Espargaro ke Honda, Jadi Pahlawan atau Korban?

Pantaskah Pol Espargaro Gantikan Alex Marquez di Repsol Honda?
Pantaskah Pol Espargaro Gantikan Alex Marquez di Repsol Honda?

RiderTua.com – Pol Espargaro ke Honda, jadi pahlawan atau ‘korban’ motor Honda selanjutnya?… Dalam sebuah wawancara beberapa hari yang lalu, Pol Espargaro mengatakan yakin bisa mendapatkan hasil yang sama dengan Honda seperti dengan KTM. Namun Honda bukan KTM.. Honda tidak memiliki akselerasi terbaik di grid MotoGP, juga tidak memiliki akselerasi terbaik dan gesit seperti Yamaha dan Suzuki. Honda menciptakan motor yang khusus dengan gaya balap Marquez dan tidak bisa ditiru oleh siapapun. Mungkinkah Pol Espargaro menjadi ‘pahlawan’ yang bisa mematahkan tradisi ini..? Atau justru jadi ‘korban’ selanjutnya setelah Lorenzo yang gagal menjinakkan RC213V..?

Espargaro ke Honda, Jadi Pahlawan atau Korban?

KTM sudah memenangi dua balapan di musim MotoGP 2020. Honda gagal naik podium dalam delapan balapan pertama tanpa kehadiran Marc Marquez. Dalam klasemen konstruktor atau pabrikan, KTM berada di urutan keempat dengan 109 poin. Honda hanya memiliki 72 poin dan peringkat kelima.

Pol Espargaro menjejak podium ketiga sebanyak dua kali. Tahun depan pembalap Spanyol itu akan beralih ke tim pabrikan Honda dan akan menjadi rekan setim Marc Marquez. Mengingat hasil saat ini, Espargaro ditanya apakah dia membuat keputusan yang tepat.

Dia memutuskan untuk pindah ke Honda bahkan sebelum balapan pertama di bulan Juli. Pada saat itu belum jelas kemajuan apa yang telah dicapai KTM. “Saat Anda membuat keputusan, biasanya Anda membuat keputusan untuk sesuatu yang lebih baik. Saat Anda membuat keputusan, Anda membuat keputusan berdasarkan fakta. Anda meletakkan semua fakta di atas meja perundingan dan kemudian membuat keputusan terbaik,”kata Espargaro.

Espargaro ke Honda, Jadi Pahlawan atau Korban?
Espargaro ke Honda, Jadi Pahlawan atau Korban?

Yakin…

“Tapi sekarang membuang-buang waktu melihat ke belakang dan berkata, ‘Oh, saya harus melakukan ini’ atau, ‘Saya pikir itu keputusan yang buruk’. Jika Anda membuat keputusan, itu pasti bertujuan menjadi lebih baik.”

“Jika Anda membuat keputusan yang buruk, atau melakukannya demi uang, maka Anda bodoh. Saat ini saya yakin bahwa saya bisa mendapatkan hasil yang sama dengan Honda. Jika tidak, saya butuh waktu, tetapi saya akan suka memperjuangkan (kemenangan) di KTM. Empat tahun lalu saya menjadi starter terakhir di Qatar dan sekarang kami naik podium. Saya akan berjuang untuk itu dengan Honda juga,” pungkas Pol..

Be the first to comment

Leave a Reply