Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?

0
Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?
Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?

RiderTua.com – Mengapa Vinales selalu berada dalam bayang-bayang Marquez?… Maverick Vinales adalah salah satu pembalap paling berbakat dalam 10 tahun terakhir. Namun di Kejuaraan Dunia MotoGP dia hanya berhasil 2 kali finis di tempat ketiga dalam 6 tahun. Selain Vinales, siapa pembalap yang paling berbakat dalam rentang waktu satu dekade? Dan mengapa dia selalu di bawah bayang-bayang pembalap top lain?

Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?

Sejak September 2011, pembalap legendaris Kevin Schwantz menyadari bahwa ada 3 pembalap dari generasi muda top pada saat itu sangat menonjol. Mereka adalah Marco Simoncelli, Marc Marquez dan Maverick Vinales.

Namun ‘Super-SIC’ telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal di Sepang. Pada tahun 2011, Vinales berhasil memenangkan 4 balapan di Kejuaraan Dunia 125 cc pertamanya di Blusens-Aprilia. Saat itu dia masih berusia 16 tahun dan membuat kesan mengagumkan, sebagai peringkat ke-3 Kejuaraan Dunia dengan 248 poin.

Pada tahun 2012 Vinales naik kelas ke Moto3 dan bergabung dengan tim FTR-Honda. Pembalap asal Spanyol itu memenangkan 5 balapan di musim pertama (250 cc 4-tak, bukan 125 cc 2-tak). Di kelas ini dia juga bersinar, sebagai peringkat ke-3 di Kejuaraan Dunia dengan 207 poin.

Saat itu Vinales sempat frustrasi, karena pabrikan KTM bersama Sandro Cortese menjadi semakin tak terkalahkan seiring berlanjutnya musim. Sementara Honda serta tim Blusens tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan peluang mereka meraih gelar.

Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?
Mengapa Vinales Selalu Berada dalam Bayang-bayang Marquez?

Dibandingkan dengan Marc Marquez

Vinales memiliki tekad yang sama kuat dengan Marc Marquez. Keduanya dikaruniai bakat alami yang luar biasa, naluri balap dan keinginan mereka untuk menang adalah suri teladan.

Pada usia 18, 19, 20 dan 21 tahun, kedua pembalap ini sudah terlihat sangat dewasa. Dimana hal ini yang membedakan rookie MotoGP Jack Miller pada usia ini. Sebagai runner-up di Kejuaraan Dunia Moto3, dia berani melakukan lompatan jauh. Dia langsung terjun ke kelas MotoGP. Menurutnya, jika naik ke Moto2, dia pikir itu hanya buang-buang waktu.

Baik Marquez atau Vinales sama-sama menundukkan segalanya untuk fokus ke balapan. Mereka berlatih dengan gigih dan membuat banyak pengorbanan.

Tapi sejauh ini, kesuksesan Vinales di kelas utama masih minim. Dia dianggap tidak memperhatikan hal-hal penting yang diperlukan untuk bisa bersaing di kelas utama. Tak hanya itu, kurangnya kepercayaan diri juga menjadi penyebabnya.

Marc Lebih Unggul

Di ajang MotoGP World Championship, Maverick Vinales selalu berada di bawah bayang-bayang bintang Repsol Honda itu. Pemilik nomor start 93 itu, tak pernah kehilangan rekor apapun dari rekannya itu. Pada tahun 2016, Vinales memenangkan GP Silverstone di tahun kedua di Suzuki. Dia kemudian pindah ke tim pabrikan Yamaha sebagai pengganti Rossi.

Tapi sejauh ini, dia belum berhasil melewati rekor 2 kali finis di tempat ketiga di Kejuaraan Dunia, dan total 7 kemenangan dalam 4 tahun di Yamaha. Dia hanya memenangkan satu balapan pada tahun 2020, sementara rekan mereknya Morbidelli bahkan menjadi runner-up 2020. Sementara Quartararo memenangkan 3 balapan.

Leave a Reply