Apakah Honda RC213V Masih Motor Juara?

1

RiderTua.com – Apakah Honda RC213V masih merupakan motor juara?.. Honda harus bikin RC213V ramah bagi semua pembalap… Menjelang GP Catalunya yang notabene adalah balapan kandang bagi Marc Marquez, pada hari Kamis rider Repsol Honda itu mengatakan, “Mugello adalah balapan yang sulit bagi saya, seperti semua balapan sejak saya comeback. Kami akan mencoba mengambil strategi lain di Montmelo. Terkadang pembalap harus membantu motor dan sebaliknya terkadang motor harus membantu pembalap,” kata Marc. Strategi cerdik apa yang akan diterapkan Marquez Minggu ini..?

Apakah Honda RC213V Masih Motor Juara?

Ketika Marc Marquez ditanya, apa yang paling mengejutkan bagi dia sejak comeback-nya di Portimo? Rider berusia 28 tahun itu merenung sebentar dan kemudian menjawab, “Ketika saya kembali, saya melakukannya karena saya merasa kurang lebih siap untuk mengendarai motor. Yang paling mengejutkan saya adalah betapa beratnya motor MotoGP pada bodinya.”

“Jika kita hanya duduk di rumah untuk waktu yang lama, kita pasti akan sedikit lupa. Kita merasa lebih dari siap saat berada di gym. Tetapi setelah kita mengendarai motor MotoGP, berbagai kekuatan akan bertindak dimana hal ini tidak dapat kita simulasikan di gym. Misalnya, saya sudah bisa mengendarai motor jalanan untuk melahap banyak lap, tapi saya masih tidak bisa melahap meski hanya 5 lap dengan agresif di motor MotoGP.”

Juara dunia 8 kali itu menambahkan, “Mereka adalah motor terbaik di dunia dan pembalap terbaik di dunia. Kita harus 100 persen dalam segala hal jika ingin memperebutkan podium.”

Diketahui bahwa pemenang GP 82 kali itu tidak mendekati 100 persen setelah cedera lengan atas yang berkepanjangan. Sebelum GP Catalunya, dia mengatakan masih harus minum antibiotik. Bagaimana Marc melita dirinya saat ini? “Sejak saya kembali, sulit untuk memahami apa yang terjadi di trek atau di motor,” jawab kakak Alex Marquez itu.

“Saya mulai melihat sedikit ke dalam set-up atau peningkatan yang dibuat Honda dan para pembalap Honda tahun lalu. Tapi kemudian saya tidak mengerti apa-apa dan kembali ke motor standar saya, motor yang saya tahu, yang saya kendarai di Jerez pada tahun 2020. Itu lebih baik, tapi saya masih tidak mengerti apa-apa. Jadi saya tahu, ‘Oke, saya butuh kilometer.’ Ini hanya tentang mengendarai motor tanpa membuat banyak perubahan.”

“Hasilnya, saya meningkat 0,1 detik. Tapi saya bisa merasakan dengan sangat jelas, apakah saya membalap dalam keadaan bugar atau lelah. Saya tidak memperhatikan bahwa, dulu saya biasanya bisa lolos dari FP1 ke balapan. Sekarang selama akhir pekan, saya menemukan bahwa saya membalap dengan cara yang berbeda dari satu hari ke hari berikutnya. Motornya sepertinya berubah, tapi tetap sama. Itu hanya perasaan, gaya balap saya.”

“Ini adalah hal-hal yang harus saya pahami dan terima. Saya juga harus menerima bahwa semua pembalap ini sekarang lebih cepat dari saya. Itu adalah proses yang harus saya lalui jika ingin mencapai tujuan akhir saya untuk kembali ke level yang sama seperti sebelumnya,” lanjut juara dunia MotoGP 6 kali itu.

Kadang Motor akan Bantu Pembalap Tapi Kadang Pembalap yang Bantu Motor

Mengomentari tentang RC213V, Marc Marquez mengatakan, “Honda menjadi motor yang sulit dalam beberapa tahun terakhir, tetapi menjadi motor pemenang. Saya pikir kami berada di level yang sama sekarang. Ini hanya motor yang sulit, kami memiliki beberapa kelemahan, tetapi potensinya ada.”

“Fakta bahwa saya tidak berada di trek tahun lalu dan Cal (Crutchlow) tidak dalam kondisi yang sangat baik, mungkin berarti bahwa kami kehilangan 1 tahun untuk melanjutkan pengembangan dan mempertahankan level yang sama dengan lawan kami. Tapi Honda bekerja sangat keras untuk memberikan semua pembalap Honda motor yang baik, lebih baik dan lebih mudah. Apa yang saya temukan? Jika saya menderita dari aspek fisik tertentu, maka itu berdampak besar pada performa dan catatan waktu dengan motor ini. Tapi saya pikir, jika saya bugar.”

Mungkin masalahnya ada pada kesempatan untuk membuat Honda lebih ramah bagi pembalap? Marc menjawab, “Seperti semua pembalap Honda dalam beberapa tahun terakhir, saya telah mengatakan bahwa kami membutuhkan motor yang lebih ramah pembalap untuk semua gaya balap. Saya telah mendengar beberapa hal bahwa mereka akan mengikuti umpan balik. Tetapi komentar semua pembalap Honda mengarah ke arah yang sama.”

“Seperti yang saya katakan, ini adalah motor yang kritis. Tetapi jika saya bisa menemukan jalan, saya bisa menang dengannya. Misalnya pada 2019, saya jatuh 20 kali di sesi latihan. Sulit untuk menemukan limitnya. Semua pembalap Honda kesulitan tahun ini, tetapi kami bekerja bersama, kami adalah tim, kami berada di kapal yang sama. Terkadang pembalap harus membantu motor dan sebaliknya terkadang motor harus membantu pembalap. Dalam kasus saya, kami sekarang membutuhkan bantuan di kedua sisi. Bersama-sama kita akan mencoba menemukan jalan kembali ke puncak.”

1 COMMENT

Leave a Reply