Quartararo Berpamitan Secara Damai dengan Petronas

Fabio Quartararo: Portimao Trek MotoGP Tersulit
Fabio Quartararo: Portimao Trek MotoGP Tersulit

RiderTua.com – Tahun depan ke tim resmi, Quartararo masih memiliki kesempatan untuk berpamitan secara damai dengan Petronas SRT. Tentunya dengan seri penutup GP Portugal. Meskipun dua balapan ambyar… Pembalap Petronas Yamaha itu harus mengubur impiannya merebut gelar dunia MotoGP 2020, setelah hanya mampu mencicipi balapan hanya 6 lap di Valencia-2. Di peringkat Kejuaraan Dunia, pembalap Prancis itu merosot ke posisi ke-5 tetap dengan 125 poin. Ada banyak alasannya.

Quartararo Berpamitan Secara Damai dengan Petronas

Impian gelar juara dunia akhirnya berakhir untuk Fabio Quartararo. Setelah hanya melakoni 6 putaran, dia ‘mencium’ kerikil Valencia setelah pembalap berusia 21 tahun itu jatuh.

“Itu adalah akhir pekan yang sulit. Saya tidak tahu harus berkata apa. Sejak balapan di MotoGP Le Mans, saya sudah kehilangan semua perasaan terhadap motor. Kami harus menemukan solusi untuk kembali ke jalurnya. Kami hanya kompetitif musim ini di Jerez dan Barcelona, ​​tetapi kami memiliki masalah di banyak trek lain,” ungkapnya kesal.

Tahun dimulai sesuai dengan rencana pembalap Yamaha, dua kemenangan di awal dan satu lagi sukses di MotoGP Barcelona. Quartararo telah lama dianggap sebagai penerus sah Marc Marquez.

Dia sendiri berkata dalam retrospeksi, “Saya berlatih lebih keras dari sebelumnya selama lockdown. Kemudian saya ternyata beradaptasi dengan ritme lebih cepat daripada pembalap lain.”

Tapi ternyata keadaan berbalik. “Kami tidak lagi berjuang untuk kemenangan, tetapi hanya untuk tempat 10 hingga 12. Itu membuat frustrasi dan sama sekali tidak bisa dipahami,” bantah Quartararo, yang balapannya bisa saja berakhir setelah dua tikungan.

Dia terlambat mengerem dan hampir menabrak rekan semereknya Maverick Vinales. “Hampir saja. Tapi saya sudah punya perasaan aneh di awal dan itu berakhir di lap 6,” kata Quartararo.

Dia pun melontarkan kritikan untuk timnya, “Kami sudah di sini di Valencia selama dua minggu dan belum membaik. Tidak ada perubahan pada motor yang membuat perbedaan. Mungkin kita harus menggunakan pengaturan dasar di masa mendatang.”

Quartararo Berpamitan Secara Damai dengan Petronas
Quartararo Berpamitan Secara Damai dengan Petronas

Harus Mencari Solusi

Rekan setimnya, Franco Morbidelli berhasil meraih kemenangan ketiga dengan menggunakan motor Yamaha 2019. Quartararo menanggapi “Itu tidak membuat saya frustasi. Tapi saya pikir ini untuk Yamaha. Anda mengharapkan motor baru bekerja lebih baik. Model tahun sebelumnya jauh lebih konsisten.”

Namun, Quartararo juga mengakui bahwa Morbidelli sudah semakin membaik. Dia memujinya, “Franco sekarang lebih cepat dan telah mengambil langkah maju. Ini ditunjukkan dengan kemenangan dan podiumnya. Dia pantas mendapatkannya. Saya harus bekerja lebih keras, karena terlepas dari tiga kemenangan saya, saya tidak senang dengan musim ini.”

Quartararo masih memiliki kesempatan untuk berpamitan secara damai dengan Petronas SRT. Karena musim depan dia akan bergabung dengan tim pabrikan. Tapi pertama-tama mereka harus duduk bersama untuk berdiskusi. “Kami akan bertemu dengan Yamaha dan mencoba mencari solusi,” janji pembalap berusia 21 tahun itu.

Be the first to comment

Leave a Reply