Pedro Acosta Lompat ke MotoGP, Aki Ajo Bentak: Tutup Mulutmu!

1

RiderTua.com – Remy Gardner atau Pedro Acosta yang akan naik kelas ke MotoGP?.. Jika Acosta ‘lompat’ ke MotoGP tanpa melewati Moto2, bos Aki Ajo akan marah dan bentak: tutup mulutmu. Ada pertanyaan menarik buat bos Ajo Motorsport, bagaimana jika anak didiknya ‘merengek’ naik ke MotoGP tanpa melewati Moto2 dulu, dengan alasan gaji lebih gede.. Untuk diketahui, dengan membukukan 90 kemenangan balapan di kelas 125 cc, Moto3 dan Moto2, mantan pembalap asal Finlandia Aki Ajo adalah bos tim balap paling sukses dalam 20 tahun terakhir. Sejak 2012, dia dan Red Bull KTM membentuk tim nomor 1 asal Austria di kelas silinder tunggal empat langkah 250 cc. Bersama dengan Tech3-Moto3-KTM-Team, Ajo-Team membentuk ‘KTM MotoGP Academy’. Yang punya tugas untuk merekrut talenta-talenta muda dari Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship untuk balapan yang lebih tinggi di kelas Moto2 dan MotoGP. Bersama Pedro Acosta, Raul Fernandez dan Remy Gardner, bos tim KTM Red Rull Aki Ajo sudah punya pembalap yang memiliki format MotoGP. Aki Ajo tidak ingin terburu-buru dan mengungkapkan rahasia strateginya yang merengkuh kesuksesan.

Pedro Acosta Lompat ke MotoGP, Aki Ajo Bentak: Tutup Mulutmu!

Musim 2021, tim Red Bull-Ajo dengan empat pembalapnya (Acosta dan Masia di Moto3, Remy Gardner dan Raul Fernandez di Moto2) telah meraih 5 dari 8 kemungkinan kemenangan GP. Di Moto3, tim Ajo memegang peringkat 1 dan 5 di Kejuaraan Dunia dan peringkat 1 dan 3 di Moto2.

Itu artinya, Ajo Motorsport dapat menawarkan Gardner, Fernandez dan Acosta ke Red Bull KTM hingga tiga talenta luar biasa punya akademi milik sendiri itu naik ke kelas premier untuk tahun 2022 dan 2023.

Tapi Aki Ajo dikenal rendah hati. Meskipun dia telah memenangkan 6 gelar kejuaraan dunia bersama timnya, dia tak mau jumawa. Rencana besar dan prediksi yang berani adalah kutukan baginya. Dia lebih suka membiarkan semuanya berjalan apa adanya dan hasil akan berbicara sendiri.

Oleh karena itu, Aki Ajo memilih untuk tidak membicarakan prospek masa depan anak didiknya yang berbakat.

Baru-baru ini Ajo dijuluki ‘patung’ oleh Acosta karena sikapnya. Ajo berkata, “Lebih baik jika kita tetap membumi. Jika kami dapat menawarkan pembalap dari struktur Moto2 kami ke dua tim KTM MotoGP setiap tahun, itu lebih dari cukup. Itu selalu merupakan proses yang panjang untuk mengevaluasi pembalap, kemudian membawanya ke tim yang tepat dan di waktu yang tepat. Dan kemudian diputuskan masuk ke kategori yang benar.”

“Saya selalu membandingkannya seperti kelas di sekolah. Kita mungkin bisa melewatkan satu kelas. Tetapi jika kita naik kelas terlalu cepat, hal itu dapat menimbulkan konsekuensi yang merugikan,” imbuhnya.

Mengambil Pengalaman dari jack Miller

Pada musim 2014 lalu, Jack Miller menjadi runner-up di Kejuaraan Dunia Moto3 di Tim Red Bull KTM Ajo. Kemudian pembalap asal Australia itu mempertaruhkan karirnya dan langsung promosi ke kelas MotoGP dan dia melewatkan Moto2.

Aki Ajo kemudian mengambil alih manajemen pribadi dari Miller di kelas MotoGP. Dari kata-katanya dapat dilihat, bahwa hari ini dia tidak akan merekomendasikan lompatan jauh ini kepada anak didiknya.

“Kamu bisa melakukannya. Saya tidak ingin menilai apakah itu benar atau salah. Bisa dibilang fase pembelajaran di kelas MotoGP akan memakan waktu lebih lama jika langsung beralih dari 250 cc ke 1000 cc. Dan kita tahu bahwa banyak bos tim dalam olahraga ini tidak memiliki kesabaran untuk menunggu sampai tercapai kesuksesan,” lanjut Ajo.

Sebagai pengingat, HRC mendukung Stefan Bradl di LCR mulai 2012 hingga 2014. Setelah itu HRC mendukung Miller selama tiga tahun untuk menggantikannya. Tapi akhirnya HRC kehilangan kesabaran juga dengannya, itulah sebabnya Miller pindah ke Pramac.

Red Bull Ajo Motorsport – Derbi

“Saya lebih suka bersabar dan melangkah selangkah demi selangkah,” ujar Aki Ajo menegaskan.

Tetapi beberapa pembalap muda hanya melihat besaran gaji rider MotoGP, dan hampir tidak sabar menunggu promosi untuk naik kelas. Manajer yang tamak melakukan bagian mereka. Tentu saja mereka mendambakan komisi yang besar.

Dan Ajo mengakui hal ini, dia menambahkan, “Kemungkinan ada orang yang ‘rabun jauh’. Tapi Moto3 dan Moto2 bukanlah waktu yang tepat untuk memikirkan uang besar. Ada tugas yang lebih penting.”

Jawaban apa yang akan diberikan Aki Ajo kepada anak didiknya Pedro Acosta, jika dia meminta nasihatnya apakah dia harus naik ke kelas MotoGP pada tahun 2022, 2023 atau 2024?

Secepat kilat Ajo langsung menjawab, “Jika sekarang Pedro atau rider lain dari tim saya bertanya kepada saya tentang hal itu, saya hanya akan memiliki jawaban singkat, ‘tutup mulut!’ Karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya.”

Sistem dari Aki Ajo, KTM dan Red Bull telah membuktikan nilainya dalam hal ini. “Saya mendiskusikan banyak hal dengan mitra saya di KTM dan Red Bull. Kami akan mengambil langkah bersama pada waktu yang tepat. Kami memotivasi bakat dengan cara yang benar. Itu adalah bagian penting dari proses belajar dan mendidik,” pungkas manajer tim bertangan dingin ini.

1 COMMENT

Leave a Reply