Nakagami Kritik Ride Height Device Honda: Tak Berfungsi?

0

RiderTua.com – Takaaki Nakagami menyelesaikan balapan MotoGP di Misano di posisi ke- 10. Di trek lurus, pembalap LCR Honda itu tidak berdaya melawan pesaingnya, alasannya karena perangkat Ride Height Honda, masih belum sempurna dibanding lawan, akselerasi masih ngempos dibanding si merah. Balapan MotoGP seri ke-14 di Misano dapat dikatakan sebagai balapan kering meskipun prakiraan cuaca berubah-ubah. Pembalap asal Jepang itu memuji kondisi di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli. “hari Minggu sedikit lebih dingin ketimbang hari Sabtu, tapi level gripnya oke. Biasanya setelah balapan Moto2, level gripnya cukup rendah dibandingkan FP4. Tapi kali ini mirip dengan FP4. Itu sebabnya saya mengatur catatan waktu di balapan yang mirip dengan latihan,” ujar pembalap berusia 29 tahun itu. Mengenai efektifitas alat yang digagas oleh Ducati ini Taka berujar, “Kami selangkah di belakang saat ini,” katanya

Nakagami Kritik Perangkat Ride Height Honda: Tak Berfungsi Baik?

Nakagami bertarung melawan Brad Binder (KTM) di balapan tersebut, namun pada akhirnya dia harus mengaku kalah. Pembalap berusia 29 tahun itu melintasi garis finis di posisi ke-10, 18,519 detik di belakang pemenang GP San Marino Pecco Bagnaia (Ducati).

“Perasaan pada motor tidak buruk, tapi kami saat ini kehilangan banyak waktu saat keluar tikungan,” kata Taka usai balapan. Dia menyalahkan perangkat Ride Heigh Device, yang telah digunakan oleh semua produsen sejak musim ini. Hal ini memungkinkan pembalap untuk menekan bagian belakang kendaraan saat membalap. Ini akan memberi motor lebih banyak traksi dan akselerasi yang lebih baik.

Namun Nakagami tidak begitu antusias dengan perkembangan di Honda. “Semua pembalap menggunakan perangkat ini, tetapi sepertinya perangkat Honda tidak berfungsi dengan baik. Karena ketika pabrikan lain menggunakannya, bagian belakang motor mereka lebih rendah ketimbang milik kami,” ungkap Taka.

Hal ini juga terlihat pada pembalap asal Jepang tersebut dalam balapan. “Jika saya di depan pembalap lain, sangat mudah bagi mereka untuk menyalip saya setelah trek lurus. Dan jika saya membalap di belakang mereka, saya kehilangan hingga 0,2 detik sebelum tikungan berikutnya. Hal ini membuat sulit untuk mengembangkan strategi dalam balapan, terutama dengan Ducati,” ujarnya.

“Kecepatannya sendiri tidak terlalu tinggi. Masalahnya, ketika saya berada di belakang pembalap lain, saya tidak bisa menyalip mereka karena saya kehilangan waktu saat keluar tikungan. Dan saat ini perangkat itu tidak cukup baik, kami selangkah di belakang saat ini.”

Khususnya Ducati, lebih kuat dari pembalap Honda di trek lurus. “Produsen lain dapat menggunakan lebih banyak tenaga berkat perangkatnya. Karena motor mereka lebih rendah, pembalap lain mengalami wheelie yang lebih sedikit dan dapat membawa lebih banyak power ke lintasan. Kami tidak tahu bagaimana kami bisa menyelesaikan masalah ini saat ini,” aku Nakagami putus asa. Pada tes resmi MotoGP pada Selasa dan Rabu, pihak Jepang berharap ada perbaikan agar bisa masuk 6 besar pada balapan berikutnya.

Leave a Reply