Home MotoGP Marc Marquez Ungkap Strateginya Mengambil Alih Posisi Terdepan dari Marco Bezzecchi

    Marc Marquez Ungkap Strateginya Mengambil Alih Posisi Terdepan dari Marco Bezzecchi

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    RiderTua.com – Start dari posisi ke-2, Marc Marquez langsung memimpin di tikungan pertama setelah melakukan manuver overtake terhadap peraih pole position Marco Bezzecchi dalam sprint race di Aragon. Sejak saat itu, pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo itu menguasai jalannya balapan. Dan setelah 11 lap, juara dunia 9 kali itu melintasi garis finis dengan keunggulan 1,140 detik di depan adiknya Alex Marquez. Bezzecchi yang tidak mampu mengimbangi kecepatan kedua pembalap Ducati tersebut harus puas finis di posisi ke-3 kalah 2,089 detik dari Marc.

    Marc Marquez Ungkap Strateginya Mengambil Alih Posisi Terdepan dari Marco Bezzecchi

    “Saya tahu Marco menggunakan ban soft. Itulah sebabnya, tikungan pertama menjadi satu-satunya kesempatan saya untuk mengambil alih posisi terdepan. Tentu saja, start yang bagus selalu membantu. Setelah itu, saya bisa mempertahankan ritme balap yang solid. Namun, saya melihat kelompok di belakang saya juga cukup cepat terutama Alex,” ungkap Marc.

    Hasil Sprint Race MotoGP Aragon 2026
    Hasil Sprint Race MotoGP Aragon 2026

    Keputusan Marc Marquez untuk menyerang tepat setelah lampu start padam bukanlah tindakan tanpa pemikiran yang matang. “Sebenarnya akselerasi awal saya tidak terlalu bagus, tetapi rencana saya memang menyerang di tikungan pertama. Itu adalah tikungan di mana saya merasa kuat. Sejak saat itu, saya bisa mengendalikan balapan dengan baik,” imbuh rider berusia 33 tahun itu.

    Kemudian Marquez menjelaskan dengan lebih detail, “Pada dasarnya sederhana saja. Kalau pembalap di depan mulai mengerem, saya tinggal mengerem sedikit lebih lambat. Jika kita melakukan kesalahan, toh ada area run-off. Tentu saja itu berisiko, tetapi itulah bagian dari balapan. Jelas kita tidak bisa melakukan hal itu saat berada di tengah rombongan besar, tetapi kita bisa melakukannya saat memulai balapan dari posisi terdepan.”

    Ketika semua pembalap Ducati memilih ban belakang medium untuk sprint 11 lap di Aragon, Bezzecchi dan Aprilia justru memilih strategi berbeda terkait ban belakang. Mereka memilih ban belakang soft.

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Menurut Marquez, keputusan untuk tidak menggunakan ban soft adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal. “Tidak ada peluang bagi para pembalap Ducati, jadi kami harus menggunakan ban kompon medium. Ban soft yang tersedia sama dengan yang digunakan di Silverstone. Pagi ini, kami mengalami masalah yang sama dengan ban tersebut seperti saat di Silverstone. Itulah sebabnya tidak ada alasan untuk mengambil risiko itu. Kalau ban mulai mengalami ‘graining’, kita bisa kehilangan waktu 0,5 detik bahkan 1 detik penuh setiap lap,” ungkap pemenang 102 grand prix di semua kelas balap itu.

    Duel sengit antara Bezzecchi vs Marquez sudah terjadi sejak sesi kualifikasi Sabtu pagi. Akhirnya pembalap Aprilia itu berhasil meraih pole position dengan unggul tipis 0,089 detik dari Marquez. Meski begitu, Marquez mengaku puas bisa start dari posisi ke-2.

    “Itu adalah putaran yang bagus. Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan. Putaran pertama saya sebenarnya sudah cukup bagus, tetapi Marco lebih cepat. Mereka sangat cepat saat melakukan time attack. Saya tidak kecewa. Tentu saja, saya ingin meraih pole position. Namun ketika ada orang lain yang lebih cepat dan kita merasa sudah melakukan tugas dengan baik, kita tidak bisa merasa kecewa,” ujar putra Julia Marquez itu.

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Berkat kemenangannya dalam sprint di Aragon, Marquez berhasil memangkas selisih poinnya di klasemen pembalap. Sebelum sprint, juara dunia MotoGP 7 kali itu tertinggal 40 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Kini usai sprint, dia hanya terpaut 33 poin karena Martin finis di posisi ke-5 dalam sprint tersebut.

    Pada race hari Minggu, Marquez akan kembali memiliki kesempatan untuk menekan Martin di klasemen. Duel melawan Bezzecchi seperti pada sprint race, bisa saja terulang kembali. Dia memperkirakan duel melawan Bezzecchi bisa kembali terjadi, dan menurutnya tikungan pertama lagi-lagi akan menjadi momen yang sangat menentukan.

    “Tikungan 1 akan kembali menjadi titik penting. Marco mungkin akan menerapkan strategi bertahan yang berbeda kali ini. Saya merasa nyaman di tikungan itu. Banyak hal bergantung pada momen start yang sebenarnya. Dari situ, saya akan lebih memahami apa yang bisa saya lakukan dalam balapan,” pungkas Marquez.

    Meskipun mendominasi sprint race, Marquez melihat masih ada kelemahan yang harus diperbaiki untuk Grand Prix hari Minggu. “Mari kita lihat, apakah kami bisa melakukan beberapa peningkatan lagi untuk besok dan tetap tampil sekonsisten hari ini,” pungkas pembalap yang tahun depan akan mendapat rekan setim baru Pedro Acosta itu.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini