Citroen Ami Cargo, Mobil EV Mungil Nan Lincah!

1
(Motor1)

RiderTua.com – Meski tak setenar merek mobil lainnya, tapi Citroen memiliki sejumlah produk yang berkualitas. Dan baru-baru ini produsen asal Prancis tersebut menghadirkan mobil terbarunya bertenaga listrik. Disebut sebagai Citroen Ami Cargo, mobil mungil ini bisa dijadikan mobil niaga yang diandalkan di jalanan perkotaan. Meski harganya belum diumumkan, tapi kehadirannya patut dinanti.

Baca juga: Penjualan Mobil Meningkat di Bulan April 2021, Tapi…

Citroen Ami Cargo yang Bisa Dijadikan Mobil Niaga

Dari desainnya bisa dikatakan cukup imut, karena Ami Cargo memiliki dimensi yang lumayan kecil. Sekilas nampak seperti model kei car yang dijual di Jepang, hanya saja ini buatan merek mobil asal Eropa. Tentu ada tujuan tersendiri kenapa Citroen mau menghadirkan mobil mungil seperti Ami ini.

Karena memiliki bodi yang mungil, Ami Cargo memiliki radius putar 3,6 m, sehingga berkendara dengan mobil ini menjadi lebih menyenangkan di jalanan perkotaan. Selain itu, Ami Cargo bisa dikendarai oleh pengemudi berusia 14 tahun. Lho? Memangnya boleh? Di Prancis, aturan memiliki SIM berbeda dengan di Indonesia, dimana lisensi berkendara bisa didapatkan oleh mereka yang berusia 14 tahun.

(GridOto)

‘Mini Car’

Ukurannya yang mungil juga dapat menyiasati lahan parkir yang sempit. Layaknya kei car ala Jepang, desain mobil dibuat lucu dan modern agar menarik perhatian anak muda dan konsumen wanita. Tak hanya disediakan sebagai mobil pribadi saja, tetapi juga sebagai mobil sewaan.

Walau mungil, soal daya angkutnya bisa dikatakan cukup optimal, karena Ami Cargo didesain sebagai mobil dua fungsi, yaitu mobil penumpang dan niaga. Ami menggendong baterai 5,5 kWh yang memiliki daya tempuh 75 km dalam keadaan penuh yang terisi selama 3 jam. Tenaganya hanya mencapai 8,2 dk saja, tapi itu sudah cukup maksimal untuk mobil mini seperti ini.

Soal harganya, Citroen masih belum mengumumkannya, apalagi menjual mobil ini secara publik. Tapi sepertinya kehadiran Ami Cargo disana takkan lama lagi, dan mungkin akan disebar ke sejumlah negara di Eropa setelahnya.

1 COMMENT

Leave a Reply