RiderTua.com – Kini pasar mobil listrik sudah dikuasai oleh merek mobil asal China, terbukti dengan banyaknya model yang ditawarkan sejauh ini. Namun ternyata mereka mulai menargetkan pasar mobil ramah lingkungan lainnya, kali ini mobil hybrid dan PHEV, yang masih didominasi oleh merek Jepang.
▶Daftar Isi
Pasar Mobil Ramah Lingkungan Diincar Merek Negara Ini
Siapa sangka kalau mobil PHEV makin laris terjual di Indonesia, terbukti dengan kenaikan hingga ratusan persen kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini sudah menjadi bukti kalau mobil jenis ini diminati banyak orang karena pilihan yang ditawarkan cukup beragam, apalagi ada juga yang dibanderol terjangkau. Tapi kebanyakan merek mobil China yang menjual mobil PHEV, dari Chery sampai Jaecoo menjual mobil jenis ini.

Dengan banyaknya merek yang menjual mobil PHEV, jelas merek China punya peluang untuk menguasai pasarnya secara keseluruhan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia, dan mungkin ini kedengarannya seperti rencana yang terlalu ambisius. Sebab merek dari negara tersebut harus berhadapan dengan banyak kompetitor di pasarnya, dan merek Jepang yang sejauh ini memegang pangsa paling besar di pasar PHEV global.
Meskipun begitu, bukan berarti merek China tidak punya apapun untuk melawan kompetitornya, karena mereka punya teknologi PHEV yang cukup beragam. Merek seperti Geely dan Chery sukses mengembangkan sejumlah mobil PHEV yang dijual di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Tidak sedikit diantaranya laris terjual, contohnya Chery Tiggo 8 CSH yang menjadi model terlaris di pasar mobil PHEV disini sampai sekarang.

Incar Pasar HEV
Tidak hanya mobil PHEV saja, merek mobil China juga mengincar pasar mobil hybrid, dan untuk pasar yang satu ini mungkin bakal lebih sulit lagi. Sebab merek seperti Toyota dan merek lainnya dari Jepang sudah berpengalaman dalam mengembangkan mobil hibrida, dan tidak sedikit ada yang dijual dalam berbagai macam produk. Entah itu SUV, MPV, sedan, sampai hatchback sudah disediakan, tapi jelas merek China sudah punya keunggulan yang dimilikinya.
Beberapa merek mengembangkan teknologi hybrid yang didesain lebih unik ketimbang mobil biasa. Seperti Geely yang mengandalkan teknologi i-HEV memiliki efisiensi thermal sebesar 48,41 persen. Kemudian Chery dengan sistem hybrid Kunpeng Tianqing pada Tiggo 9 yang memiliki efisiensi 48,57 persen. Lalu Changan Automobile dengan Bluecore Super Engine dikenal punya sistem injeksi langsung.

Saingi Toyota Dkk?
Melihat dari kelebihan pada mesin hibridanya ini sudah cukup untuk membuatnya bersaing dengan merek seperti Toyota. Tapi kalau produknya masih terbatas dan dibanderol cukup mahal, mereka bakal kesulitan untuk bersaing dengan Toyota dkk, walau soal harga sudah bukan masalah lagi. Biasanya merek China selalu punya caranya tersendiri agar harga mobil ramah lingkungannya tetap terjangkau seperti mobil listriknya.
Kebanyakan bisa menjual mobil dengan harga murah karena mereka punya pemasok komponennya sendiri. Sehingga mereka tidak perlu repot-repot mencari komponen dari pemasok lain, apalagi soal baterai yang mudah didapat dari sejumlah produsen ternama, entah itu Gotion atau perusahaan lainnya. Dengan begitu, mereka bisa membuat sejumlah model berkualitas tinggi tapi dibanderol terjangkau.

Selain mobil PHEV dan hybrid, Chery juga berencana untuk menambah REEV atau range-extended electric vehicle dan dijual di negara yang punya infrastruktur pengisian daya baterai mobil sangat kecil. Mobil REEV sangat diandalkan karena punya jarak tempuh sangat jauh, dan kebanyakan bisa melaju hingga lebih dari 1.000 km dengan tenaga mesin bensin dan motor listrik. Mereka melakukan ini agar tidak tertinggal dari kompetitornya, seperti Changan yang sudah punya sejumlah model seperti Deepal S05.
Di Indonesia, merek China sudah menguasai pasar PHEV dan BEV, tapi tidak dengan mobil hybrid. Seharusnya ini menjadi sasaran empuk selanjutnya, walau untuk sekarang produsen ingin fokus memperluas lini produk PHEV dan BEV miliknya.






