Tognozzi: Sarri Pelatih Bola Hebat, Tapi di Luar Itu Dia Orang yang Asik Diajak Ngobrol dari Sastra, Politik Hingga Musik!

RiderTua.com – Bola – Juventus-nya Maurizio Sarri berhasil meraih Scudetto Serie A ke-9 musim ini. Namun ini merupakan gelar liga yang pertama buat pelatih 61 tahun itu. Mantan pemain, Luca Tognozzi mengungkapkan jika Sarri adalah seorang pelatih bola yang hebat. Namun di luar itu, dia adalah seorang yang asik diajak ngobrol tentang semua hal mulai dari sastra, politik hingga musik.

Baca juga: Juventus Raih Scudetto ke-9 Secara Beruntun Serie A, Ini 5 Fakta Menariknya

Tognozzi: Sarri Pelatih Bola Hebat, Tapi di Luar Itu Dia Orang yang Asik Diajak Ngobrol dari Sastra, Politik Hingga Musik!

Dilansir dari Sportskeeda, perjalanan Sarri untuk meraih gelar bergengsi di tanah Italia itu tak mudah dan tak instan. Sarri memulai karir kepelatihan di usia 31 tahun.

Di tahun 1990, dia bekerja sebagai pedagang mata uang asing pada siang hari dan di malam harinya dia melatih sepakbola di A.S.D Stia. Bekerja di dua bidang yang berbeda yakni perbankan dan sepakbola amatir dia jalani hingga awal tahun 2000.

Pada musim 2002-03, dia berhasil membawa Sansovino dan Sangiovannese memenangkan Coppa Italia Serie D. Dia juga pernah melatih Pescara, Arezzo, Avellino, Hellas Verona dan Perugia.

Baru pada 2014, Sarri menapaki karir pertamanya di Serie A setelah membimbing Empoli untuk promosi di usia ke-55 tahun. Satu tahun kemudian, pelatih kelahiran Naples yang tumbuh di Tuscany ini didapuk menjadi pelatih Napoli. 

Sarri berhasil merevolusi Napoli dan sepak bola Italia dengan gaya permainannya yang menyerang dan mengalir bebas. Sehingga menghasilkan pengagum dari penjuru dunia.

Dia berhasil membawa The Naples finish sebagai runner-up 2 dalam musim beruntun. Sarri kemudian dipikat juara Serie A Juventus, setelah sukses mengantarkan The Blues meraih gelar Juara Liga Europa musim 2018/19. Inilah gelar utama pertama yang berhasil diraihnya.

Penunjukkan Sarri sebagai pelatih baru Juventus pada Juli 2019 lalu, sempat bikin publik mengangkat alis. Gaya kepelatihan dan pendekatan ke pemain ala Sarri dinilai berbeda dari pelatih-pelatih Bianconeri terdahulu.

Bagaimanapun, Sarri menjadi pelatih kepala tertua yang memenangkan gelar Serie A, pada Minggu 26/7/20. Dia merayakan kemenangan liga pertamanya setelah sukses menang 2-0 di kandang sendiri melawan Sampdoria.

Liga Champions Menanti

Juventus berhasil mendominasi liga domestik selama 9 tahun beruntun. Kini tugas berat menanti Sarri. Dia harus bisa membawa Si Nyonya Tua meraih gelar Juara Liga Champions musim ini. Sejauh ini, Juventus telah 5 kali keluar sebagai runner-up sejak kemenangan terakhir mereka pada tahun 1996.

Juventus akan menghadapi klub dari Ligue 1, Lyon pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Agustus mendatang. Mereka harus bisa membalas kekalahan 0-1 pada leg pertama untuk bisa terus melaju hingga final.

Orang yang Tepat di Tempat yang Tepat Pada Waktu yang Tepat

Mantan gelandang, Luca Tognozzi tahu Sarri lebih baik daripada pelatih lain. Dia adalah pelatih favorit veteran Italia. Tognozzi telah mengikuti perkembangan Sarri mulai dari Sansovino, Sangiovannese dan Pescara.

Kepada Stats Perform News, Tognozzi mengatakan, “Bersama tim Juventus, saya pikir dia adalah orang yang tepat di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dia pantas mendapatkan kesempatan ini karena beberapa alasan. Yakni cara bermain timnya dalam beberapa tahun terakhir, dan hasil yang selalu diraihnya.”

“Saya yakin dedikasinya untuk pekerjaannya, kecerdikannya dan kemampuan beradaptasinya. Dia berada di tim sepak bola terkuat di Italia. Dia memiliki kesempatan untuk menghibur penonton dengan caranya sendiri. Hal ini membuat timnya bermain untuk dapat berjuang mencapai hasil yang bagus.”

Sarri Asik Diajak Ngobrol

Tognozzi menikmati kesuksesan bersama Sarri di Sansovino, di mana mereka berdua membantu klub naik dari Serie D ke Serie C2. Tognozzi kemudian mengikuti pelatih pindah ke Sangiovannese pada tahun 2003 dan promosi ke Serie C1 tercapai.

Mantan pemain yang kini berusia 42 tahun itu, juga bergabung bersama Sarri di Pescara pada 2005/06. Dia melanjutkan, “Sarri selalu menjadi Sarri. Tentu saja, selama bertahun-tahun dia juga memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk mengembangkan diri dan caranya mengajar sepak bola.”

“Di luar lapangan, Tuan Sarri adalah orang normal dan sederhana yang dengannya kamu dapat berbicara tentang segalanya, dari sastra ke cerita, dari politik ke musik.”

Be the first to comment

Leave a Reply