Home MotoGP Toprak Razgatlioglu: Dengan Ban Pirelli, Mungkin Saya Harus Menggabungkan Beberapa Gaya Balap

    Toprak Razgatlioglu: Dengan Ban Pirelli, Mungkin Saya Harus Menggabungkan Beberapa Gaya Balap

    Toprak Razgatlioglu Keluhkan Yamaha M1 V4 Susah Belok
    Toprak Razgatlioglu

    RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu sukses meraih juara dunia WSBK sebanyak 3 kali bersama Yamaha (2021) dan BMW (2024 dan 2025). Padahal baik R1 maupun M1000RR, bukan merupakan motor terbaik. Rider asal Turki itu mampu menutupi kekurangan motor tersebut berkat bakatnya yang luar biasa.

    Namun Toprak tak berkutik saat menghadapi Yamaha M1 di MotoGP. Bakatnya yang luar biasa seakan hilang begitu saja, saat harus bersaing di kasta tertinggi balap motor tersebut. M1 dengan mesin V4 terbaru, jelas bukan motor yang kompetitif. Fabio Quartararo yang notebene merupakan juara dunia MotoGP 2021, saat ini menjadi pembalap Yamaha terbaik dalam klasemen dengan hanya menempati peringkat 14 dengan perolehan 55 poin.

    Toprak Razgatlioglu: Dengan Ban Pirelli, Mungkin Saya Harus Menggabungkan Beberapa Gaya Balap

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    Toprak Razgatlioglu finis di posisi ke-14 (mencetak 2 poin) atau kedua dari belakang dalam grand prix di Silverstone akhir pekan lalu. Rider berusia 29 tahun itu tertinggal 41,492 detik di belakang pemenang Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia). Rider berjulul El Turco itu berusaha untuk tidak membiarkan hasil tersebut memengaruhi mentalnya.

    Toprak menjelaskan, “Hasilnya lebih baik dibandingkan hari Sabtu. Tetapi masih banyak yang harus kami pelajari. Sirkuit ini memiliki banyak tikungan panjang. Saat keluar tikungan, saya harus menemukan momen yang tepat untuk menegakkan kembali motor. Hal itu masih sangat sulit bagi saya, karena gaya balap saya masih terlalu mirip dengan saat mengendarai motor Superbike.”

    “Di beberapa sirkuit, gaya balap seperti itu masih bisa bekerja dan saya bisa tampil jauh lebih baik. Tapi saya harus mempelajari gaya balap ini karena tahun depan saya akan kembali balapan di sirkuit ini. Hasil balapan saya memang kurang memuaskan, namun saya lebih fokus pada hal-hal yang saya pelajari sepanjang akhir pekan ini. Itu hal penting yang akan membantu saya tahun depan, meskipun situasinya nanti akan berbeda.”

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    “Dengan ban Pirelli, kemungkinan besar saya akan menggabungkan beberapa gaya balap yang berbeda. Saya memiliki perasaan yang cukup positif berkat apa yang sudah saya pelajari. Kita lihat saja, apakah itu akan membantu saya di Aragon. Itu adalah sirkuit yang cukup menantang bagi gaya balap saya. Saya pernah mencatatkan beberapa balapan bagus di sana saat menggunakan motor Superbike, jadi kita lihat bagaimana hasilnya dengan motor MotoGP,” imbuh anak didik mantan pembalap asal Turki Kenan Sofuoglu itu.

    Meski begitu, Toprak tidak mau menyebut ada sirkuit ‘buruk’ untuknya. “Lebih baik tidak menyebut sirkuit sebagai sirkuit yang ‘buruk’. Saya lebih suka membicarakan sirkuit yang menuntut gaya balap berbeda. Ketika kita harus menggunakan gaya balap yang berbeda ditambah lagi dengan jenis ban yang juga berbeda, itu memberikan dampak yang sangat besar,” jelas rookie tim Pramac Yamaha itu.

    Rider putra ‘master of stunt rider’ almarhum Arif Razgatlioglu itu melanjutkan, “Saat memulai sesi hari Jumat di Silverstone saya berusaha mempelajari karakter sirkuit, beradaptasi, dan harus mempelajari setiap tikungan satu per satu. Sementara itu, pembalap lain bisa langsung memikirkan ban mana yang akan mereka gunakan. Saya harus memikirkan begitu banyak hal dan itu membuat segalanya menjadi sangat sulit bagi saya. Tapi tak apalah, saya memilih untuk fokus pada hal-hal positifnya saja.”

    “Target saya di Aragon adalah mampu mengimbangi kecepatan pembalap Yamaha lainnya. Saya juga ingin menembus 10 besar tahun ini. Mungkin saya bisa membuat kemajuan signifikan dan meraih hasil itu lebih dari sekali, tentu saya akan sangat senang jika itu terjadi. Namun, itu tidak akan mudah.”

    Toprak Razgatlioglu
    Toprak Razgatlioglu

    “​​Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, meski tantangannya sangat berat. Saya menyukai semua sirkuit. Bagi saya, tidak ada sirkuit yang buruk. Hanya saja, setiap pembalap memiliki sirkuit di mana mereka tampil lebih kuat. Saya sangat kompetitif saat mengendarai motor Superbike di Portimao. Mari kita lihat, bagaimana performa saya dengan motor MotoGP di sana. Saya berharap bisa meraih hasil istimewa di sirkuit itu,” pungkas Toprak.

    Setelah menjalani 12 seri musim 2026, Toprak baru mengumpulkan 14 poin dan saat ini masih bercokol di peringkat 21 dalam klasemen. Sementara itu rekan setimnya Jack Miller yang finis ke-12 sekaligus menjadi pembalap Yamaha terbaik dalam balapan, menempati peringkat 19 dengan perolehan 23 poin.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini