Di Kelas Rookie Remy Gardner Waspadai Raul

RiderTua.com – Pada 2022 ini, Remy Gardner akan melakoni debutnya di MotoGP bersama tim Tech3 KTM setelah sukses meraih mahkota juara Moto2 pada musim lalu. Usai bertarung sengit melawan rekan setimnya Raul Fernandez, pada akhirnya pembalap asal Australia itu berhasil keluar sebagai pemenang. Namun tahun lalu bukanlah tahun yang mudah bagi Remy. Dalam sebuah wawancara, pembalap berusia 23 tahun itu mengatakan bahwa secara mental dia juga mengalami hal yang sangat sulit bahkan menjadi juara dunia Moto2 tak terlintas dalam benaknya. “Saya datang ke musim itu ingin melakoni balapan demi balapan tanpa memikirkan gelar (moto2),” jelas pembalap KTM itu. Meskipun begitu tahun ini dia tetap waspada dengan kecepatan Raul, dalam perebutan rookie of the year..

Di Kelas Rookie Remy Gardner Waspadai Raul

“Saya memulai musim Moto2 2021 dengan cara yang sama seperti pada 2020, yaitu memastikan saya menyelesaikan balapan dan mengantongi poin maksimal,” lanjutnya. Dan Gardner mulai menata untuk mencapai tujuan itu. Balapan ke balapan, untuk menambah poin sebanyak mungkin dan untuk melihat dalam konteks apa musim ini berakhir.

“Saya pikir, paruh pertama kami musim ini luar biasa. Tetapi tentu saja, saat kami mendekati akhir musim, poin benar-benar mulai dihitung,” kata Gardner, mengingat dia membukukan 3 kemenangan berturut-turut di Mugello, Catalonia dan Sachsenring.

“Terutama karena Raul melakoni balapan yang sangat kuat. Dan saat itulah kami benar-benar mulai berpikir tak hanya tentang gelar juara tapi juga tentang dirinya,” lanjut Remy merujuk pada nama saingan terbesarnya itu.

Meski begitu, Gardner tak menampik jika dia juga pernah melakukan kesalahan yang serius. “Satu-satunya kesalahan yang harus saya sesali adalah di Austin. Jelas, bahwa itu adalah saat yang sulit bagi saya untuk menerima dalam perspektif kejuaraan. Tetapi saya pikir, saya berhasil mengelola kekhawatiran saya dan tepat setelah crash, saya masih bisa bangkit dan maju.”

“Kebangkitan itu perlu karena hanya tersisa 3 balapan. Dan tidak ada yang benar-benar hilang. Jadi saya bertarung lebih keras dari sebelumnya. Kemudian saya berhasil memperlebar jarak lagi,” tambahnya.

Di sisi lain, menurutnya crash yang terjadi di Portimao berbeda. “Bagi saya, Portimao benar-benar menentukan tahun ini. Saya harus tetap tenang ketika saya masih merasakan sakit di tulang rusuk saya. Meski begitu, saya berhasil mengamankan apa yang bisa dibilang salah satu kemenangan terpenting musim ini,” imbuhnya.

“Ada saat-saat yang sangat menegangkan, dan saya harus mengatakan ada bagian di mana secara mental itu sangat sulit. Tetapi pada akhirnya kita tidak boleh terjebak dalam kesalahan yang telah dibuat, kita harus menggunakannya untuk kemajuan. Saya pikir saya belajar banyak tentang itu tahun ini, terutama bagaimana menangani tekanan, terutama tekanan yang diberikan oleh Raul.”

Pengalaman Berharga untuk MotoGP

“Saya pikir ini adalah keterampilan yang akan dapat saya gunakan lagi di masa depan, baik di MotoGP atau di kompetisi lain,” ujar Gardner tentang bagaimana mentalnya menjalani Kejuaraan di Moto2.

Sekarang pada 2022, dia akan balapan di kelas utama. “Saya tidak sabar untuk melakukan debut saya di kategori ini. Meskipun, tentu saja akan ada banyak yang harus dipelajari. Saya pikir, kita harus mewaspadai Raul karena dia akan melaju sangat cepat,” pungkasnya.

Related Articles

1 COMMENT

Leave a Reply to Anonymous Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page