Home Otomotif Nissan Makin Terseok-seok di Pasarnya Hingga 2026, Kenapa?

    Nissan Makin Terseok-seok di Pasarnya Hingga 2026, Kenapa?

    Mobil hybrid Nissan X-Trail
    (Nissan)

    RiderTua.com – Nggak ada yang menyangka kalau merek mobil ternama bisa melempem akibat ketatnya persaingan di pasar roda empat. Bahkan kalaupun merek tersebut berasal dari Jepang, tapi kalau lini produknya tidak bisa bersaing atau alasan lainnya, penjualannya bisa anjlok dari tahun-tahun sebelumnya.

    Daftar Isi

    Banyak Mobil yang Dijualnya Kurang Laku?

    Nissan sebenarnya menjadi salah satu pemain lama di pasar mobil di Indonesia, karena mereka sudah hadir lebih dari dua dekade. Namun tidak seperti merek senegaranya seperti Toyota, Suzuki, Honda, hingga Mitsubishi, mereka tidak bisa mempertahankan performa penjualannya. Malah yang terjadi sebaliknya, dimana penjualan yang didapatnya melempem dalam beberapa tahun terakhir.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Nissan Serena e-Power Indonesia
    Nissan Serena e-Power Indonesia

    Jelas ini memunculkan pertanyaan soal apa yang terjadi dengan Nissan, padahal mereka berasal dari Jepang, yang notabene cukup terkenal dengan merek-merek yang mendunia. Mungkin saja mereka sudah terpojok akibat banyaknya kompetitor dari China yang berdatangan ke Indonesia, dan tidak sedikit diantaranya menjual mobil ramah lingkungan dengan harga murah. Contohnya BYD yang sukses menjual Atto 1, disusul Jaecoo J5 EV yang laris bak kacang goreng sejak dirilis tahun lalu.

    Sementara mobil listrik yang dijualnya masih terbatas pada Leaf, itupun banderolnya melebihi Rp 500 juta, dan ini sudah terlalu mahal untuk hatchback listrik. Mungkin inilah mengapa mereka lebih memilih untuk berjualan mobil hybrid, seperti membawa beberapa model e-Power ke Indonesia, dari Serena sampai X-Trail. Tapi kalau banderolnya masih terlalu mahal, keduanya belum bisa menghadang rival tangguh seperti Honda Step WGN e:HEV dan HR-V e:HEV.

    Nissan Leaf
    (Motor1)

    Banyak Lawan, Banyak Masalah?

    Persaingan di pasar mobil memang lagi panas-panasnya, tapi Indomobil Group yang memegang merek Nissan di Indonesia ogah menyerah. Mereka bakal mengusahakan untuk tetap meramaikan lini produknya, tapi mereka juga harus melihat apakah produk tersebut cocok dijual disini. Kalau dijual begitu saja, bisa-bisa modelnya kurang laku entah karena modelnya kurang sreg dengan permintaan di pasarnya atau harganya terlampau mahal.

    Nissan X-Trail
    (Top Gear)

    Memang ini terdengar cukup sulit, tapi mereka rela melakukan ini demi memastikan kualitas produk yang dimiliki oleh merek asal Jepang tersebut. Tentunya agar produknya bisa tetap dipercaya oleh konsumennya.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini