KPPU Larang Bagi Data Penjualan Kendaraan ke Asosiasi


ktm indonesia

pameran-mobil

RiderTua auto – Baru-baru ini, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) melakukan larangan kepada semua APM (Agen Pemegang Merek) kendaraan bermotor untuk tidak menyerahkan data penjualan ke asosiasi manapun. Himbauan ini tentu saja mendapatkan respon dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia). KPPU larang bagi data penjualan kendaraan ke Asosiasi.

Baca juga: Ambil Keuntungan Terlalu Besar Pabrikan Roda Dua Di Indonesia Akan diperiksa Pemerintah…

Aturan Masih Ada

Menurut Gaikindo, imbauan untuk tidak menyerahkan data penjualan ke asosiasi terdengar tidak masuk akal. Ini karena masih adanya Permen Keuangan yang salah satu pasalnya mengharuskan Gaikindo (dan AISI) untuk menarik data penjualan dari APM. Kemudian akan dibuat laporan ke pemerintah.

Mereka menyarankan kalau KPPU harus meninjau ulang keputusan tersebut. Atau setidaknya melakukan perundingan dengan pemerintah.

Johannes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo mengatakan

“Saya tidak tahu posisi KPPU ada dimana sebenarnya. Kalau dia sebagai lembaga negara dia harus minta ke pemerintah untuk mengubah dahulu aturannya. Pasalnya ada aturan Permen Keuangan terkait dengan mengharuskan Gaikindo untuk menarik data. Jadi data yang dikumpulkan ke Gaikindo akan disampaikan kepada pemerintah”

AISI tidak banyak berkomentar mengenai hal ini. Namun mereka berpendapat kalau dengan adanya aturan tersebut, maka Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Dispenda, Dirjen Pajak dan BPS juga tidak diperbolehkan mendapat datanya. Karena data penjualan bersifat rahasia.

AISI menganggap dengan adanya aturan ini, maka baik konsumen maupun produsen tak bisa melihat perkembangan industri otomotif Indonesia.

Sigit Kumala selaku Ketua Umum Aisi mengatakan

“Buat saya lebih enteng (dari beban mengumpulkan data). Namun Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdaganga, Dispenda di seluruh Indonesia, Dirjen Pajak, BPS itu juga tidak boleh minta data, karena itu data rahasia”

Be the first to comment

Leave a Reply