KTM: Bukan Sulap Bukan Sihir Tapi Buah dari Ketekunan!

RiderTua.com – Bangkitnya KTM bahkan menyalip Aprilia di peringkat tim elite adalah bukan hasil sulap dan bukan sihir, tapi buah dari ketekunan.. Pit Beirer bos KTM, berujar, “Kemenangan pertama adalah hal yang tak terduga…” Direktur KTM Motorsport itu melihat kembali 4 tahun yang lalu, saat pertama di MotoGP Austria.

KTM: Bukan Sulap Bukan Sihir Tapi Buah dari Ketekunan

“Saya kadang-kadang harus mencubit diri saya sendiri. Ketika saya bangun di malam hari, saya terkadang bertanya-tanya, apakah semuanya benar terjadi sekarang?”

“Ketika kami mulai membangun proyek MotoGP di Mattighofen, pada tahun 2014 ibarat dengan selembar kertas kosong. Kesuksesan ini sangat jauh dari angan. Seluruh perusahaan membantu untuk memulai proyek ini. Kemudian kami mulai di Qatar pada 2017 untuk pertama kalinya. 3 hingga 3,5 detik terlalu lambat per lap,” ujar bos tim Austria itu

MotoGP- KTM: Bukan Sulap Bukan Sihir Tapi Buah dari Ketekunan-Pit Beirer
KTM: Bukan Sulap Bukan Sihir Tapi Buah dari Ketekunan

Hasil Ketekunan

“Saat itu semuanya masih sangat jauh. Kami berada di paddock, tetapi tidak ada tanda-tanda balapan yang sukses saat itu,” kenang Pit Beirer. “Maka itu adalah soal ketekunan. Sekarang kami telah meraih kemenangan pertama di musim keempat. Di satu sisi yang terjadi lebih awal.”

“Empat tahun lalu kami tidak dapat membayangkan kesuksesan ini. Tapi kami terus berkembang, selalu menambahkan komponen baru ke trek. Kami mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Setiap tahun motor baru datang, residunya berkurang, Anda tahu ada sesuatu yang terjadi. Tapi ada juga kemunduran, Anda harus menyesuaikan motor dengan ban generasi baru, sekarang di musim gugur suhunya dingin.”

“Petualangan MotoGP sejauh ini seperti rollercoaster bagi kami, tetapi dengan hasil yang sangat bagus. Dua kemenangan pertama di bulan Agustus, datang sangat awal musim ini. Dan mungkin tidak terduga. Setelah itu, kami dihadapkan pada fase sulit ketika cuaca semakin dingin. Kami sebenarnya sudah tidak kompetitif lagi dan tidak bisa lagi memperebutkan 3 besar.”

Kemajuan yang Luar Biasa

Misalnya di GP Emilia Romagna di Misano-2, tidak ada pembalap KTM yang berhasil masuk 10 besar, bahkan tidak juga di balapan Aragon-1.

Tapi seminggu kemudian di Aragon, Pol Espargaro dan Oliveira finis ke-4 dan ke-6 lagi. Dan kemudian tiga pembalap KTM berhasil masuk ke 7 besar dan 6 teratas dua kali. Sebelum Miguel Oliveira meraih kemenangan ketiga dengan cara yang tak ada bandingannya di Portugal.

“Setelah GP Aragon, kami menganalisis apa yang terjadi dan dengan demikian menemukan jalan kembali ke puncak. Hasilnya, kami mengubah situasi menjadi keuntungan kami di beberapa balapan terakhir. Dan mendapatkan kemenangan ketiga kami di Portimao, pada trek yang mungkin paling sulit tahun ini. Itu kesuksesan yang sangat besar. Sulit untuk dimengerti, kami menikmatinya.”

Be the first to comment

Leave a Reply