Joan Mir Kudeta Quartararo dari Puncak Klasemen

Beraninya Lawan Anak Satelit, Quartararo: Pembalap Pabrikan Alami Tekanan
Quartararo: Pembalap Pabrikan Alami Tekanan

RiderTua.com – Joan Mir kudeta Quartararo dari puncak klasemen… Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, pembalap Suzuki Ecstar itu kembali memimpin Kejuaraan Dunia MotoGP. Di Aragon dia finis ke-3, di belakang rekan satu timnya Alex Rins dan Alex Marquez. Dengan kemenangan ini, pembalap asal Spanyol itu berhasil menggeser pembalap Petronas Yamaha, Fabio Quartararo sebagai pemuncak klasemen dengan 121 poin.

Joan Mir Kudeta Quartararo dari Puncak Klasemen

Yup, Joan Mir telah memimpin klasemen di kejuaran dunia, dan memanfaatkan hasil buruk Fabio Quartararo untuk menempatkan dirinya pada posisi yang baik. Meski demikian, pembalap Suzuki itu tidak sepenuhnya puas setelah finis ketiga di MotorLand Aragon. Karena rekan setimnya Alex Rins mencuri perhatian dan berakhir di podium teratas.

Sebenarnya, para ahli lebih percaya Joan Mir yang start dari posisi ke-6 di grid bisa memenangkan balapan, untuk mematahkan dominasi Yamaha. Mir yang berhasil finis di tempat ke-3, kini berhasil mengkudeta Fabio Quartararo sebagai pemuncak klasemen. Mir kini memimpin dengan perolehan 121 poin.

Joan Mir Kudeta Quartararo dari Puncak Klasemen
Joan Mir Kudeta Quartararo dari Puncak Klasemen

Joan Mir berujar, “Itu adalah akhir pekan yang positif karena kami mencetak poin penting untuk kejuaraan. Tapi saya juga kecewa. Saya mengharapkan lebih banyak di bagian terakhir balapan. Saya menghemat ban sebelumnya, dan mengendarainya dengan sangat mulus sampai setengah balapan. “

Namun, dia bermasalah dengan sisi kiri ban depan. Karena inilah, dia tidak bisa lagi melakukan perlawanan. “Kami berjuang dengan suhu dan mengendarai di belakang pembalap lain juga tidak membantu saya. Kami tidak berhasil menggunakan ban dengan benar,” kata pembalap23 tahun itu, yang harus berbaris di belakang rookie Alex Marquez.

“Dia sangat cepat dan melakukan pekerjaan dengan baik. Ketika dia menyalip saya, saya menyadari bahwa saya tidak punya kesempatan. Dia menyalipku di saat yang tepat. Sedikit yang terjadi pada saya selama fase itu. Saya pikir dia bahkan bisa memenangkan balapan,” puji Mir, untuk rekan senegaranya Alex Marquez dari tim Repsol Honda itu.

Pada akhirnya, Mir hampir saja disalip oleh Maverick Vinales, namun dia menyelamatkan Podium 3-nya 0,2 detik dari garis finis. Jauh di belakang adalah pesaing terbesarnya dalam perebutan gelar yakni Fabio Quartararo.

Empat Balapan Tersisa

Empat balapan sebelum akhir musim, defisit 10 poinnya telah berubah menjadi keunggulan 6 poin. Apakah itu mengubah pendekatannya ke akhir musim? Dia lalu menjawab, “Tidak, saya tidak akan mengubah pendekatan saya. Saya akan mencoba terus seperti ini. Aku akan melakukan balapan demi balapan seperti ini, dan mencoba mendapatkan poin sebanyak mungkin. Saya ingin memenangkan setiap balapan dan pada akhirnya kita akan melihat di tempat mana. “

But the way anyway busway, Juara dunia terakhir dari tim Suzuki adalah Kenny Roberts Junior. Yang memenangkan gelar Juara Dunia MotoGP pada tahun 2000. Sekarang Joan Mir memiliki peluang terbaik untuk meniru pembalap asal Amerika itu.

Be the first to comment

Leave a Reply