey Stoner pensiun pada akhir 2012 saat berusia 27 tahun, setelah memenangkan dua gelar dunia (2007 dan 2011). Dia menderita sindrom kelelahan kronis dan karena itu absen untuk 4 balapan pada tahun 2009 (Donington, Brno, Indianapolis dan Misano). “Saya memiliki masalah besar dengan kesehatan saya. Saya sampai pada titik, di mana saya hampir tidak bisa meninggalkan sofa selama 5 bulan. Aktivitas fisik harian saya, hanya pergi dari tempat tidur ke sofa lalu kembali lagi. Saya tidak bisa menjelaskannya, kami tidak bisa memahaminya. Saya kesulitan secara mental dan fisik,” kata Stoner ketika mengunjungi GP Portugal 2021.

Jorge Lorenzo

Kemudian ada Jorge Lorenzo yang menjadi Juara Dunia MotoGP di Yamaha pada 2010, 2012 dan 2015. Rider asal Spanyol itu mengalami patah tulang belakang keenam bersama Repsol-Honda di GP Assen pada 2019, dan sejak itu dia tidak pernah finis di 10 besar. Pada akhir 2019 dia mengumumkan pengunduran dirinya pada usia 32 tahun.

Wayne Rainey, Juara Dunia 500cc Yamaha pada tahun 1990, 1991 dan 1992 itu terpaksa pensiun setelah mengalami cedera parah. Pembalap asal California itu mengalami cedera tulang belakang dalam pertarungan perebutan gelar 1993 melawan Kevin Schwantz di Misano pada usia 32 tahun. Dan sejak saat itu dia berada di kursi roda.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives