Insentif Pajak Nol Persen Diperpanjang Hingga Bulan Agustus 2021!

1
(Toyota Motors Cebu)

RiderTua.com – Banyak orang yang menyayangkan insentif pajak nol persen hanya berlaku sampai Mei 2021. Padahal insentif ini sudah membantu meningkatkan angka penjualan mobil yang sempat terpuruk sebelumnya. Kini pemerintah Indonesia memutuskan untuk memberikan perpanjangan keringanan PPnBM nol persen hingga Agustus 2021. Sehingga produsen punya lebih banyak kesempatan untuk menaikkan penjualannya.

Baca juga: Ada Perlambatan Penjualan Mobil Pada Mei 2021, Kenapa?

Perpanjangan Keringanan PPnBM Nol Persen Sampai Agustus

Memang selama bulan Maret hingga Mei 2021, penjualan mobil mengalami peningkatan drastis dari tahun sebelumnya. Meskipun bulan Mei mencatatkan adanya penurunan penjualan akibat masa libur dan larangan mudik Lebaran. Tapi itu bukan berarti insentif tersebut gagal, karena hasilnya sudah jauh lebih baik dari tahun lalu.

Dengan hasil yang didapat ini, seharusnya insentif ini bisa diperpanjang untuk memulihkan angka penjualan. Walaupun butuh waktu lama untuk memulihkan keadaan, setidaknya itu akan lebih baik untuk mempertahankan kondisi. Untuk itulah, pemerintah mempertimbangkan untuk memperpanjang insentif nol persen tersebut.

(Tempo.co)

Makin Laris?

Tentu ini menjadi kabar baik bagi produsen mobil karena pada akhirnya mereka bisa kembali menikmati insentif pajak nol persen. Terlebih setelah sebelumnya mereka mendapat untung dari itu dengan adanya kenaikan penjualan secara signifikan. Itu saja sudah membuat produsen senang.

Masih ada 23 mobil yang mendapat insentif dan sudah memenuhi syarat. Dari jenis sedan, MPV, sampai SUV, dari model Avanza-Xenia, Vios, Yaris, Rush-Terios, sampai Rocky-Raize. Sebagian besar berupa merek asal Jepang, dan hanya ada satu merek mobil yang berasal dari luar Jepang yang mendapat insentif, yaitu Wuling Confero.

Semoga saja dengan ini, maka penjualan mobil bisa lebih stabil hingga Agustus 2021 mendatang. Setelahnya, insentif tetap diberlakukan, hanya saja diskonnya berbeda dengan sebelumnya, yaitu hanya sebesar 50 persen.

1 COMMENT

Leave a Reply