Pengamat Soroti Ducati Factory, Marc Marquez Disebut Kirim Pesan Setelah Kalah Cepat dari Tim Satelit
RiderTua.com – Hasil MotoGP Inggris 2026 di Silverstone ternyata masih jadi bahan obrolan hangat. Ini bukan cuma gara-gara Marc Marquez cuma bisa finis di posisi ketujuh, tapi juga karena ada penilaian kalau Ducati Lenovo telat gerak dibanding dua tim satelit Ducati waktu ngadepin masalah performa motor. Pandangan ini disampaikan sama pengamat MotoGP, Diego Lacave, yang bahkan ngeliat kalau Marc sebenarnya lagi ngirim pesan ‘terselubung’ buat tim pabrikan Ducati.
▶Daftar Isi
- 1. Diego Lacave: Marc Marquez Kecewa dengan Pendekatan Ducati Factory, VR46 dan Gresini Justru Lebih Sigap
- Keluhan Soal Traksi Sudah Muncul Sejak Sabtu
- Di Giannantonio Jadi Perbandingan
- Marc Justru Menyalahkan Dirinya Sendiri
- Mengakui Ada Pembalap yang Lebih Baik
- Kondisi Fisik Masih Jadi Tantangan
- Perdebatan Tentang Ducati Masih Akan Berlanjut
Diego Lacave: Marc Marquez Kecewa dengan Pendekatan Ducati Factory, VR46 dan Gresini Justru Lebih Sigap
Dalam analisanya, Diego Lacave menyebut penampilan Marc Marquez sepanjang akhir pekan Silverstone memperlihatkan rasa frustrasi terhadap pendekatan Ducati Factory dalam menyelesaikan masalah yang dialami pembalapnya.
Menurut Lacave, Marc sangat kecewa melihat perbedaan cara kerja Ducati Lenovo dibandingkan VR46 Racing Team dan Gresini Racing. “Marc Marquez seolah ingin memberikan pesan ke tim resmi Ducati…”

Ia kemudian menjelaskan alasan di balik pendapat tersebut. “Marc sangat kesal dengan pendekatan kerja tim pabrikan Ducati…dibandingkan dengan apa yang dilakukan VR46 terhadap Diggia, serta Gresini yang bahkan mampu membawa Iker Lecuona menembus atau lolos ke Q2..”
Dengan kata lain, menurut Lacave, Marc melihat tim satelit justru mampu menemukan solusi yang lebih efektif dibanding tim pabrikan.
Keluhan Soal Traksi Sudah Muncul Sejak Sabtu
Pendapat Lacave tak muncul tanpa alasan. Ia mengingat kembali komentar Dani Pedrosa yang bertugas sebagai komentator selama Grand Prix Inggris.
Menurut Lacave, Pedrosa dibuat terkejut melihat penurunan performa Marc sepanjang akhir pekan. “Dani Pedrosa sampai benar-benar terkejut saat mengomentari penurunan performa Marc sepanjang Grand Prix..” ujarnya..
Lacave menilai masalah utama sebenarnya sudah terlihat sejak Sprint Race. “Sejak awal Sprint Race hari Sabtu, Marc sudah mengeluhkan motornya kehilangan traksi. Menurut saya, di situlah sumber masalahnya..” katanya..
Artinya, sejak Sabtu Marc sudah mengeluhkan kurangnya traksi. Namun menurut Lacave, kondisi pada balapan utama justru berkembang menjadi persoalan yang berbeda.

Di Giannantonio Jadi Perbandingan
Hal yang paling menarik perhatian Lacave terjadi pada balapan Minggu…Ia menyoroti bagaimana Fabio Di Giannantonio dengan motor Ducati VR46 tampil jauh lebih kompetitif.
Bahkan menurutnya, Marc tak mampu memberikan perlawanan saat berhadapan dengan sesama pengguna Desmosedici tersebut. “Saat berhadapan dengan Fabio Di Giannantonio, Marc bahkan bukan sekadar tak memberikan perlawanan. Ia seperti membiarkan Di Giannantonio lewat begitu saja..”
Bagi Lacave, momen itu bukan sekadar duel biasa di lintasan… Ia menilai sikap tersebut merupakan bentuk pesan yang diarahkan kepada Ducati Factory… “Bagi saya, itulah pesan yang ingin disampaikan Marc kepada Ducati Factory.”
Meski demikian, perlu dicatat bahwa penilaian tersebut merupakan analisis Diego Lacave. Hingga saat ini tak ada pernyataan dari Marc Marquez yang mengatakan bahwa ia sengaja mengirim pesan kepada Ducati.

Marc Justru Menyalahkan Dirinya Sendiri
Di sisi lain, Marc Marquez sendiri memberikan penilaian yang jauh lebih tenang saat berbicara kepada media setelah balapan. Ketika ditanya mengapa dirinya justru berada di belakang para pembalap Ducati satelit, jawaban Marc sangat singkat. “Masalahnya ada pada saya sendiri..”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Marc lebih memilih mengarahkan evaluasi kepada dirinya sendiri daripada menyalahkan motor maupun tim.
Ia juga mengakui hasil finis ketujuh masih dapat diterima meski belum memuaskan.. “Inilah kondisi yang saya alami sekarang, dan saya harus bisa mengelolanya.”
Namun, Marc menegaskan Ducati tak boleh hanya menunggu datangnya sirkuit yang sesuai dengan karakter motor.. “Kami tidak bisa hanya menunggu balapan di sirkuit yang menguntungkan bagi kami.”
Menurutnya, jika ingin bersaing memperebutkan gelar dunia, performa harus kompetitif di semua lintasan.

Mengakui Ada Pembalap yang Lebih Baik
Marc juga menepis anggapan bahwa dirinya merupakan favorit utama dalam perebutan gelar musim ini.
Ia menilai situasi kejuaraan masih sangat terbuka dan ada beberapa pembalap yang tampil lebih konsisten. “Saat ini Martin adalah pembalap yang paling konsisten..”
Bahkan ia mengakui ada tiga hingga empat pembalap yang sejauh ini menunjukkan performa lebih baik darinya.
Baginya, tertinggal 40 poin dari pemuncak klasemen memang belum menutup peluang, tetapi jumlah tersebut juga tak bisa dianggap kecil… “Tertinggal 40 poin memang belum terlalu jauh, tetapi di saat yang sama itu juga bukan selisih yang kecil..”
Kondisi Fisik Masih Jadi Tantangan
Selain persoalan performa motor, Marc juga mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya kembali. Saat ditanya apakah penyebab utamanya berasal dari aspek fisik, ia menjawab singkat. “Inilah kondisi yang saya alami sekarang, dan saya harus bisa menyesuaikannya.”.. Marc menjelaskan bahwa masalah yang masih dirasakannya berkaitan dengan daya tahan otot.

Menurutnya, sesi time attack sudah jauh membaik, tetapi untuk menjaga performa sepanjang balapan penuh masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tak membuatnya khawatir. “Tidak.…”
Marc memilih tetap realistis menghadapi musim ini. Ia mengaku ambisinya tetap sama, tetapi tak ingin memaksakan diri mengambil risiko yang tak perlu ketika merasa belum mampu bertarung di barisan depan.
Perdebatan Tentang Ducati Masih Akan Berlanjut
Pandangan Diego Lacave mengenai hubungan Marc Marquez dan Ducati Factory kemungkinan akan terus menjadi bahan diskusi setelah GP Inggris. Analisisnya menyoroti perbedaan pendekatan antara tim pabrikan dengan VR46 maupun Gresini dalam mencari solusi teknis sepanjang akhir pekan balapan.
Namun, di sisi lain, Marc Marquez justru menunjukkan sikap berbeda. Dalam seluruh pernyataannya usai balapan, ia lebih banyak melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri, kondisi fisik yang masih harus dipulihkan, serta perlunya terus meningkatkan performa di setiap lintasan.
Perbedaan sudut pandang inilah yang bikin cerita di balik balapan Silverstone makin seru buat disimak. Di satu sisi, ada pengamat yang ngeliat adanya sinyal atau pesan khusus buat Ducati Factory, tapi di sisi lain, Marc sendiri milih tetap realistis dan fokus sama tugasnya di lintasan. (rt)












