RiderTua.com – Jack Miller menjadi pembalap Yamaha dengan posisi finis terbaik di MotoGP Aragon. Rider tim Pramac Yamaha itu finis di posisi ke-11 tertinggal 27,206 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati). Dia mengaku puas dengan ritme balap yang berhasil dia pertahankan sepanjang balapan 23 lap, mengingat M1 V4 masih kesulitan musim ini.
“Dalam balapan itu, semuanya berjalan lancar bagi kami. Sayangnya, pada akhirnya kami harus mengaku kalah pada Ducati. Saya berusaha sebisa mungkin menyulitkan mereka untuk menyalip, tetapi rasanya motor pun seolah melawan saya. Begitu kehilangan keunggulan itu, padahal itu satu-satunya kekuatan nyata saya saat ini, segalanya menjadi jauh lebih sulit,” ungkap JackAss.
Jack Miller Soal Performa Yamaha M1 V4: Tidak Ada Gunanya Terus Mengeluh, Senggol Donk Taro!

Soal Yamaha M1 V4, Jack Miller menjelaskan, “Motor ini sebenarnya bekerja cukup baik. Saya tidak punya keluhan saat menikung. Kami hanya kehilangan terlalu banyak waktu di trek lurus, dan kami sudah tahu itu. Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk mengatasinya. Tidak ada gunanya terus mengeluh, jadi kami harus tetap fokus dengan pekerjaan yang sedang kami lakukan. Saya sangat puas dengan ritme balap saya dan saya juga tidak melakukan kesalahan apa pun.”
Di lap pertama, Miller sempat sedikit bersenggolan dengan Joan Mir (Honda), tapi beruntungnya insiden tersebut tidak membawa dampak yang besar. “Saya sempat sedikit bersenggolan dengan Joan di lap pertama. Namun balapan berjalan cukup bersih dan saya selalu punya cengkeraman ban yang baik di sepanjang lintasan,” ujar rider asal Australia itu.
Ketika pembalap Ducati mulai mendekat menjelang akhir balapan, Miller berusaha sekuat mungkin mempertahankan posisinya. “Saat momen penentuan tiba, saya berusaha sebisa mungkin menyulitkan mereka dengan melakukan pengereman keras menjelang tikungan terakhir. Namun pada akhirnya mereka menyalip saya di pertengahan trek lurus. Brad Binder juga melakukan hal yang sama. Tidak banyak lagi yang bisa dilakukan,” ungkap rider berjuluk Thriller Miller itu.

Miller merasa bahwa strategi pengelolaan bannya berjalan dengan baik. “Saya sudah mengerahkan segalanya. Ban saya habis di waktu yang tepat yakni di lap terakhir. Memang cukup berisiko, tetapi karena saya berhasil bertahan sampai ban benar-benar habis, saya cukup puas dengan performa saya. Saat sprint race hari Sabtu, saya lebih cepat ketimbang Marc di sektor terakhir. Dan saya jamin, itu bukan karena back straight,” jelas rider berusia 31 tahun itu.
Miller juga menilai bahwa kemenangan Marc Marquez juga tidak didapat dengan mudah, karena kondisi ban depan sangat menentukan. “Marc tidak bisa mengendarai motornya dengan cara yang sama di balapan utama. Bagian depan motor mengalami understeer yang parah, dan ujung-ujungnya ban akan cepat habis. Sejak awal ban sudah cukup aus. Saya cukup berhati-hati soal itu. Saya berusaha menjaganya tetap dalam kondisi baik sampai akhir. Ingat, itu adalah ban khusus balap. Performa ban memang menurun di penghujung balapan, tapi memang begitulah seharusnya,” ungkapnya.
Miller yakin tambahan tenaga mesin akan membawa perubahan besar bagi Yamaha. “Tambahan 20 tenaga kuda (HP) pada motor, itu akan membawa perubahan besar. Meski begitu, menurut saya kami berhasil membalikkan keadaan dalam waktu yang sangat singkat. Motor ini bekerja maksimal tahun ini. Kami melakukan apa yang kami bisa. Kami akan berusaha memberikan segalanya,” tegas rekan setim Toprak Razgatlioglu itu.

Miller juga memberikan pendapatnya soal sirkuit jalan raya Adelaide, yang akan menggelar GP Australia menggantikan sirkuit Phillip Island mulai 2027. “Saya menonton videonya saat rapat Komisi Keselamatan. Itu adalah sirkuit balap yang terletak tepat di tengah kota, jadi akan menarik melihat bagaimana hasilnya nanti. Saya sangat menantikannya,” pungkas rider yang tahun depan akan pindah ke Superbike dan bergabung dengan tim pabrikan PATA Yamaha itu.
Setelah 13 seri musim 2026, Miller saat ini berada di peringkat 19 dengan mengumpulkan 28 poin dalam klasemen, tertinggal 27 poin dari pembalap terbaik Yamaha Fabio Quartararo yang menempati peringkat 15.












