Jarvis: Vinales Bertarung Melawan ‘Ketakutannya’ Sendiri

RiderTua.com – Lin Jarvis berbicara tentang hal yang memicu kepergian Maverick Vinales dari Yamaha di tengah jalan… Di mana menurut dia dilatarbelakangi oleh karakter pembalap yang ditandai dengan naik turunnya performa. Jarvis mengatakan, “Vinales bertarung melawan ketakutan atau tekanannya sendiri, hanya dia yang bisa mengendalikan pikirannya.”.. Menurut Jarvis penampilan eksplosif Quartararo berpengaruh, Vinales tahu seberapa cepat Quartararo…. Sebuah peringatan bagi tim Aprilia agar tidak terulang dan bisa mengendalikan Vinales di tahun-tahun mendatang dengan memperlakukan dia secara berbeda karena karakternya itu..

Kepergian traumatis pembalap Yamaha dimulai dari peristiwa di GP Austria, dan itu adalah salah satu poin terpanas dari semua kejadian di paddock MotoGP musim ini.. Sebelum kejadian itu, pada hari Senin setelah GP Belanda, Vinales mengumumkan tidak akan melanjutkan kontrak yang masih harus dipenuhi pada tahun 2022..

Setelah liburan musim panas, balapan pertama di Spielberg berakhir dengan fatal, menyelesaikan dua lap terakhir di belakang dan mengendarai motor dengan tidak menentu. Yamaha menganalisis data yang ada pada lap terakhir itu dan menganggap sikap Vinales tidak dapat diterima, hingga diskors..

Salah satu tokoh kunci yang harus menangani proses yang tidak menyenangkan ini adalah Lin Jarvis, di mana sebagai direktur Yamaha MotoGP, harus menyelesaikan konflik tersebut.

Kedua pembalap mereka terlihat sangat kontras.. Fabio Quartararo melejit, sementara rekan setimnya tidak menemukan jalan keluar selain mengubah suasana dengan hengkang. Menurut Lin Jarvis, kepribadian kedua pembalap sangat berkaitan dengan bagaimana mereka mengelola musim ini.

“Saya pikir Maverick adalah orang yang jauh lebih rumit daripada Fabio. Dia memiliki bakat mentah yang sama dengan Fabio, tetapi dia lebih sulit. Itu adalah karakternya, yang ditandai dengan pasang surut,” kata Jarvis..

Menurut Jarvis, terobosan eksplosif Quartararo dan penampilannya yang luar biasa mempercepat keputusan Vinales. “Dengan Maverick kami selalu mengatakan bahwa kami tahu dia memiliki potensi, dan saya pikir tahun ini dia bisa mencapai hal yang sama dengan Fabio meraih gelar. Pada 2020, Fabio memenangkan tiga balapan di tim satelit dan dengan motor spek resmi hanya satu. Segera dia (Vinales) tahu seberapa cepat Quartararo. Saya pikir Vinales masih bertarung melawan tekanan sendiri, dan itu adalah sesuatu yang hanya dia yang bisa menyelesaikannya. Hanya dia yang bisa mengatur pikiran dan hidupnya,” kata Jarvis.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page