‘Lavender’ Nama Untuk Kembaran Xpander Buatan Nissan

render lmpv nissan kembaran xpander
render lmpv nissan kembaran xpander

Sudah sering kita bahas tentang aliansi antar perusahaan otomotif dunia. Seperti kita tahu juga jika Mitsubishi juga menjalin aliansi bersama Nissan dan Renault. Saat kemarin Mitsubishi mengeluarkan model Low MPV Xpander, pihak Nissan pun menyatakan juga akan membuat kembaran dari Xpander ini. Mungkin sih seperti Toyota sama Daihatsu dengan Rush Terios atau Avanza Xenia. ‘Lavender’ nama untuk kembaran Xpander buatan Nissan, betulkah berita ini ?

Baca juga: Nissan Mempersiapkan Nama Untuk ‘Kembaran’ Xpander

Pakai Nama Lavender ?

Dari mana asal nama Lavender ini ? Menurut para wartawan otomotif seperti yang dilansir dari Detikoto.com mengatakan bahwa penamaan ini berasal dari penggabungan Livina (MPV buatan Nissan) yang dikawinkan dengan Xpander (MPV buatan Mitsubishi).

Emang sih ini hanya sebuah ‘joke’ dari kalangan wartawan otomotif Indonesia saja. Yang sudah barang tentu nama ini tidak benar-benar digunakan Nissan untuk kembaran Xpander. Sosok low MPV Xpander yang gagah ala mobil SUV ya gak cocok dikasih nama Lavender lah.

Nissan Masih Merahasiakan Sosok LMPV Baru

Saat dikonfirmasi, pihak Nissan diwakili oleh Vincent Wijnen selaku Head of Marketing & Sales Nissan Motor Asia Pasific mengatakan

“Hehehe…(nama) ide yang bagus, saya akan tulis itu. Ini sangat penting karena aliansi itu bukan untuk membentuk satu perusahaan. Kami (Nissan) tetap bersaing (sama Mitsubishi). Di Eropa Nissan berkompetisi dengan Renault. Begitu anda menjadikannya satu perusahaan anda tidak akan mendapatkan keuntungan. Secara garis besar, meskipun kita bekerja sama namun kita tetap berkompetisi”

Untuk diketahui, pihak Mitsubishi sudah mempelajari kembaran Xpander yang akan digunakan oleh Nissan. Dan kabarnya akan diserahkan kepada Nissan satu tahun lagi. Inilah kenapa pihak Nissan masih menutup rapat informasi tentang kembaran Xpander ini.

Berbagi platform, teknologi dan pabrik dalam sebuah aliansi bisnis adalah hal yang wajar. Gunanya untuk meminimalisir biaya produksi sehingga harga yang dipatok pada sebuah produk tidak terlalu mahal dan lebih kompetitif.

Comments Via Facebook

comments

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*