‘Pembalap Sultan’ Kembali Gantikan Martin di Le Mans

1

RiderTua.com – Tito Rabat yang dulu mendapat julukan pembalap sultan itu akan kembali gantikan Jorge Martin di Le Mans… Crash parah yang dialami rookie Jorge Martin di GP Portugal menjadi sorotan. Bagaimana tidak, rider Pramac Ducati itu mengalami 7 patah tulang dan harus menjalani 3 prosedur operasi yang berbeda. Jelas banyak yang menyayangkan crash naas itu, mengingat pembalap berusia 23 tahun itu baru saja meraih podium pertamanya sekaligus pole position pertamanya di kelas MotoGP di musim debutnya di GP Qatar-2. Menurut tim dokter, Martin setidaknya harus melewatkan 2 balapan untuk masa pemulihan. Di GP Spanyol dia digantikan oleh Tito Rabat. Dan baru-baru ini, tim milik Paolo Campinoti mengumumkan bahwa Rabat masih akan menggantikan Martin di putaran ke-5 musim 2021 GP Prancis di Le Mans.

Tito Rabat Kembali Gantikan Jorge Martin di Le Mans

Juara Dunia Moto3 2018 (di Gresini Honda) itu mengalami kecelakaan horor di FP3 GP Portimao. Empat hari kemudian atau tepatnya pada hari Rabu 21 April, rookie yang menderita tujuh patah tulang itu harus menjalani tiga operasi.

Di Jerez, Jorge Martin harus digantikan oleh Tito Rabat di tim Pramac Ducati. Karena tes rider Michele Pirro pada 29-30 April melakoni tes pribadi MotoGP di Mugello. Dia juga akan ambil bagian dalam kejuaraan Superbike Italia untuk tim Barni Ducati yang digelar akhir pekan depan.

Direktur Olahraga Ducati Paolo Ciabatti mengatakan, “Seperti yang sudah diumumkan, Jorge Martin juga akan absen dari GP Le Mans. Tapi kami pasti mengandalkan kembalinya dia di GP Mugello dua minggu kemudian.”

Di GP de France di sirkuit Bugatti, Tito Rabat akan kembali menunggangi Desmosedici Ducati 2021 milik Jorge Martin. Dimana kabar ini juga sudah dikonfirmasi oleh manajer tim Pramac Francesco Guidotti.

Tim Pramac Racing terjun di kelas MotoGP bersama Ducati sejak 2005. Sejauh ini mereka belum merayakan satu pun kemenangan. Namun mereka menatap GP Prancis dengan penuh optimis. Johann Zarco diharapkan bisa mengakhiri masa paceklik ini di balapan kandangnya.

Sejauh ini, rider berusia 30 tahun itu sudah mengantongi 8 kali naik podium, namun belum satu pun meraih kemenangan. Zarco sempat memimpin klasemen Kejuaraan Dunia sebelum akhirnya digusur Fabio Quartararo di GP Portimao. Tak salah jika Pramac menjadikannya ujung tombak di Le Mans. Dan ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk merengkuh kemenangan perdana di kelas premier.

1 COMMENT

Leave a Reply