EV Honda e Dibawa ke Indonesia, Mungkinkah?

0
Mobil EV Honda e

RiderTua.com – Mobil EV Honda e disebut akan dibawa ke Indonesia kalau kondisi pasarnya sudah cukup bagus. Padahal model listrik ini sudah menjadi terkenal di seluruh dunia dan mendapatkan dua penghargaan sebagai Car of the Year. EV Honda e dibawa ke Indonesia dengan syarat kalau sudah ada insentifnya. Selain itu, pasarnya juga harus mendukung itu, walau nyatanya sudah ada tiga model sejenisnya yang dijual disini.

EV Honda e Dibawa ke Indonesia Asal Ada Insentifnya

Walau Honda memiliki sejumlah mobil listrik jauh sebelumnya, tapi semuanya hanya sebatas varian untuk model yang ada. Tapi tidak untuk model e, yang tak dibuat dari basis mobil Honda manapun. Meski desainnya agak mirip dengan Civic generasi pertamanya, belum tentu e menjadi ‘saudaranya’ sedan tersebut.

Honda e diluncurkan beberapa bulan lalu setelah sempat hadir sebagai Urban EV Concept dua tahun sebelumnya. Meski masih baru, ternyata model e langsung mendapat sambutan positif dari konsumen. Buktinya dengan dua penghargaan Car of the Year yang didapatnya selama kurang dari setahun sejak diluncurkan.

EV Honda e dibawa ke Indonesia

Membuka Potensi

Kesuksesan model e mulai menarik perhatian Honda Prospect Motor (HPM), yang mempertimbangkan untuk membawanya ke Tanah Air. Hanya saja mereka belum yakin untuk bisa membawanya mengingat segmennya belum terbentuk sepenuhnya. Terlebih tanpa adanya insentif bakal membuat harga jualnya lebih mahal lagi.

Sementara itu, Hyundai sudah menjual Ioniq dan Kona, dimana harga keduanya masih berada dibawah Rp 1 miliar, meski masih dirasa mahal. Agaknya mereka menjualnya dengan harga segitu agar segmennya bisa berkembang dengan baik di Indonesia. Apalagi sejak Toyota meluncurkan Lexus UX300e, maka segmen EV menjadi semakin ramai.

Untuk saat ini HPM masih segan untuk membawa model e terlebih dahulu, tapi bukan berarti tak ada kesempatan sama sekali. HPM menyebut kalau Honda e tetap bisa membuka potensi untuk dibawa ke Indonesia. Sepertinya mereka sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan agar produknya bisa diterima oleh masyarakat.

Leave a Reply