Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon

Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon
Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon

RiderTua.com – Bola – Babak perempat final Liga Champions tinggal menyisakan laga antara Manchester City kontra Lyon Laga ini digelar di Estadio Jose Alvalade Lisbon Portugal, pada Sabtu 15/8/20 (Minggu WIB). Tentu sebuah sajian yang mendebarkan, dimana akan ada pertarungan 5 pemain kunci Man City vs Lyon nanti malam.

Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon

Dilansir dari Sportskeeda, manager City Pep Guardiola akan berusaha untuk melewati babak 8 besar Liga Champions untuk pertama kalinya dengan klub asal Liga Premier itu.

Mereka secara mengejutkan mampu menyingkirkan Juara Laliga Spanyol Real Madrid di babak 16 besar, dengan agregat 4-2. Sementara tim asal Prancis Lyon, berhasil mendepak Juventus dengan agregat 2-2.

Ini bukan kali pertama kedua tim ini berjumpa di Liga Champions. Sebelumnya Manchester City dan Lyon pernah bentrok di babak penyisihan grup Liga Champions 2018/19. Tim Prancis itu menang 2-1 di leg pertama di Stadion Etihad, dan kemudian bermain imbang 2-2 di pertandingan kedua di Stadion Groupama.

Dan berikut adalah pertempuran seru antara 5 pemain kunci dari kedua tim.

Kyle Walker (Man City) Vs Maxwel Cornet (Lyon)

Ketika City bertemu Lyon untuk memperebutkan satu tempat di semi-final Liga Champions, Kyle Walker harus menunjukkan penampilan yang setara dengan kepahlawanannya, saat melawan Real Madrid pekan lalu. Yakni ketika dia berhasil membuat Eden Hazard tak berkutik.

Kali ini, Walker akan melawan Maxwel Cornet. Pemain yang jauh lebih muda dan bugar. Yang telah mencetak 3 dari 4 gol Lyon ke gawang Manchester City saat terakhir kali kedua tim bertemu pada musim 2018/19. 

Walker memiliki mesin yang luar biasa, dan juga dapat membuat badai saat berlari ke sayap untuk berkontribusi dalam serangan. Dia kemungkinan dapat memanfaatkan kegemaran Cornet yang selalu gagal kembali ke posisinya dengan cukup cepat.

Sayang pemain asal Pantai Gading itu sering kali terlalu sibuk dalam permainan menyerang, sehingga membuat timnya rentan terhadap serangan balik.

Kedua pemain ini adalah bek yang selalu berpikiran menyerang. Dengan demikian, hasil dari pertempuran di antara mereka akan ditentukan berdasarkan kualitas peralihan yang mereka lakukan saat bertahan. Mengingat banyaknya pengalaman Walker, dia mungkin lebih unggul dari Cornet. 

Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon
Pertarungan 5 Pemain Kunci Man City VS Lyon

Rodri (Man City) Vs Houssem Aouar (Lyon)

Rodri telah mengambil peran sentral di lini tengah Manchester City. Dan sepertinya, dia diharapkan bekerja tanpa henti untuk mengontrol dan mempertahankan penguasaan bola dengan melawan tekanan dari lawan. Rodri memiliki kemampuan alami untuk mendaur ulang penguasaan bola. Dia adalah pembaca permainan yang sangat baik dan juga pengumpan bola yang ok.

Dia harus berada dalam kondisi defensif terbaiknya saat melawan Lyon. Secara khusus Rodri harus waspada terhadap Houssem Aouar. Gelandang asal Prancis itu mendapatkan penalti saat melawan Juventus di leg kedua babak 16 besar. Golnya itu membantu tim mempertahankan kemenangan dengan gol tandang meski kalah pada malam itu.

Pemain berusia 22 tahun ini suka melakukan umpan-umpan pendek. Kakinya yang cepat memungkinkan dia untuk menggiring bola melewati lawan dengan mudah. Dengan demikian Rodri harus berhati-hati saat berhadapan dengan Aouar, atau berisiko kebobolan tendangan bebas di posisi berbahaya atau bahkan penalti.

Rodri adalah gelandang bertahan yang solid dan rata-rata melakukan 2,7 tekel per pertandingan di Liga Champions. Sekaligus mempertahankan tingkat keberhasilan operan 93,6% yang mengesankan.

Aouar adalah pemain yang sulit untuk dilawan, karena dia telah melakukan 4,5 dribel per pertandingan di kompetisi. Tetapi satu-satunya yang bikin dia gagal dan mungkin kalah melawan Rodri adalah dalam duel udara.

Aymeric Laporte (Man City) Vs Memphis Depay (Lyon)

Memphis Depay adalah ancaman utama Lyon di lini depan. Dia tampil tajam di depan gawang musim ini. Depay telah mencetak 6 gol di Liga Champions, termasuk penalti Panenka saat melawan Juventus.

Aymeric Laporte akhirnya pulih dari cedera jangka panjang yang hampir membuatnya absen dari kompetisi Liga Premier musim ini. Dia sekarang akan mencari cara untuk menutupi semua pertandingan yang terlewat. Yakni dengan kinerja yang solid di perempat final Liga Champions saat melawan Lyon.

Laporte kemungkinan akan berada di sisi kiri Fernandinho di pertahanan tengah. Dia akan menghadapi Memphis yang mungkin akan menjadi starter di sisi kanan penyerang tengah Lyon. Jadi ini akan menjadi pertarungan seru yang harus diperhatikan antara dua pemain yang sangat berbakat ini.

Laporte adalah pemain bertahan dengan permainan bola yang luar biasa. Dia menyelesaikan 92,5% dari semua umpannya di semua kompetisi musim ini. Tetapi dia cenderung berjuang saat melawan para penyerang yang cepat. Dia sebagian besar mengandalkan pembacaan permainannya untuk mencuri bola dari penyerang, karena tekel bukanlah salah satu kelebihan terkuatnya.

Depay adalah striker sangat terampil yang suka menggiring bola dan memotong ke dalam. Dia sangat efisien saat melakukan serangan tetapi tidak memiliki kekuatan fisik untuk menyebabkan masalah bagi bek tengah. Oleh karena itu, untuk mengungguli Laporte, Depay harus memanfaatkan kecepatan dengan kakinya yang cepat.

Gabriel Jesus (Man City) vs Marcelo (Lyon)

Dalam serangan, tidak ada pemain yang lebih penting untuk Manchester City musim ini selain Raheem Sterling dan Gabriel Jesus. Meskipun Sterling telah menjadi pencetak gol terbanyak mereka musim ini, Jesus kemungkinan akan menjadi pemain kunci saat melawan Lyon. 

Jesus telah mencetak 6 gol di Liga Champions, torehan yang sama dengan yang dilakukan Sterling.

Untuk seorang striker, pemain asal Brasil itu menghasilkan 2,1 umpan kunci yang mengesankan per 90 kali dan mampu menyelesaikan 86,4% operannya. Dia juga menunjukkan kekuatan yang baik di sepertiga akhir, memenangkan 2,6 duel udara dalam satu pertandingan. Musim ini, ia tampil mengesankan terutama dengan tekanan intensitas tinggi yang efisien.

Jesus akan menghadapi rekan senegaranya Marcelo di pertandingan perempat final ini. Pemain Lyon berusia 33 tahun telah menjadi andalan di lini belakang Les Gones. Di semua kompetisi musim ini, Marcelo telah memenangkan 3,7 duel udara, membuat 1,4 tekel dan 4,2 clearances per 90 kali.

Kedua pemain memiliki penampilan yang mengesankan dalam pertandingan terakhir mereka di kompetisi ini. Jesus mencetak gol kemenangan saat melawan Real Madrid. Sedangkan Marcelo melakukan tekel heroik terakhir untuk menghalau Bernardeschi mencetak gol saat melawan Juventus.

Ini akan menjadi pertarungan yang menarik antara dua rekan senegara. Di mana energi dan keterampilan Yesus akan dipertandingkan dengan pengalaman dan kebugaran fisik Marcelo.

Kevin De Bruyne (Man City) vs Bruno Guimaraes (Lyon)

Manchester City dan Lyon adalah dua tim yang suka mendominasi penguasaan bola. Dan saat Anda menikmati lebih banyak penguasaan bola daripada lawan, lini tengah kemungkinan memainkan peran kunci dalam permainan.

Manchester City memiliki penguasaan bola terbanyak di Liga Premier musim ini. Sementara Lyon hanya berada di belakang juara Ligue 1 PSG di liga, dalam kategori yang sama. Kedua belah pihak sangat bergantung pada gelandang mereka untuk melakukan pekerjaan berat di lapangan dan suka mendominasi lini tengah.

Kevin De Bruyne telah menjadi gelandang terbaik di Stadion Etihad sejauh musim ini. Dia telah mengantongi 15 gol dan 22 assist di semua kompetisi. Dia menunjukkan visinya yang luar biasa di Liga Premier musim ini dan terkesan dengan tingkat kinerjanya juga.

Namun, saat melawan Lyon, De Bryune harus berhadapan dengan gelandang bertahan tim asal Prancis ini yakni Bruno Guimaraes.

Meski hanya tampil 7 kali di semua kompetisi, Guimaraes telah muncul sebagai roda penggerak utama Lyon. Hal ini karena kehebatan pertahanannya yang mengesankan. Dia biasanya memulai tepat di depan pertahanan tiga orang tim dan ditugaskan untuk menyaring bahaya, seperti Casemiro.

Guimaraes telah menunjukkan kemampuan memenangkan bola yang hebat di tengah lapangan. Meskipun dia lemah dalam duel udara. Namun saat melawan De Bruyne, dia harus bermain dengan kekuatannya.

Be the first to comment

Leave a Reply