Inilah Morris Mobil Mini Klasik Nan Unik Ala Mr. Bean



Morris Mobil Mini Klasik Nan Unik Ala Mr. Bean
(foto: commons.wikimedia.org) morris mini mr. bean

Morris Mobil Mini Klasik Nan Unik Ala Mr Bean – Mini Cooper ‘jaman now’ sudah lebih canggih dan lebih modern. Sesuai namanya, mobil ini berukuran mungil namun jangan salah meski kecil memiliki harga selangit dan sudah barang tentu menjadi mobil idaman banyak orang.

Baca juga : Kemah Diatas Mobil Bukan Lagi Impian Sudah Nyata Bro

Morris Sang Legenda

Berbicara tentang Mini Cooper tak bisa lepas dari Morris Mini. Morris Mini jadi beken seantero dunia lantaran mobil ini dipakai oleh Mr. Bean (serial komedi Inggris yang ditayangkan hampir di seluruh penjuru dunia). Jadi tak salah jika Morris selalu  identik sama Mr. Bean ini.

Tak hanya itu, kisah yang melatarbelakangi lahirnya Morris Mini ini cukup dramatis. Mobil ini dikeluarkan pada masa Krisis Suez pada akhir tahun 1950-an. Jadi, Morris Mini adalah ‘mbah buyutnya’ Mini Cooper.

Sejarah Singkat Mini

Saat Krisis Suez tahun 1950 terjadi pemberlakuan penjatahan BBM di negara-negara Eropa. Inggris juga ikut kena imbasnya. Oleh karena itu, perusahaan otomotif British Motor Corporation (BMC) yang merupakan hasil merger antara Austin dan Morris berencana membuat mobil kecil yang hemat BBM.

Bos BMC saat itu yakni Leonard Lord menugaskan sang perancang Morris Minor, Alec Issigonis untuk mulai proyek ini. Pembuatan mobil ini dimulai di bulan Maret 1957.

Dua tahun setelahnya, pengerjaan tersebut selesai dan siap diproduksi. Kemudian dilepas ke pasar pada bulan Agustus 1959. Mobil mini itupun lalu diberi nama Austin Mini Se7en dan Morris Mini-Minor.

Namun setelah tahun 1969 nama Austin dan Morris tidak dipakai lagi. Di kemudian hari ditetapkan nama resminya yang masih digunakan hingga saat ini, yaitu Mini. Ada banyak varian dari Mini, seperti Mini Van, Mini Pick-up, Mini Moke, dan Mini Clubman. Yang masih bertahan hingga kini dan yang paling terkenal yaitu Mini Cooper itu sendiri.



Be the first to comment

Leave a Reply