Pantesan Keok dan Frustasi, Top Speed Yamaha Paling Buncit di GP Italia !

RiderTua MotoGP – Untuk menang memang tim membutuhkan paket motor yang ciamik. Lengkap, tidak perlu motor super kencang ( Top Speed) saja untuk menjadi juara. Filosofi ini pernah diterapkan Rossi di Yamaha dan memang terbukti. Keunggulan cornering speed Yamaha menjadikan lawan tak berkutik, namun seiring waktu tim lain menemukan cara untuk menutupi kelemahannya juga. Lalu kenapa Yamaha kalah di Mugello ? Jawabnya adalah karakter sirkuitnya butuh motor kencang ( top speed). Dan pantesan keok dan frustasi, Top Speed Yamaha paling buncit di GP Italia !

Pantesan Keok dan Frustasi, Top Speed Yamaha Paling Buncit di GP Italia !

Dari gambar diatas kita lihat urutan mesin dengan top speed tinggi di Mugello.. Ducati menempati posisi pertama dalam urutan motor dengan top speed tertinggi di Mugello bahkan tahun ini dengan 356,7 km / jam. Urutan kedua adalah Honda dengan 354,7 km / jam. Disusul Suzuki 353,4 km/jam, Aprilia (351,6 km/jam), KTM ( 348,4 km /jam) dan Yamaha (348 km/jam).

Dari angka-angka itu saja dalam pertarungan di Mugello kemarin terlihat tiga merk yang duel di depan ( Ducati-Honda-Suzuki). Dan bisa dilihat top speed memang ambil peranan disamping faktor pemilihan ban, pembalap dan keseluruhan paket motor. Namun dari urutan top speed tadi sudah bisa dilihat siapa yang punya kans untuk duel didepan.. Sekali lagi yang punya potensi. Karena hanya Ducati ( tim resmi) yang kedua pembalapnya tampil cepat, Honda hanya Marquez, Suzuki hanya Rins… Bukan mutlak !

 

Gambar kedua adalah daftar dari semua kecepatan puncak motor semua pembalap yang turun di GP Italia. Dari situ juga kita lihat Yamaha memang berada di barisan paling belakang dan pantesan keok dan frustasi, karena top speed Yamaha paling buncit di GP Italia !

Kesimpulan :

  1. Motor paling kencang di Mugello adalah punya Dovizioso… yang juara terbukti mesin Ducati juga ( Petrucci). Karena dalam 23 lap segala sesuatu bisa terjadi misalnya Dovi yang kencang tapi melebar atau faktor lain.
  2. Tiga pabrikan teratas ( Ducati-Honda-Suzuki) dengan top speed tinggi yang berada di grup depan dengan gap ( jarak) +6.535 dari grup medio dan grup belakang.
  3. Secara peringkat mesin Yamaha memiliki top speed terendah ( diluar 15 besar) dan terlalu tertinggal untuk trek cepat Italia
  4. Kecepatan puncak ( Top Speed) memang bukan segalanya dalam balapan namun untuk trek tertentu mutlak dibutuhkan.
  5. Untuk kompetitif lagi Yamaha harus belajar dari Suzuki dan memakai cara Honda dan Ducati dalam manajemen pengembangan mesin ( sudah dimulai tahun ini). Dan akan kita lihat bagaimana hasilnya Yamaha tahun depan !

Be the first to comment

Leave a Reply