Gaya Balap Danilo Petrucci Mirip Pol Espargaro

0

RiderTua.com – Gaya balap Danilo Petrucci mirip Pol Espargaro. Pembalap asal Terni, Italia itu penasaran dengan motor KTM… Danilo Petrucci sudah tidak sabar menunggu tes pertama dengan menunggangi KTM RC16 pada 6 Maret di Qatar. “Saya bisa melaju kencang dengan KTM dengan gaya balap yang berbeda. Gayaku mirip dengan Pol Espargaro,” katanya. Apakah Petrucci akan cepat dan mudah beradaptasi dengan mesin V4-KTM?

Danilo Petrucci: Penasaran dengan Motor KTM

Selama 6 tahun di Ducati, Danilo Petrucci berhasil memenangkan 10 tempat podium di Kejuaraan Dunia MotoGP. Termasuk dua kemenangan di Mugello 2019 dan Le Mans 2020. Untuk musim 2021 ini, dia menandatangani kontrak selama satu tahun dengan KTM dan menginginkan kepercayaan dari KTM Tech3 Factory Racing Team milik Herve Poncharal dengan kesuksesan lebih lanjut.

Pembalap asal Roma-Italia berusia 30 tahun itu memasuki musim MotoGP ke-10 dan tidak merahasiakan fakta bahwa, dia sekarang ingin memenangkan lebih dari satu balapan dalam setahun.

Namun Petrux harus sabar menunggu hingga 6 Maret, setelah tes Sepang dibatalkan (19-21 Februari). Di hari itu dia baru diizinkan melakukan lap pertama dengan KTM RC16 di Sirkuit Losail di Doha-Qatar. Dia kemudian memiliki waktu 5 hari untuk beradaptasi, sebelum menghadapi pertempuran dua balapan pertama musim ini.

Tahun lalu, Pol Espargaro berhasil menorehkan enam kali finis di tempat ketiga, Miguel Oliveira mencatatkan 2 kemenangan dan Brad Binder 1 kemenangan bersama KTM. Ini adalah tiga pembalap dengan gaya membalap yang sangat berbeda. Kemudian muncul pertanyaan, setelah sekian lama menunggangi Ducati-V4, apakah Petrucci akan cepat beradaptasi dengan mesin V4-KTM?

Gaya Balap Danilo Petrucci Mirip Pol Espargaro
Gaya Balap Danilo Petrucci Mirip Pol Espargaro

Sebenarnya Qatar Bukan Lokasi yang Tepat untuk Tes

“Tentu, saya sedih karena tidak bisa tes pada November atau Februari. Khusus tes Sepang, akan sangat informatif karena merupakan trek balap yang sangat lengkap, dengan tikungan lambat dan cepat serta dua lintasan lurus yang panjang, dengan trek yang naik turun. Dan saking panasnya, permukaan aspal disana selalu agak berminyak di sore hari. Ini adalah kondisi tersulit yang dapat saya temukan di tahun ini.”

“Bahkan di balapan musim panas, cuaca sering panas dan licin. Jadi ini bukan kondisi yang tidak biasa. Saya sekarang memiliki waktu 5 hari tes di Qatar, lalu kami akan menjalani dua balapan di sana. Losail bukanlah trek uji terbaik untuk mengenal motor 100 persen. Karena Doha tidak terlalu panas pada malam hari di bulan Maret, tidak ada tikungan yang sempit dan oleh karena itu tidak ada zona pengereman yang keras.”

“Tapi kita tidak bisa mengubahnya. Kita bisa mencoba banyak hal dalam lima hari. Selain itu, saya suka lintasan di Doha. Dalam latihan saya selalu cepat , tetapi saya tidak pernah melakukan pekerjaan dengan baik saat balapan disana. Sudah saatnya saya melakukan pekerjaan dengan baik di sana.”

Leave a Reply