Mau Mudik Ke Surabaya Atau Ke Madura ? Naik Bus Baru Lorena-Karina Nan Mewah Saja, Ini Tarifnya.

Menyongsong datangnya musim mudik lebaran tahun ini Lorena dan Karina Transport Tbk menambah jumlah armadanya. Kali ini spesial karena mendatangkan 12 unit bus kelas premium yang harganya sekitar Rp 3,4 miliar langsung dari Jerman. Bus mewah ini melayani rute Jakarta – Surabaya dan Jakarta – Madura mulai 11 Juni 2017.

Bus premium berjenis double decker ini produksi Mercedes Benz OC500 RF 2542. Bus ini punya mesin diesel 11.967 cc dengan standart emisi Euro3. Sistem transmisi 6 percepatan otomatis yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 422 Tk dan torsi maksimal 1.100 rpm dengan kecepatan jelajah 120 kpj dan daya tanjak 48 persen.

foto: otomotif kompas

Bus ini punya 1 kelebihan yang tidak sembarang bus punya yaitu memiliki 3 buah gardan sekaligus dan suspensi independent RL 75E yang didukung air suspension. Suspensi independent inilah yang membuat penumpang nyaman-nyaman saja meskipun bus sedang bermanufer belok kiri kanan, belokan tajam sekalipun atau berada di jalan dengan ruas yang minim.

Sistem pengereman lengkap banget. Ada ABS (anti-lock braking system), EBS (electronic braking system), ASR (acceleration skid system) dan ESP (electronic stability program). Sistem ESP inilah yang membuat bus ini mampu menjaga kestabilan dan keakuratan kemudi saat berjalan.

foto: otomotif kompas

Bus ini hanya muat 44 penumpang saja yang terbagi dalam 2 lantai, lantai atas dan lantai bawah. Karoseri buatan Adiputro dengan balutan kulit pada joknya. Setiap jok dilengkapi dengan monitor headrest yang siap membuat anda menikmati hiburan saat perjalanan dan dispenser air yang siap anda digunakan setiap saat. Bagi anda yang perokok, sudah disiapkan ruang khusus di lantai atas.

Berapa harga tiket untuk jurusan di atas, pihak Lorena-Karina membanderol dengan harga Rp 450.000 hingga Rp 470.000.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page