Mimpi yang Tak Pernah Terwujud: Dani Pedrosa Ingin Merasakan Motor Yamaha M1!

Pembalap kelahiran Sabadell ini tiga kali juara dunia ( 125cc dan 250cc) dan hampir juara dunia MotoGP. Tinggi badan 158 cm dengan berat sekitar 50 kg, membuat dani Pedrosa pembalap paling imut di grid MotoGP...

Dani Pedrosa - Yamaha MotoGP

RiderTua.com – Menapaki karir ‘perak’-nya di MotoGP, Dani Pedrosa menghabiskan 13 tahun bersama tim sayap emas, Honda. Menorehkan 31 kemenangan gemilangnya. Banyak yang memberinya gelar ‘Juara Tanpa Mahkota‘, atau ‘Legenda Tanpa Tahta‘. Di KTM kini dia sangat dihormati, membantu pengembangan motor tim Austria itu. Setelah 2 tahun pensiun ada sesuatu yang terlambat untuk dilakukan. Keingintahuan untuk mencoba motor Yamaha tetap menjadi mimpi yang tidak pernah terwujud. Sekali lagi mimpi yang tak pernah terwujud: Dani Pedrosa ingin merasakan motor Yamaha M1… Dia juga bercerita rahasia bagaimana motor Yamaha dulu sangat ‘disegani’ dan menjadi acuan semua pembalap Honda..

Mimpi yang Tak Pernah Terwujud: Dani Pedrosa Ingin Merasakan Motor Yamaha M1

Nasib Dani Pedrosa di Yamaha di Assen Minggu Ini ? - ridertua.com

Dani Pedrosa termasuk dalam daftar pembalap setia, selama 18 musim selalu setia pada merek Jepang (Honda) sejak debutnya di kelas 125 pada tahun 2001 (pensiun akhir 2018). Pembalap kelahiran Sabadell ini tiga kali juara dunia ( 125cc dan 250cc) dan hampir juara dunia MotoGP. Tinggi badan 158 cm dengan berat sekitar 50 kg, membuatnya pembalap paling imut di grid MotoGP…

Setelah mengucapkan selamat tinggal pada dunia balap, dia bergabung dalam proyek KTM sebagai tes rider … Bertahun-tahun kemudian, dalam sebuah wawancara dengan Sebastian Porto, dia teringat kesulitan yang dia alami di MotoGP.

“Tinggi dan berat badan saya (yang kecil) saya coba atasi dengan latihan .. Masalah terbesar di atas segalanya adalah dengan set-up motor. Dengan memiliki tubuh lebih kecil kita harus memindahkan stang lebih dekat, pijakan kaki menjadi lebih tinggi. Roda sedikit lebih jauh dari tubuh dan dalam beberapa situasi (seperti hujan atau kurang cengkeraman) Anda tidak dapat menambah berat pada roda. Pembalap yang lebih tinggi bisa memindah berat pada roda depan dan roda belakang pada saat yang sama … Saya mencoba mengelola dengan cara sebaik mungkin”.

Dani Pedrosa Nicky Hayden

Tentang Rekan Setim

Berbicara tentang rekan setimnya dia teringat dengan mendiang Nicky Hayden. Menurutnya Hayden memiliki kepribadian yang sangat kuat secara mental. Hayden menyadari bahwa mungkin dia tidak akan secepat Pedrosa. Tetapi pada saat yang sama Hayden berjuang untuk memastikan itu tidak terjadi … Dia tidak pernah menyerah.

Sedangkan dengan Casey Stoner mereka jarang bicara. ” Kami berdua cukup dingin, masing-masing saling menghormati. Kami berbicara sebagai rekan satu tim, tetapi masing-masing ingin mengalahkan yang lain.”

Dani Pedrosa Petronas

Penasaran, Mimpi Naik M1

Banyak orang bertanya-tanya apakah dia tidak pernah tergoda untuk berganti tim atau motor?.. Pedrosa mengatakan.. “Pada saat itu ada dua merek yang kuat: Honda dan Yamaha (sementara sekarang ada Suzuki, Ducati, dan KTM yang sedang tumbuh). Saya ingin tahu seperti apa ya …Yamaha itu?. Saingan saya saat itu adalah Valentino dan Jorge,” kata Dani.

Pedrosa sedikit membuka rahasia Honda: Saat semua pembalap Honda ditanya mekanik atau kru, apa kekurangan dari motor dan apa yang harus diganti. Para pembalap Honda selalu mengeluh dan mengatakan “Yamaha melakukan ini atau itu.. Yamaha begini atau begitu..” Dari situlah Dani Pedrosa begitu penasaran ingin tahu bagaimana rasanya motor Yamaha saat digeber.

Be the first to comment

Leave a Reply