Marc Marquez: “Asimo” RC213V belum Bisa Sempurna Tahun ini… Kenapa..? Nih Dia Jawabnya….!!!

marquez-rossi_crash_argentina

RiderTua.Com— Terhitung sudah kali kedua ini Marquez jatuh saat race… walau keduanya memang kesalahan dia namun beda kasusnya..di Argentina karena senggolan dengan Valentino Rossi, sedangkan di Mugello akibat kesalahan dia sendiri dalam memacu RCV-nya di tikungan..
Marquez mengakui sendiri bahwa dia melebihi batas saat melibas tikungan “over the limit” …

Marquez crash

Saat berebut podium 2 dengan Iannone Marquez melakukan kesalahan dan terlalu berani ambil resiko, mungkin hal ini tidak terjadi jika dia melakukannya tahun lalu(maybe) atau karena gaya ridingnya yang sering sliding(dibanding dani yang kalem) membuat grip roda cepat hilang dan hasilnya loss dalam hal cengkraman roda (bisa jadi juga), namun yang jelas Marquez mengakui sendiri bahwa memang dia melebih batas kemampuan motornya…artinya memang dia paksakan..!
Terbukti saat start begitu fantastis dari posisi grid 5 atau nomor 13 saja langsung melejit di urutan 4 pada lap pertama..dari 5 lap yang direncanakan..artinya memang dia “menggila” … Tapi tentunya konsekuensi ini sudah menjadi keputusan tim kata Marquez… Juara atau tidak sama sekali dan akhirnya gap semakin menganga menjadi 49 point dari pemuncak klasemen Valentino Rossi … Marquez bilang dia selalu bersama Honda dalam strateginya…

New Swing Arm RC213V

Hal positifnya adalah tim sudah meminimalisir masalah “keliaran” motor saat RCV keluar tikungan, hal ini bisa dicapai berkat perubahan elektronik “Asimo” , walau belum begitu sempurna, namun sudah lebih baik….
Pekerjaan Rumah selanjutnya adalah fokus pada saat motor masuk tikungan dan solusinya akan dilakukan dengan elektronik dan sasis… namun berita buruknya hal itu tidak akan kelar dalam musim ini..weladalah..ngalamat masih banyak eksperimen nih RCV Marquez tahun ini….

honda-rc213v-motogp

Ketika ditanya apakah Marquez ‘diharuskan’ memakai sasis baru oleh tim Honda.. Marquez mengiyakan dan rupanya itu sebuah resiko tim jika menggunakan perangkat baru jika kebetulan langsung klop maka akan ngacir..jika harus dipadu dengan “ramuan” lain maka harus sabar hingga racikan yang maknyuss bisa didapat… dan rupanya setelah ganti chassis baru mereka dipaksa untuk merombak elektronik yang cukup signifikan demi mengimbangi output dari efek part baru mereka itu… jadi itulah masalah yang ada pada kami…. tutup Marquez… woalahhhh…………

24 Comments

  1. pantas aja si suppo bilang, thn ini berat mm juara, dan jika tdk jurdu pun ndak masalah, emang jadi kelincin percobaan si mm ini

  2. diSarangan Kelinci dijadikan Sate(murah).ada apa siMarquez yg larang dijadikan kelinci.Stoner aja yg dijadiin kelinci.tapi melihat awal balapan memang Marquez dan Motornya Dahsyat.sampai terakhir mendahului Dovi.cuma beberapa Lap sebelum jatuh dia kelihatan dapat masalah lagi.Motornya Dahsyat cuma 3/5 Race.

    • kalu ngak kerja keras, bukan insinyur namanya, lagian, semakin banyak masalah, akan semakin banyak pengalaman didapet.

      ada baeknya juga ada masalah

  3. Marquez kerepotan dg power mesin yg slide terus masuk tikungan,memberi efek terlalu kuat nekan ban depan terus- menerus..dlm 20 lap ban depan menipis daya cengkramnya.dan utk berada di posisi 2 slama balapan,motor harus di push terus yg akhirnya glosor.
    Sesuai peraturan,mesin gk boleh diutak,atik. Hanya elektronik asimo dan chasis yg boleh dirubah utk memperbaiki masalah.
    Menurut dovi, marquez ridingnya tetap sama,cuma motornya yg ada masalah.
    Dg setingan yamaha sekarang, lorenzo bisa konsistent terus di posisi depan,juga utk rossi.
    Ducati jga semakin oke setingan motornya….
    Manthap. 🙂

    Aprilia rsv4 factory sylvain guintoli :
    https://sepedamotorblok.wordpress.com

  4. marquwes membalap diindonesia saza.. pasti podium 1. saya jamin itu, sentul sudah menunggumu.

  5. cukup jurdun 2 kali… saatnya ngetes…. sapa tau taun depan menang lagi…. heee…

Leave a Reply