RiderTua.com – Untuk pembaca RiderTua yang setia mantengin berita balap. Nama Santi Hernandez ikut melambung tatkala Marc Marquez meraih juara dunia MotoGP. Kepala kru asal Spanyol itu ikut andil membawa rider berjuluk Baby Alien itu meraih 6 gelar dunia di MotoGP saat masih di Honda. Setelah Marquez pindah ke Ducati, Santi menjadi kepala kru Joan Mir hingga sekarang. Saat ini dia sudah 30 tahun bergelaut di kejuaraan dunia balap motor.
Dalam sebuah wawancara Santi menceritakan awal perjalanannya hingga nyemplung di dunia balap motor. “Saya bekerja di sebuah bengkel di Martorelles, di Subira dekat pabrik Showa. Saya mengenal Juan, dan semuanya berkembang begitu saja. Suatu hari dia bilang butuh anak muda, lalu bertanya apakah saya tertarik. Saya jawab ya, mengapa tidak? Tetapi tak pernah terpikirkan saya akan masuk dunia balap,” ungkapnya.
▶Daftar Isi
Santi Hernandez: Saya Tidak Melihat Marc Marquez Balapan Hingga Usia 45 atau Bahkan 40 Tahun

Soal debutnya di MotoGP Santi Hernandez menceritakan, “Hari pertama di Austria, sesi FP1 dibatalkan karena hujan. Saya menghabiskan sepanjang hari di dalam truk, belajar untuk mendapatkan SIM pengemudi truk. Mereka bilang, ‘sekarang targetmu adalah mendapatkan SIM truk sebelum Januari’. Saat itu idola saya adalah Alex Criville dan ketika saya melihat dia di paddock, terkadang Juan mengingatkan saya, ‘santai, kamu bukan sekedar fans, kamu sedang bekerja’. Saya selalu mengingatnya.”
Selama 30 tahun berada di paddock MotoGP tentu ada banyak momen yang sangat berkesan bagi Santi. “Saya mengalami beberapa periode yang luar biasa dalam 30 tahun ini. Di Showa, ketika saya memenangkan Gelar Dunia bersama Alex Criville pada 1999, itu adalah momen yang fantastis. Masa-masa saat bekerja dengan Valentino Rossi atau dengan Sete Gibernau juga luar biasa,” ujarnya.
Moment Paling Berkesan..
Bekerja dengan Marc Marquez sangat mengesankan. “Bukan karena Marc adalah pembalap hebat seperti sekarang, tetapi karena kami membangun tim benar-benar dari nol di era Moto2. Itu sangat mengesankan karena semuanya dibangun dari awal, jadi kayak milik sendiri. Saat itu kami nyaris menjadi juara dunia tapi gagal karena cedera (mata) di Malaysia, dan baru bisa diraih di tahun kedua. Itu masa yang membangggakan sekaligus era itu sulit untuk diulangi,” ungkap Santi.

Santi melanjutkan, “Ada banyak momen yang sangat spesial di MotoGP bersama Marc, terutama saat memenagkan gelar dunia pada 2013. Ada banyak hal yang terjadi seperti penalti bendera hitam di Australia, itu tahun pertamanya di MotoGP sekaligus tahun pertama saya di HRC. Betapa sulitnya saya mendapatkan posisi itu.”
“Tapi momen yang paling berkesan buat saya adalah saat Marc masih di Moto2. Saat itu dia baru berusia 16 atau 17 tahun. Saya melihatnya tumbuh dewasa. Kami sering tertawa bareng, dia seperti kru tim biasa. Tim kami cukup unik. Semua kesuksesan milik tim. Itu bukan berarti saya tidak bangga di MotoGP, tetapi jelas perspektifnya berubah.”
Saat Marc naik di MotoGP, Santi ikut bersamanya. Setelah 11 tahun (2013-2023) di Honda, akhirnya Marc pindah ke Ducati untuk memulai petualangan baru. Namun sayangnya, dia tidak diperbolehkan membawa serta Santi Hernandez. “Dulu banyak yang bilang saya akan mengakhiri karir bersama Marc, tapi kenyatannya tidak selalu begitu,” ujarnya.
Santi menambahkan, “Saya sangat bersyukur. Saya merasa terhormat bisa meraih banyak juara dunia bersamanya. Mengingat, ada orang yang sudah bertahun-tahun kerja di dunia balap tapi zonk tanpa satu pun kemenangan. Tapi saya bisa menang balapan, meraih gelar dunia, dan bekerja dengan salah satu pembalap terbaik di MotoGP. Akhirnya kami jadi bersahabat. Itu yang paling berharga buat saya. Suatu hari nanti saat dia dan saya sama-sama pensiun, yang tertinggal adalah persahabatan.”
Kemungkinan Kerjasama Lagi..
Apakah ada kemungkinan mereka bisa bekerjasama lagi? “Saya rasa tidak. Tapi dalam hidup, kita tidak pernah bisa bilang mustahil. Dia sekarang ada di Ducati, dia bahagia, dia kembali tersenyum, dan menikmati lagi balapan. Saat ini sangat tidak mungkin dia pindah. Tapi kalau dia memutuskan untuk pindah dan kembali ke Honda dan saya masih kerja di Honda, kami akan kembali bekerja sama. Tapi untuk saat ini, secara profesional hubungan kami berakhir. Kami berbeda tim sekarang. Jujur, saya tidak melihat Marc balapan hingga usia 45 atau bahkan 40 tahun. Mungkin saya salah,” jawab Santi.

Soal musim 2027 dimana regulasi di MotoGP akan berubah, Santi mengatakan, “Ini akan menjadi perubahan yang cukup signifikan, terutama karena banyak hal akan berubah sekaligus. Bukan hanya mesinnya yang berubah yang dulu 1000cc menjadi 850cc, tetapi karakter mesinnya juga berubah. Kapasitas mesin, bahan bakar, elektronik sedikit berubah, aerodinamika dibatasi, ban, dan perangkat-perangkat yang biasa membantu meningkatkan performa, semuanya akan berubah,” pungkas Santi Hernandez.
BTW, saat ini Joan Mir hanya berada di peringkat 18 dengan perolehan 4 poin sementara Marc Marquez berada di peringkat 5 dengan 57 poin dalam klasemen.






