Home MotoGP Paolo Campinoti (Tim Pramac): Izan Guevara Adalah ‘Murid’ Gino Borsoi, Danilo Petrucci...

    Paolo Campinoti (Tim Pramac): Izan Guevara Adalah ‘Murid’ Gino Borsoi, Danilo Petrucci Adalah Salah Satu Pembalap yang Paling Saya Kagumi

    Ross Brawn - Paolo Campinoti - Pramac Racing
    Ross Brawn - Paolo Campinoti - Pramac Racing

    RiderTua.com – Pemilik tim Pramac Paolo Campinoti mengungkapkan keinginannya untuk membentuk tim Moto3 pada 2028. “Saat ini Moto3 memang menjadi tempat pembinaan sebelum pembalap naik ke kelas berikutnya yang jauh lebih menantang. Saya belum tahu seperti apa motor baru nantinya,” ujarnya merujuk pada regulasi baru yakni mulai 2028 semua tim di Moto3 akan seragam pakai motor Yamaha.

    Campinoti melanjutkan, “Tapi kalau di Moto3 dan Moto2 semua memakai motor yang sama, saya pikir tidak ada masalah. Dari sisi tontonan, mungkin jauh lebih baik jika semua pembalap menggunakan motor yang sama. Dengan begitu performa motor menjadi lebih seimbang, sehingga persaingan antar pembalap bisa lebih ketat sepanjang balapan.”

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini πŸ‘‡ Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua
    β–ΆDaftar Isi

    Paolo Campinoti (Tim Pramac): Izan Guevara Adalah ‘Murid’ Gino Borsoi, Danilo Petrucci Adalah Salah Satu Pembalap yang Paling Saya Kagumi

    Paolo Campinoti juga membandingkan proses pembinaan di kelas Moto3 dan Moto2. “Moto3 dan Moto2 memang dibuat untuk membentuk pembalap agar siap meraih hasil yang lebih besar jika suatu hari nanti naik ke kelas utama. Menurut saya, Moto2 adalah kelas yang paling ideal sebagai persiapan menuju MotoGP. Selain itu, tidak ada yang lebih baik untuk pengembangan selain MotoGP itu sendiri. Tetapi seperti yang dilihat sekarang, pembalap yang naik dari Moto2 ke MotoGP langsung bisa gas pol lebih cepat,” jelas bos asal Italia itu.

    Campinoti menambahkan, “Dulu, ketika masih dari kelas 250cc naik ke MotoGP, mereka biasanya membutuhkan setidaknya 2 tahun untuk beradaptasi. Jarak kemampuan antara Moto2 dan MotoGP sekarang jauh lebih dekat. Sebaliknya, lompatan dari Moto3 langsung ke MotoGP akan sangat besar dan jauh lebih sulit. Karena itu, menurut saya motor Moto3 yang baru nantinya dibuat agar mendekati karakter motor Moto2. Tapi saya harus melihat motornya dan mengujinya terlebih dahulu.”

    Pandangan Paolo Campinoti Terhadap Pembalapnya Saat Ini atau Mantan Pembalapnya

    Mengenai mantan pembalapnya Tony Arbolino, Paolo Campinoti mengatakan, “Sayangnya, kami hanya bekerja bersamanya selama 1 tahun dan gagal mengeluarkan potensi penuhnya. Saat ini tempat di MotoGP sudah hampir penuh. Dan fokus kami saat ini adalah mengembangkan pembalap dari tim Moto2 milik kami sendiri. Jadi, jujur, saya melihat peluang Arbolino untuk bergabung ke MotoGP cukup sulit.”

    Izan Guevara - Pramac MotoGP
    Izan Guevara – Pramac MotoGP

    Tahun depan pembalap tim Pramac Moto2 yang saat ini berada di peringkat 2 dalam klasemen yakni Izan Guevara akan naik ke MotoGP. “Guevara berkembang sangat pesat. Saat pertama datang kepada kami, dia seperti pembalap yang sudah kehilangan kepercayaan dirinya. Tetapi sekarang dia berhasil bangkit kembali. Target kami adalah terus mengembangkan pembalap di Moto2 sebelum membawa mereka ke MotoGP. Itulah tujuan kami,” ungkap Campinoti.

    Campinoti melanjutkan, “Guevara adalah ‘anak didik’ Gino Borsoi (manajer tim), karena itulah mereka sudah saling mengenal sejak lama. Dia sukses memenangkan Gelar Dunia di Moto3, kemudian sedikit kehilangan arah di Moto2. Dan sekarang dia mulai menunjukkan potensi sebenarnya. Tahun depan mungkin dia akan tampil kompetitif.”

    Tahun ini Toprak Razgatlioglu menjalani debutnya di MotoGP yang ternyata tak seindah yang dibayangkan. Juara dunia WSBK 3 kali itu kesulitan menunjukkan potensi besarnya dan saat ini baru mengumpulkan 12 poin dalam 11 seri pertama.

    Paolo Campionoti
    Paolo Campionoti

    Campinoti menjelaskan, “Yamaha sudah mengenal Toprak dengan sangat baik. Jujur ​​saja, saya baru mengenalnya tatkala dia memenangkan Kejuaraan Dunia Superbike bersama Yamaha. Mereka mengatakan dia adalah talenta yang luar biasa. Kemudian dia memenangkan 2 gelar dunia lagi bersama BMW dan ingin masuk ke MotoGP. Begitulah awalnya. Menurutku dia pantas mendapatkannya.”

    Meski saat ini Yamaha menjadi pabrikan paling ‘lemot’ di lintasan, namun Campinoti mengaku optimis dengan masa depan pabrikan berlogo garpu tala itu. “Yang bisa saya katakan adalah, dalam sejarah Yamaha baik sebagai perusahaan maupun di trek balap, sudah berbicara dengan sendirinya. Saya tidak percaya, Yamaha akan terpuruk terus seperti ini. Itulah mengapa saya sangat yakin,” ungkapnya.

    Campinoti menambahkan, “Saya melihat sendiri berbagai langkah yang mereka lakukan. Mereka melakukan investasi yang sangat besar. Mereka mendatangkan banyak teknisi baru, bekerja sama dengan sangat erat bersama kami sebagai tim kedua, selaras dengan strategi untuk secepatnya kembali ke level teratas. Juga dengan membangun proyek Moto2. Ini adalah proyek yang sangat besar. Saya yakin Yamaha punya ‘dompet’ yang cukup tebal dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk kembali ke tempat mereka semula.”

    Danilo Petrucci
    Danilo Petrucci

    Terakhir, Paolo Campinoti menyebut Danilo Petrucci sebagai salah satu pembalap favoritnya. “Danilo adalah salah satu pembalap yang sangat saya kagumi. Apa yang telah dia capai benar-benar luar biasa. Dia bukan hanya seorang pembalap yang hebat, tapi juga berhati emas, sangat manusiawi, dan rendah hati. Dia adalah seseorang yang disukai semua orang, dia selalu berperilaku baik. Dia adalah simbol dari tekad, kemauan, dan dedikasi. Semua pencapaiannya diraih melalui perjuangan yang luar biasa. Karena itulah dia benar-benar pantas mendapatkan respect. Bagi saya, dia akan selalu menjadi ‘Petrux’ yang heba,” pungkasnya.

    Sayangnya, tim pabrikan BMW WSBK memutuskan tidak akan memperpanjang kontrak Petrucci untuk 2027. Dan hingga saat ini masa depannya masih belum bisa dipastikan.

    © ridertua.com

    Campinoti menambahkan, “Dulu, ketika masih dari kelas 250cc naik ke MotoGP, mereka biasanya membutuhkan setidaknya 2 tahun untuk beradaptasi. Jarak kemampuan antara Moto2 dan MotoGP sekarang jauh lebih dekat. Sebaliknya, lompatan dari Moto3 langsung ke MotoGP akan sangat besar dan jauh lebih sulit. Karena itu, menurut saya motor Moto3 yang baru nantinya dibuat agar mendekati karakter motor Moto2. Tapi saya harus melihat motornya dan mengujinya terlebih dahulu.”

    Pandangan Paolo Campinoti Terhadap Pembalapnya Saat Ini atau Mantan Pembalapnya

    Mengenai mantan pembalapnya Tony Arbolino, Paolo Campinoti mengatakan, “Sayangnya, kami hanya bekerja bersamanya selama 1 tahun dan gagal mengeluarkan potensi penuhnya. Saat ini tempat di MotoGP sudah hampir penuh. Dan fokus kami saat ini adalah mengembangkan pembalap dari tim Moto2 milik kami sendiri. Jadi, jujur, saya melihat peluang Arbolino untuk bergabung ke MotoGP cukup sulit.”

    Izan Guevara - Pramac MotoGP
    Izan Guevara – Pramac MotoGP

    Tahun depan pembalap tim Pramac Moto2 yang saat ini berada di peringkat 2 dalam klasemen yakni Izan Guevara akan naik ke MotoGP. “Guevara berkembang sangat pesat. Saat pertama datang kepada kami, dia seperti pembalap yang sudah kehilangan kepercayaan dirinya. Tetapi sekarang dia berhasil bangkit kembali. Target kami adalah terus mengembangkan pembalap di Moto2 sebelum membawa mereka ke MotoGP. Itulah tujuan kami,” ungkap Campinoti.

    Campinoti melanjutkan, “Guevara adalah ‘anak didik’ Gino Borsoi (manajer tim), karena itulah mereka sudah saling mengenal sejak lama. Dia sukses memenangkan Gelar Dunia di Moto3, kemudian sedikit kehilangan arah di Moto2. Dan sekarang dia mulai menunjukkan potensi sebenarnya. Tahun depan mungkin dia akan tampil kompetitif.”

    Tahun ini Toprak Razgatlioglu menjalani debutnya di MotoGP yang ternyata tak seindah yang dibayangkan. Juara dunia WSBK 3 kali itu kesulitan menunjukkan potensi besarnya dan saat ini baru mengumpulkan 12 poin dalam 11 seri pertama.

    Paolo Campionoti
    Paolo Campionoti

    Campinoti menjelaskan, “Yamaha sudah mengenal Toprak dengan sangat baik. Jujur ​​saja, saya baru mengenalnya tatkala dia memenangkan Kejuaraan Dunia Superbike bersama Yamaha. Mereka mengatakan dia adalah talenta yang luar biasa. Kemudian dia memenangkan 2 gelar dunia lagi bersama BMW dan ingin masuk ke MotoGP. Begitulah awalnya. Menurutku dia pantas mendapatkannya.”

    Meski saat ini Yamaha menjadi pabrikan paling ‘lemot’ di lintasan, namun Campinoti mengaku optimis dengan masa depan pabrikan berlogo garpu tala itu. “Yang bisa saya katakan adalah, dalam sejarah Yamaha baik sebagai perusahaan maupun di trek balap, sudah berbicara dengan sendirinya. Saya tidak percaya, Yamaha akan terpuruk terus seperti ini. Itulah mengapa saya sangat yakin,” ungkapnya.

    Campinoti menambahkan, “Saya melihat sendiri berbagai langkah yang mereka lakukan. Mereka melakukan investasi yang sangat besar. Mereka mendatangkan banyak teknisi baru, bekerja sama dengan sangat erat bersama kami sebagai tim kedua, selaras dengan strategi untuk secepatnya kembali ke level teratas. Juga dengan membangun proyek Moto2. Ini adalah proyek yang sangat besar. Saya yakin Yamaha punya ‘dompet’ yang cukup tebal dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk kembali ke tempat mereka semula.”

    Danilo Petrucci
    Danilo Petrucci

    Terakhir, Paolo Campinoti menyebut Danilo Petrucci sebagai salah satu pembalap favoritnya. “Danilo adalah salah satu pembalap yang sangat saya kagumi. Apa yang telah dia capai benar-benar luar biasa. Dia bukan hanya seorang pembalap yang hebat, tapi juga berhati emas, sangat manusiawi, dan rendah hati. Dia adalah seseorang yang disukai semua orang, dia selalu berperilaku baik. Dia adalah simbol dari tekad, kemauan, dan dedikasi. Semua pencapaiannya diraih melalui perjuangan yang luar biasa. Karena itulah dia benar-benar pantas mendapatkan respect. Bagi saya, dia akan selalu menjadi ‘Petrux’ yang heba,” pungkasnya.

    Sayangnya, tim pabrikan BMW WSBK memutuskan tidak akan memperpanjang kontrak Petrucci untuk 2027. Dan hingga saat ini masa depannya masih belum bisa dipastikan.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini