Pensiun? Semua Aplikasi Medsos Marc Dihapus

1

RiderTua.com – Semua aplikasi medsos Marc Marquez dihapus, semua dilakukan agar bisa fokus, karena medsos menurutnya bisa menghancurkannya secara mental selama masa ‘comeback’, yang berujung pensiun (seperti Puig saat cedera parah dan pensiun)… Finis ke-7 saat comeback di Portimao, memicu ledakan emosi Marc Marquez dan di garasi Honda. Rider Repsol Honda itu tidak bisa lagi menahan emosinya. Kelegaan dan beban yang terlalu berat yang ada di pundak pembalap berusia 28 tahun itu runtuh seketika. Pembalap asal Spanyol itu mengalami patah lengan kanan atas karena crash parah di Jerez, dan menjalani proses pemulihan yang panjang. Marc menceritakan bagaimana dia menghabiskan waktu selama berbulan-bulan karena cederanya. Pembalap pabrikan Honda itu berbicara blak-blakan tentang perasaannya dan ilmu penting yang didapatnya selama ini.

Semua Aplikasi Medsos Marc Marquez Dihapus

Namun, setelah lega karena comebacknya yang berjalan sukses, Marc Marquez kesulitan dalam balapan selanjutnya. Di Jerez juara dunia 8 kali itu hanya finis ke-9, kemudian 3 kali crash yakni di Le Mans, Mugello dan Catalunya. Hal ini sontak membuat pemenang GP 83 kali itu ragu, apakah dia akan bisa kembali ke kekuatan lamanya. Dan dengan kemenangannya di Sachsenring, dia berhasil menyingkirkan keraguan ini.

Puig Pensiun Karena Cedera

Alberto Puig sang manajer tim Repsol Honda mengalami cedera patah kaki pada tahun 1995 di Le Mans. Dua tahun kemudian dia mengumumkan pensiun, karena merasa tidak lagi berada di level tertinggi baik fisik maupun mental.

Marc Marquez pun ditanya, pernahkah dia punya pemikiran seperti itu dalam 9 bulan absen tidak balapan?

“Tentu saja, saya memikirkan segala macam skenario, terutama yang berkaitan dengan fisik saya. Ketika kita masuk ke dalam garasi, kita harus dapat berkonsentrasi penuh pada apa yang terjadi di garasi. Jika kita tidak bisa, itu akan menghancurkan kita secara mental,” jawab Marc.

“Jadi saya menghapus semua aplikasi media sosial dari ponsel saya. Saya mengirim foto dan teks yang ingin saya publikasikan ke grup WhatsApp, dan orang lain mempostingnya untuk saya. Saya belum pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya, tetapi saya harus melakukannya. Media sosial bisa menjadi bencana bagi para atlet dan juga bagi saya. Jika saya mulai memikirkan semua berita, saya ingin berkonsentrasi penuh pada pekerjaan saya.”

Kemudian Marc ditanya lagi, apakah lebih sulit bagi dia untuk mempertahankan kontrol mental ketimbang fisik?

“Secara fisik kita merasakan batasnya. Ketika kita menguji sesuatu, kita segera menyadari, oke, itu tidak berhasil. Tetapi secara mental kita tidak bisa merasakan batasan ini. Sisi psikis harus membantu sisi fisik. Secara mental saya harus memahami bahwa tubuh saya belum siap,” jawab Marc.

“Saya seorang pembalap yang memberikan segalanya di setiap sesi, tapi saya belum siap untuk itu saat ini. Semua pembalap telah bergerak lebih dekat bersama-sama, sehingga pembalap yang berbeda berada di depan tergantung pada trek. Saat ini Fabio Quartararo adalah yang paling konsisten, tapi bukan pembalap yang membuat perbedaan besar. Motor juga mengalami peningkatan.”

Adiknya Alex pernah berkata, bahwa setelah Marc pensiun mungkin akan menulis sebuah buku. Di mana Marc akan mengungkapkan semua rahasia yang belum di ketahui khalayak umum. Bisakah Marc membagikan salah satunya rahasianya itu?

“Saya selalu jujur ​​dan menceritakan semuanya. Tapi satu hal yang mengejutkan saya adalah kita harus selalu menjaga tubuh kita. Saya suka balap, itu gairah saya, hidup saya. Namun jika ingin berkarir panjang, kita harus merawat tubuh. Ini sangat penting tidak hanya dalam hal karier kita, tetapi juga dalam kehidupan pribadi kita,” ungkap Marc.

Suka Memendam Emosi

Setelah kembali di Portimo dan merayakan kemenangan di Jerman, apa arti balapan bagi Marc? Apakah sulit bagi Marc untuk menunjukkan emosionalnya yang belum pernah dilihat banyak orang sebelumnya?

“Saya adalah orang yang suka memendam emosi. Ketika saya senang, saya menunjukkannya. Namun, ketika saya marah atau karena sesuatu, saya mencoba untuk menyimpannya. Tapi di dua balapan saya tidak bisa mengendalikannya. Salah satunya ketika saya melihat Alberto Puig menangis di Parc Ferme. Dia adalah pria yang kuat, tetapi dia bahkan bisa sangat emosional,” ujar Marc.

“Seluruh tim, bahkan orang Jepang menunjukkan perasaan mereka. Semuanya terlihat bagus di luar, tetapi di dalam kami tahu kami akan melalui waktu yang sulit. Kami tahu bahwa setelah cedera serius, banyak pembalap yang belum mencapai level yang sama seperti sebelumnya. Saat ini saya tidak sebaik dulu, tapi saya akan mencoba. Saya dalam proses kembali ke kekuatan saya, untuk menjadi Marc yang dulu lagi.”

1 COMMENT

Leave a Reply