RiderTua.com – Mauro Grassilli (Direktur Olahraga Ducati) mengaku punya andil besar dalam proses perekrutan Marc Marquez pada 2024 lalu. Dia bersama Claudio Domenicali (CEO Ducati) dan Gigi Dall’Igna (general manajer) bekerja sama untuk membawa juara dunia 9 kali itu ke tim pabrikan Dicati Lenovo untuk 2025 dan 2026.
“Saya ikut hadir dalam semua proses negosasinya. Saya menyampaikan pendapat saya, lalu bersama-sama kami memutuskan strategi untuk membawa Marc ke tim pabrikan. Mungkin yang lebih sulit justru perpanjangan kontraknya dibandingkan pendekatan pertama. Dalam negosiasi kali ini situasinya berbeda, mungkin lebih rumit karena posisi tawar masing-masing pihak sudah berubah dibandingkan kesepakatan pertama,” jelas Grassilli.
Mauro Grassilli (Ducati): Negosiasi Perpanjangan Kontrak Marc Marquez Lebih Sulit Mencakup Gaji, Isi Kontrak, dan Syarat Lainnya
Mauro Grassilli mengaku bahwa situasi Ducati saat itu sangat tidak mudah. Karena mereka harus memilih antara Jorge Martin yang meraih gelar dunia 2024 bersama Ducati atau Marc Marquez untuk satu kursi di tim Ducati Lenovo, sekaligus memberi tahu Enea Bastianini bahwa mereka tidak akan memperpanjang kontraknya.

“Kesepakatan pertama tidak mudah, karena saat itu Jorge Martin juga menjadi opsi. Jadi, itu adalah keputusan yang sangat sulit. Di sisi lain kami juga harus memberi tahu Enea bahwa tidak ada lagi tempat untuknya di tim pabrikan untuk tahun-tahun berikutnya. Situasi sulit tersebut terjadi di Mugello. Kami harus memberi tahu Jorge dan Enea, sekaligus berusaha membawa Marc ke Ducati. Mugello 2024 adalah momen yang sangat rumit,” ungkap bos asal Italia itu.
Mengenai negosiasi perpanjangan kontrak Marquez, Grassilli mengungkapkan bahwa Marquez menginginkan beberapa hal yang berbeda dibanding kontrak sebelumnya. “Negosiasi kal ini lebih sulit, karena sebenarnya Marc menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda dari kesepakatan pertama. Perbedaan tersebut mencakup gaji, isi kontrak, dan berbagai syarat lainnya,” ungkap pengganti Paolo Ciabatti itu.
Grassilli melanjutkan, “Kami adalah perusahaan besar, tetapi kami bukan perusahaan super kaya yang dapat memenuhi setiap keinginan. Jadi kami harus tetap bekerja sesuai struktur perusahaan kami, untuk mencoba menjaga keseimbangan. Itu bukanlah hal yang mudah. Berkat dukungan sponsor dan beberapa pihak lainnya, pada akhirnya kami berhasil mencapai kesepakatan.”

Meski Marquez pernah punya riwayat cedera panjang, namun Grassilli mengaku bahwa Ducati tidak pernah meragukan fisiknya. “Kami mengambil keputusan tersebut bersama Marc. Kami percaya pada Marc baik sebagai atlet profesional maupun sebagai pribadi. Selama proses negosiasi, dia tidak pernah membuat kami berpikir bahwa mungkin akan ada masalah fisik kedepannya. Jadi kami sepenuhnya percaya padanya. Kami tidak pernah ragu tentang kondisi fisiknya, karena kami tahu bahwa jika ada masalah Marc pasti akan bilang,” tegasnya.
Marquez mengalami cedera parah usai crash di Mandalika pada Oktober tahun lalu, yang memaksanya absen hingga akhir musim. Rider berusia 33 tahun bisa menjalani seluruh rangkaian tes pra musim dan juga beberapa seri pertama musim 2026, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Awalnya, diduga karena dia kesulitan beradaptasi dengan Desmosedici GP26 yang baru. Saat itu dia hanya menempati peringkat 10 besar dalam klasemen.

Tapi setelah crash di sprint Le Mans, juara dunia MotoGP 7 kali itu barulah mengaku bahwa selama ini dia hanya membalap dengan satu tangan. Ini artinya, cedera pada bahunya masih terasa sakit sehingga menghambatnya meraih hasil maksimal. Untuk itulah kemudian dia menjalani dua operasi sekaligus pada kaki dan bahunya.
Marquez comeback di Mugello, lalu mendominasi balapan akhir pekan di Hungaria dan Sachsenring. Dan hebatnya, saat ini dia langsung melesat ke peringkat 3 dalam klasemen dan kembali terlibat dalam persaingan perebutan gelar dunia musim ini karena hanya terpaut 18 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin (Aprilia).

Menatap masa depan, satu pertanyaan besar kini mulai bermunculan: apakah Marc Marquez bakal terus bertahan dan pensiun di atas motor Ducati? Atau, jangan-jangan The Baby Alien bakal menyempatkan diri buat “pulang” demi melakoni last dance bareng Honda menjelang akhir kariernya nanti?
Kalau melihat faktor usianya sekarang, pilihan paling realistis dan logis jelas bertahan di Ducati yang punya paket motor paling kompetitif demi terus mengincar gelar juara dunia. Atau sekedar meminimalisir crash.. Tapi ya namanya MotoGP, dinamika paddock selalu penuh kejutan dan apa pun bisa terjadi di menit-menit akhir.
Nah, kalau menurut pendapat kalian sendiri gimana, bro? Apakah Marc bakal gantung helm sebagai seorang Ducatisti, atau justru bakal ada cerita romantis kembali ke pabrikan Jepang jelang pensiunnya?













