Pecco Bagnaia Baru Keluarkan 85% Potensi Desmo, Yamaha Quartararo Sudah 100%

RiderTua.com – Francesco ‘Pecco’ Bagnaia memperkirakan baru mengeluarkan potensi Ducati-nya sebesar 85% saja, tetapi Fabio Quartararo dengan Yamaha-nya sudah mencapai 100%. Fabio Quartararo tidak puas dengan top speed M1-nya.. “Kami ketinggalan 9 km/jam tahun lalu, kami ketinggalan 9 km/jam tahun ini.” Apalagi Suzuki dan Aprilia telah membuat kemajuan di bidang ini. Tes pramusim selama 5 hari (Sepang dan Mandalika) menunjukkan bahwa Yamaha kurang berkembang. Honda telah sepenuhnya merevisi motornya, Ducati memoles Desmo-nya yang sudah mendekati kesempurnaan, Aprilia memiliki taji untuk berada di barisan depan dan Suzuki menunjukkan bahwa mesin Inline-4 tidak bisa diremehkan. Hanya KTM yang masih memiliki banyak pekerjaan yang senasib dengan pabrikan Yamaha (sama-sama kurang siap)..

Fabio Quartararo berujar, “Yang mengecewakan adalah dengan begitu banyak waktu untuk mengembangkan mesin, kami tidak punya apa-apa.. Saya tidak mengerti mengapa di trek mana pun kami selalu rata-rata 10 km/jam lebih lambat,” kata pembalap Prancis itu setelah hari terakhir tes di Indonesia.

El Diablo harus mengulangi skenario tahun lalu untuk berhasil yakni, Start dari posisi terdepan, menahan serangan Marquez dan Ducati akan menjadi masalah dan merupakan tugas yang sulit. Jawaban atas performa pamungkas M1 kemungkinan akan datang di Qatar. Dalam sejarah seri Qatar menguntungkan bagi Yamaha..

Fabio menempati posisi kedua di Mandalika berkat serangan (time attack) terakhirnya. Tetapi kurangnya top speed tetap menjadi perhatian. Pembalap Prancis itu menyatakan kepuasannya dengan kecepatannya pada ban bekas..

Yamaha 100%

Yamaha harus benar-benar harus lolos di dua baris pertama untuk mendapatkan podium. Andrea Dovizioso berujar, ” Fabio membuat perbedaan dalam menikung, dia mengendarai motor seperti orang gila.. Dia sangat responsif, dia berakselerasi ke depan dan mempersiapkan motor lebih baik untuk keluar dari tikungan.”

Menurut Dovi untuk bisa bermain seperti itu, pembalap harus sendirian di depan. Dengan Yamaha ini, tidak akan mudah karena orang Prancis itu mengatakan: sudah mengeluarkan 100% dari kapasitasnya. Sementara Bagnaia, dalam evaluasi yang sama dari mesinnya, memperkirakan bahwa Ducati GP22-nya hanya 85% dari apa yang dapat diberikannya. Dan itu sudah sangat cepat…

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives