RiderTua.com – Baru-baru ini muncul kabar recall besar-besaran yang dilakukan di China akibat desain tuas pembuka pintu darurat yang bermasalah. Bahkan penarikan ini melibatkan 9 merek otomotif, termasuk satu merek dari luar negeri yang sudah dikenal luas di pasar global.
▶Daftar Isi
Recall Jutaan Unit Mobil di China Akibat Tuas Darurat
Dari 9 merek tersebut, ada Chery, Zeekr, XPeng, Leapmotor, Xiaomi, BAIC, FAW Hongqi, Dongfeng, sampai Tesla yang harus melakukan penarikan terhadap unit mobilnya. Ini dilakukan setelah regulator lokal menemukan potensi masalah pada tuas darurat yang digunakan untuk membuka pintu mobil setelah kecelakaan. Bukan karena mekanismenya yang bermasalah, melainkan karena warna tuasnya dibuat senada dengan warna interior mobil.

Mungkin kedengarannya sangat sepele, tapi ini bisa membahayakan penggunanya setelah mengalami kecelakaan. Karena warnanya yang dibuat senada dengan interior mobil, tentu sulit bagi pengguna untuk menemukan tuas darurat tersebut, dan ini bisa menghambat proses evakuasi. Jelas ini bukan sesuatu yang diinginkan produsen, dan mereka harus melakukan penggantian warna tuas agar lebih mudah dilihat.
Tidak hanya tuas darurat, sejumlah merek mobil juga akan melakukan beberapa perbaikan pada fitur lainnya. Seperti sistem kontrol kaca mobil pada mobilnya Leapmotor, sistem pembuka kunci dan mekanisme penurunan kaca pada mobil Xiaomi, sampai Tesla yang hanya memasang label peringatan pada tuas pintu darurat. Masalahnya, ada 4,3 juga unit yang harus ditangani, bahkan 3 juta unit datang dari Tesla sendiri.

Jutaan Unit Harus Ditarik
Tesla malah harus menarik 3.021.951 unit mobilnya di China, terdiri dari Model 3, Model Y, S, dan X, dan baik model rakitan lokal maupun impor ikut terlibat dalam recall ini. Jelas angka tiga juta unit bukanlah angka yang sedikit, apalagi kalau melihat dari masalah yang harus ditanganinya. Belum lagi sebagian besar diantaranya berupa Model 3 yang cukup laris terjual di pasarnya selama beberapa tahun terakhir.
Xiaomi menjadi merek kedua yang menarik mobil paling banyak akibat masalah tuas darurat, dengan 390.435 unit SU7 model tahun 2024 yang harus ditangani. Seperti yang diketahui, SU7 menjadi model yang cukup laris di kampung halamannya, jadi tidak heran kenapa modelnya yang paling banyak di-recall. Entah mengapa YU7 tidak termasuk di dalamnya, sepertinya karena modelnya tidak punya masalah serupa pada tuas daruratnya.

Zeekr 009 Sampai iCar 03
Lalu ada Leapmotor dengan 371,2 ribu unit yang ditarik, dan model C01 dan C11 yang terdampak dari recall mobil tersebut. XPeng harus menarik 264.842 unit G6, X9, dan P7 Plus, begitupun dengan Zeekr yang menarik 92.658 unit model 009 dan X. Merek mewah lainnya, yaitu FAW Hongqi, hanya me-recall 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08 saja, tapi jumlahnya masih lumayan lebih banyak untuk merek mobil mewah seperti Hongqi, XPeng, dan Zeekr.
Tiga merek lainnya yaitu Chery dengan 64.488 unit iCar 03 (iCaur 03 alias J6 di Indonesia) dan Fulwin X3, Dongfeng 53.452 unit Nammi 06, Aeolus L8, dan dua ‘e’ series, serta BAIC Arcfox Kaola 46.860 unit. Jumlah ini cukup banyak untuk model yang dijual di Negeri Tirai Bambu, tapi apa boleh buat. Demi memenuhi standar yang baru produsen harus melakukan ubahan pada tuas pintu darurat mobil, entah itu diberikan label atau diwarnai dengan warna berbeda.

Kalau dilihat, semua merek yang disebutkan ini sudah berjualan mobil di Indonesia, kecuali Xiaomi Auto. Tapi karena recall mobil tersebut hanya dilakukan untuk menyesuaikan regulasi di China, tidak akan ada recall serupa di pasar global. Beberapa model yang terkena penarikan ini juga sudah dijual disini, dari XPeng G7 dan X9, Zeekr X dan 009, sampai Chery J6.
Untuk mobilnya Tesla memang modelnya hanya dijual melalui importir umum. Sementara Hongqi belum memulai penjualannya untuk sekarang, dan Dongfeng berjualan mobil disini melalui salah satu mereknya.












