Akhir Karir Valentino Rossi dengan Murid Kesayangannya

Valentino Rossi ibarat memberikan tongkat estafet pada muridnya yang masih ada di jalan panjang untuk berlaga di kelas MotoGP.

Franco Morbidelli - Valentino Rossi

RiderTua.com – Di MotoGP, Franco Morbidelli tidak pernah menyembunyikan rasa terima kasihnya kepada Valentino. Mungkin sudah menjadi takdir, mungkin akhir karir Valentino Rossi dengan murid kesayangannya di Petronas…

Akhir Karir Valentino Rossi dengan Murid Kesayangannya

Persahabatan antara Franco Morbidelli dan Valentino Rossi sudah terjalin sejak 2008 (mungkin sebelumnya). Dimana moment yang bisa diingat adalah saat Morbidelli masih berlomba di ajang CEV dengan tim Aspar Martinez. Saat dia berlatih di Cava, trek Pesaro yang sering dikunjungi oleh Valentino Rossi dan Marco Simoncelli, sebelum Rossi punya trek di peternakannya di Tavullia.

Dari sini wawancara pertama dimulai, kemudian ayah Graziano Rossi memperkenalkan Morbidelli kepada pelatih Carlo Casabianca, mulai latihan juga di gym. “Untuk karier saya, Vale telah menjadi hal yang mendasar bagi saya,” kata Morbidelli.

Valentino-Rossi-Petronas

Mulai musim depan di MotoGP 2021 Morbidelli akan berbagi garasi yang sama dengan Valentino Rossi di Petronas SRT. Dia akan melihat bagaimana ‘gurunya’ bekerja dari jarak dekat. Bahkan berbagi sensasi, telemetri, data, tantangan dengan sang legenda. Mungkin dia akan menjadi murid yang melampaui gurunya.

Berkat Akademi VR46, Morbidelli memiliki teman-teman terbaiknya hari ini di lintasan. “Saya tidak ingat persahabatan balap pertama saya, karena sebagian besar pertemanan saya berasal dari lingkungan balap. Namun, salah satu teman pertama saya adalah Andrea Migno. Kami sudah saling kenal sejak kami masih anak-anak. Ada juga Niccolo Antonelli dan Luca Marini.

Franco Morbidelli merasa semua teman-temanya fantastis.. Latihan bersama-sama dengan Valentino Rossi yang sudah mulai diintensifkan lagi belakangan ini. Bagi Rossi akhir karirnya mungkin terjadi secara unik, dia berada dalam satu tim dengan muridnya sendiri. Dan ibarat memberikan tongkat estafet pada muridnya yang masih ada di jalan panjang untuk berlaga di kelas MotoGP.

Be the first to comment

Leave a Reply