Alex Marquez: Gelas Setengah Kosong atau Setengah Penuh?

Beberapa minggu yang lalu KTM mengumumkan bahwa mereka tidak akan memakai Pol pada tahun 2021 di MotoGP. Karena itu, peresmian bergabungnya dia ke Repsol Honda sudah menjadi kenyataan.

Alex Marquez: Gelas Setengah Kosong atau Setengah Penuh?

RiderTua.com – Tiba-tiba suasana garasi Repsol Honda terkesan mencekam. Ada seorang pembalap Spanyol lain yang membusungkan dadanya, kelihatan kelaparan akan sebuah gelar. Pria itu adalah Pol Espargaro, jelas dia bukan Lorenzo. Dia adalah seseorang yang bisa ber-adaptasi dengan motor Honda yang rumit, selain Marc Marquez. Honda RC213V sangat menuntut fisik, namun pengalamannya, keberaniannya dan rasa lapar akan kemenangan yang masih dia miliki tak membuatnya surut. Dia tidak pernah merasakan perayaan podium tertinggi di MotoGP. Namun dengan Alex Marquez, ibarat sebuah idiom: Gelas yang setengah kosong atau setengah penuh sekarang di pegang Honda dan menjadi sebuah tanya…

Pol Espargaro- Marc Marquez Repsol

Gelas Setengah Kosong atau Setengah Penuh?

Beberapa minggu yang lalu KTM mengumumkan bahwa mereka tidak akan memakai Pol pada tahun 2021 di MotoGP. Karena itu, peresmian bergabungnya dia ke Repsol Honda sudah menjadi kenyataan. Honda sangat optimis dengan Pol Espargaro. Namun yang menjadi pemikiran setiap orang adalah Alex Marquez. Meskipun dia akan dibekali motor spek resmi namun berada di tim satelit milik Cechinello…

Ada ungkapan yang berbunyi: seperti gelas setengah penuh (optimisme) namun biasa juga setengah kosong (pesimisme).. Ini adalah tugas pelik mengeluarkan Alex dari garasi saudaranya tanpa menunjukkan performa balapnya satu seri pun.. Namun pada saat yang sama Alex juga diuntungkan dengan tetap dalam kontrak HRC tanpa balapan sekalipun.. Dan itu sangat positif, karena dia bisa belajar perlahan dan tenang di tim satelit, hingga saatnya tiba untuk kembali ke garasi tim resmi itu nanti.

Alex mendapatkan tempat di Repsol karena kepergian Jorge Lorenzo. Tujuan awalnya membuat Marc merasa lebih nyaman dalam perburuannya mendapatkan triple crown ( gelar rider, tim dan factory) dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun sepertinya semua berakhir dengan kekecewaan. Awalnya memang Honda menuang air (menaruh kepercayaan).. Tapi itu tidak akan jelas lagi sekarang, setelah kekecewaan itu (menggantinya dengan Espargaro).. Kita pasti akan bertanya apakah gelasnya setengah penuh ( sebenarnya Honda yakin dengan Alex atau tidak sih?).. Atau hanya sebagai alat memikat kontrak 4 tahun Marquez..?.

Be the first to comment

Leave a Reply