RiderTua.com – Ada satu perubahan yang cukup menarik dalam susunan Honda MotoGP untuk tahun 2027. Untuk pertama kalinya sejak 2002, tak ada pembalap asal Spanyol dalam susunan pembalap Honda. Pergeseran ini jadi semakin menarik karena terjadi setelah berakhirnya era Marc Marquez di HRC dan mundurnya Repsol dari kerja sama panjangnya dengan Honda.
▶Daftar Isi
- 1. Honda MotoGP di 2027 Tanpa Pembalap Spanyol, Era Baru Setelah Marc Marquez
- Era Marc Marquez dan berakhirnya kerja sama Repsol
- Dari Marquez ke susunan yang lebih global
- Brasil dan Amerika Latin mendapat perhatian
- Pergeseran yang berjalan searah dengan globalisasi MotoGP
- Setelah Marc Marquez, Honda membangun wajah baru
Honda MotoGP di 2027 Tanpa Pembalap Spanyol, Era Baru Setelah Marc Marquez
Jika melihat komposisi yang disebut untuk 2027, Honda justru bergerak menuju susunan yang jauh lebih beragam. Fabio Quartararo dan Johann Zarco membawa Prancis, David Alonso mewakili Kolombia, sementara Diogo Moreira jadi wakil Brasil.
Perubahan tersebut membuat Honda terlihat tak lagi terikat pada pola lama yang begitu lekat dengan pembalap Spanyol. Namun, untuk memahami mengapa perubahan ini terasa penting, ceritanya harus ditarik kembali ke salah satu periode paling menentukan dalam sejarah modern HRC.

Era Marc Marquez dan berakhirnya kerja sama Repsol
Selama bertahun-tahun, hubungan Honda dengan pembalap Spanyol sangat erat. Salah satu sosok yang paling kuat membentuk identitas tersebut tentu saja Marc Marquez.
Kehadiran Marquez bukan sekadar memberikan prestasi di lintasan. Ia juga jadi wajah penting Honda dalam periode ketika kerja sama dengan Repsol masih jadi bagian besar dari identitas tim.
Namun, situasi berubah setelah Marquez meninggalkan HRC pada akhir musim 2023. Setelah itu, Repsol secara resmi mengakhiri kolaborasi panjangnya dengan Honda.
Perubahan tersebut jadi salah satu titik penting dalam perjalanan Honda. Hilangnya dua elemen yang sangat lekat dengan era sebelumnya membuat struktur HRC memasuki fase berbeda.
Di tengah perubahan itu, Honda juga tak lagi memiliki keterikatan yang sama dengan pola lama dalam memilih pembalap. Susunan pembalap kemudian bergerak ke arah yang lebih multinasional.

Dari Marquez ke susunan yang lebih global
Menariknya, perubahan Honda bukan hanya terlihat dari nama pembalap. Struktur internal tim juga ikut mengalami pergeseran.
Alberto Puig, yang berasal dari Spanyol, mundur dari posisi Team Manager dan digantikan Mikihiko Kawase. Pergantian tersebut jadi bagian lain dari perubahan yang terjadi di lingkungan HRC.
Sementara itu, susunan pembalap yang diproyeksikan untuk 2027 memperlihatkan arah yang berbeda. Fabio Quartararo dan Johann Zarco menghadirkan dua pembalap Prancis, sedangkan David Alonso membawa Kolombia dan Diogo Moreira membawa Brasil.
Dengan komposisi seperti itu, Honda tak lagi terlihat bertumpu pada satu negara tertentu.
Perubahan ini juga menarik karena datang setelah Honda melewati periode yang sangat identik dengan Marquez. Setelah kehilangan sosok yang begitu kuat pengaruhnya, HRC tampaknya memilih membangun identitas baru dengan komposisi pembalap yang lebih beragam.

Brasil dan Amerika Latin mendapat perhatian
Di antara susunan tersebut, keberadaan Diogo Moreira memiliki konteks tersendiri. Pembalap asal Brasil itu ditempatkan sebagai salah satu bagian dari arah baru Honda, bersamaan dengan David Alonso dari Kolombia.
Pilihan tersebut semakin menarik jika dikaitkan dengan perkembangan MotoGP di Amerika Latin.
MotoGP disebut akan kembali menggelar seri Brasil di Autódromo Internacional Ayrton Senna, Goiânia. Pada saat yang sama, Rio de Janeiro juga ditunjuk sebagai tuan rumah peluncuran global musim MotoGP 2027.
Dua perkembangan tersebut membuat kehadiran pembalap Brasil dalam proyek Honda jadi semakin relevan dari sisi pemasaran yang digambarkan dalam sumber.
Bagi Honda, memiliki pembalap asal Brasil dalam susunan tim memberikan keterikatan langsung dengan pasar tersebut. Moreira tak hanya membawa nama Honda di lintasan, tetapi juga jadi bagian dari wajah baru pabrikan Jepang itu di kawasan Amerika Latin.
Hal serupa berlaku pada David Alonso. Pembalap asal Kolombia tersebut memperluas jangkauan Honda ke negara lain di kawasan Amerika Latin.

Pergeseran yang berjalan searah dengan globalisasi MotoGP
Perubahan Honda juga disebut berjalan seiring dengan arah globalisasi MotoGP di bawah Liberty Media.
Dalam sumber, perubahan tersebut digambarkan sebagai upaya untuk memperluas daya tarik MotoGP di luar basis tradisional Eropa Selatan. Fokusnya bukan lagi hanya pada negara-negara yang selama ini jadi pusat kekuatan balap motor, tetapi juga pada pasar Amerika dan Asia.
Arah tersebut membuat keberadaan pembalap dari berbagai negara jadi semakin penting. Bagi Honda, susunan 2027 dengan pembalap Prancis, Kolombia, dan Brasil menunjukkan bagaimana perubahan tersebut tercermin di tingkat tim.
Namun, penting untuk melihatnya sebagai sebuah pergeseran komposisi, bukan sekadar penghapusan pembalap Spanyol.
Honda tetap membawa nama-nama besar dari Eropa melalui Quartararo dan Zarco. Yang berubah adalah keberagaman negara yang hadir dalam proyek tersebut.

Setelah Marc Marquez, Honda membangun wajah baru
Pada akhirnya, perubahan Honda menuju 2027 memperlihatkan sebuah fase baru bagi HRC.
Era yang sangat identik dengan Repsol dan Marc Marquez telah berakhir. Kerja sama panjang dengan Repsol juga sudah selesai. Di internal tim terjadi pergantian kepemimpinan, sementara komposisi pembalap bergerak menuju susunan yang lebih multinasional.
Dari Quartararo dan Zarco hingga Alonso dan Moreira, Honda kini memiliki wajah yang berbeda dibandingkan era sebelumnya.

Karena itu, absennya pembalap Spanyol dalam susunan Honda 2027 bukan hanya menarik karena persoalan paspor. Perubahan tersebut jadi penanda bahwa HRC sedang memasuki periode baru setelah bertahun-tahun berada dalam bayang-bayang era Marquez dan keterikatan kuat dengan Spanyol (akibat sponsor Repsol).
Honda kini membawa identitas yang lebih beragam. Dan dengan perhatian yang semakin besar terhadap Amerika Latin, terutama Brasil, arah baru tersebut bisa jadi bagian penting dari bagaimana HRC membangun kembali posisi dan daya tariknya di MotoGP. (rt)












