RiderTua.com – Carlo Pernat menegaskan bahwa kondisi tim pabrikan Aprilia setelah paruh pertama musim sangat jomplang jika dibandingkan di awal musim. Pembalap andalannya Marco Bezzecchi sukses memenangkan 3 balapan pertama yakni di GP Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat. Ditambah dengan kemenangan absolut di Mugello, dimana Aprilia juga menorehkan sejumlah rekor pada balapan kandang mereka.
Namun hanya selang dua pekan kemudian, semua hasil apik yang sudah dibangun runtuh mulai dari GP Hungaria. Bezzecchi menjadi salah satu korban dari crash massal di tikungan pertama yang dipicu oleh rekan setimnya Jorge Martin. Kemudian di GP Ceko, rider berusia 27 tahun itu menampar seorang marshal usai terjatuh dalam sprint race yang membuat rider Italia itu dilarang ikut balapan. MarcoBezz juga dua kali DNF karena crash di Assen dan Sachsenring. Kemalangan beruntun ini membuat dia merosot dari puncak klasemen turun ke peringkat 4 saat memasuki libur musim panas.
Carlo Pernat: Tim Pabrikan Aprilia Bak Vas yang Sudah Pecah! Bezzecchi Menghadapi Tekanan Ganda

Carlo Pernat mengatakan, “Kita harus sangat berhati-hati ketika berbicara tentang Marco Bezzecchi. Tahun lalu Marco beruntung karena praktis menjadi satu-satunya pembalap utama di tim. Jorge Martin absen karena cedera sehingga Lorenzo Savadori menjadi rekan setimnya. Dengan segala hormat kepada Lorenzo, dia bukan pembalap reguler MotoGP. Seluruh tim Aprilia mendukung Bezzecchi, dia adalah segalanya bagi Aprilia. Dia memiliki karakter seorang petarung dan menciptakan suasana yang sangat baik di dalam tim.”
“Tetapi jangan lupa, dia baru bisa menang setelah Marc Marquez cedera. Tahun ini dia harus mengalahkan Marquez sekaligus rekan setimnya sendiri Martin, dan Martin adalah rekan setim yang sangat sulit dikalahkan. Martin ingin menang dengan segala cara. Dia sama sekali tidak peduli dengan rekan setimnya. Kita bisa melihat apa yang terjadi pada Bonora dan yang lainnya,” imbuh manajer gaek asal Italia itu, merujuk pada insiden kontroversial di garasi Aprilia ketika Martin melampiaskan frustrasinya pada manajer tim Paolo Bonora.
Menurut Pernat, usai insiden di Balaton Park suasana di dalam tim pabrikan Aprilia berubah drastis. “Sebelumnya tim ibaratnya seperti gelembung sampanye, semuanya berjalan dengan baik. Sejak GP Hungaria, semuanya justru berantakan. Orang-orang di dalam tim saling melempar tatapan sinis, kedua pembalap tidak saling berbicara, bahkan para insinyur balap juga tidak lagi saling berkomunikasi. Sekarang suasana di dalam tim buruk. Ibaratnya seperti vas yang sudah pecah,” tegasnya.

Pernat punya solusi untuk Bezzecchi dalam menghadapi krisis. “Dia harus mengubah cara berpikirnya dan meniru apa yang dilakukan Marquez. Setelah kembali dari cedera, Marc Marquez berhasil mengatasi situasi sulit,” ujarnya.
Pernat juga mengungkapkan bahwa saat ini tekanan mental yang diterima Bezzecchi jauh lebih besar ketimbang tahun lalu. “Sekarang Bezzecchi berada di bawah tekanan dari Martin di dalam tim Aprilia, sekaligus juga mendapat tekanan dari Marquez yang menurut saya adalah rival terberat untuk perebutan juara dunia. Itu tekanan ganda, situasi yang tidak dia hadapi tahun lalu. Dan menurutku, itu adalah aspek yang benar-benar penting,” ungkap mantan manajer Enea Bastianini itu.
Meskipun Bezzecchi menghadapi masa sulit setelah tampil gemilang di awal musim, namun Pernat tidak memberi penilaian buruk terhadap rider yang berjuluk Simply The Bezz itu. “Penilaian saya terhadap paruh pertama musim Bezzecchi adalah, bagus. Dia berada di puncak klasemen untuk sebagian besar musim,” pungkasnya.

Saat ini Bezz berada di peringkat 4 terpaut 22 poin dari Martin dan hanya tertinggal 4 poin dari Marquez yang berada di peringkat 3. Semoga murid Valentino Rossi itu bisa bangkit di paruh kedua musim, dengan fisik yang sudah fit 100 persen. Sebagai informasi, dia menjalani operasi (patah tulang selangka) usai crash di Sachsenring.
Apakah prediksi Pernat ini nyata bahwa tim Aprilia sudah ‘pecah’..padahal ini masih separuh musim.. Bisa saja berubah… Bagaimana pendapat kalian..?












