RiderTua.com – Guenther Steiner (pemilik Tim Tech3) tak mau setengah-setengah dalam membekali pembalapnya dengan ‘senjata’ yang ampuh untuk bertarung di lintasan. Dia ingin dua pembalapnya mendapatkan motor spek pabrikan terbaru, plek ketiplek sama dengan tim pabrikan. Dia tidak ingin seperti tim satelit Ducati yakni tim VR46 dan Gresini yang hanya memiliki satu motor spek pabrikan terbaru untuk satu pembalapnya. Sementara satu pembalap yang lain hanya dibekali motor spek tahun lalu.
Dan ketika regulasi di MotoGP berubah mulai tahun depan dengan motor 850cc, Steiner ‘keukeh’ ingin punya dua motor gres di garasinya. “Ya. Itu salah satu hal yang kami inginkan. Sebagai tim, kami berada di sini untuk mencapai hasil bukan hanya sekedar berpartisipasi. Dan itu salah satu poin terpenting dalam negosiasi. Kami ingin memiliki motor terbaik yang memungkinkan,” tegas bos berkewarganegaraan Italia dan Amerika itu.
Guenther Steiner: Pilih Manuel Gonzales atau Senna Agius? Sama-sama Bagus dan Tidak Punya Kekurangan, Tinggal Siapa yang Lebih Unggul!

Meski begitu, Guenther Steiner tak menepis bahwa dalam praktiknya ada situasi dimana KTM belum memiliki cukup suku cadang untuk 4 pembalap sekaligus. Dalam kondisi seperti itu, kompromi memang tak bisa dihindari.
“Jelas, selalu ada beberapa kompromi. Kalau memang masuk akal, kami harus menerimanya. Tetapi kalau salah satu motor kami berada di depan motor tim pabrikan, maka menurutku kami juga harus memiliki keuntungan itu. Tetapi kami harus sampai pada posisi itu terlebih dulu. Saat ini kami belum sampai di sana, tetapi kami sedang mengusahakannya,” jelas bos berusia 61 tahun itu.
Hingga memasuki libur musim panas, tim Tech3 belum juga mengumumkan line-up pembalapnya untuk 2027. Steiner berkali-kali menegaskan bahwa dirinya mencari satu pembalap berpengalaman yang akan ditandemkan dengan seorang rookie.
BTW, apakah pembalap rookie-nya nanti akan menunggangi motor dengan spek tahun lalu? “Tidak, kami harus terus berkembang. Membekukan pengembangan tidak akan membawa kita maju,” tegas Steiner.

Luca Marini yang saat ini membalap untuk tim pabrikan Honda, menjadi kandidat utama untuk menempati kursi sebagai pembalap berpengalaman yang diinginkan Steiner. Sementara untuk satu kursi rookie, ada dua kandidat yakni pembalap Moto2 dari tim Intact Senna Agius dan Manuel Gonzalez.
“Mereka adalah dua kandidat rookie saya. Saya rasa semua sudah mengenal kedua pembalap Intact tersebut. Mereka berdua sangat bagus. Jadi, sulit untuk memilih. Saya rasa tidak ada kekurangan besar pada salah satu dari mereka. Pertanyaannya, tinggal siapa yang lebih unggul,” pungkas mantan kepala tim Haas F1 Team itu.
Di sisi lain, pembalapnya saat ini Enea Bastianini dikabarkan akan bergabung dengan tim Trackhouse Aprilia tahun depan. Sementara Maverick Vinales yang ‘ngambek’, diperkirakan akan meninggalkan MotoGP tahun depan. Namun hingga saat ini belum memutuskan akan kemana. Tak seperti pembalap lain yang juga tidak mendapatkan tempat lagi di MotoGP seperti Franco Morbidelli, Jack Miller, Brad Binder, dan Alex Rins yang sedang mencari tim di Superbike, Vinales justru tertarik dengan balapan ketahanan seperti Suzuka 8 Hours.













